Jumat, 10 Oktober 2014

Rieke Diah Pitaloka, Mengikis Image Oneng





Rieke Diah Pitaloka kembali terpilih menjadi anggota DPR. Bahkan, ia
diisukan menjadi menteri dalam susunan kabinet presiden terpilih Jokowi Widodo. Berikut kisah Rieke.


Rieke Diah Pitaloka, Terkenal “Oneng”

Rieke Diah Pitaloka Intan Permatasari, demikian nama yang diberikan oleh orangtuanya. Ia lahir di Garut, Jawa Barat pada 8 Januari 1974.

Rieke mulai dikenal publik lewat iklan kondom Sutra dengan ucapan nakalnya, “meong…. “. Kemudian ia yang mengawali kariernya sebagai aktris sinetron, semakin dikenal lewat sitkom Bajaj Bajuri. Dalam sinetron komedi yang tayang di Trans TV itu, ia beradu akting dengan komedian Mat Solar yang berperan sebagai seorang supir bajaj bernama Bajuri. 

Di sinetron besutan Aris Nugraha itu, Rieke berperan sebagai Oneng, istri Bajuri, yang berkarakter polos bahkan terkesan blo'on. Peran yang kerap mengundang tawa itu akhirnya berhasil memancing kekaguman pemirsa atas aktingnya. Penghargaan dari Forum Film Bandung 2003 sebagai Aktris wanita Terpuji pun berhasil disabet Rieke.

Di sela-sela padatnya aktivitas, Rieke juga aktif menulis. Selain tentang politik, politikus yang vokal memperjuangkan nasib kaum hawa ini juga gemar merangkai kata menjadi sebuah puisi indah.

Ia juga figur yang amat mementingkan pendidikan. Di tengah puncak kariernya, Rieke tetap berusaha menimba ilmu. Setelah berhasil meraih gelar sarjana di bidang filsafat dan sastra, perempuan yang kerap disapa Keke ini meneruskan studinya ke jenjang S-2 jurusan Filsafat Universitas Indonesia (UI). 

Sejak lulus S2 pada Agustus 2004, ia getol menawarkan tesisnya ke penerbit. Kemudian penerbit Galang Press mau menerbitkannya. Menurut Rieke, Tesisnya yang kemudian dijadikan buku dengan judul Kekerasan Negara Menular ke Masyarakat yang resmi diluncurkan pada 19 Oktober 2004, ia persembahkan untuk Indonesia anti-kekerasan.

"Saya sangat prihatin bahwa kini kekerasan juga tak hanya dilakukan oleh aparat tapi juga oleh kita semua, malah dalam lingkungan keluarga," katanya. 

Acara peluncuran bukunya yang diselenggarakan di Taman Ismail mardjuki dihadiri sejumlah tokoh seperti Butet Kartaredjasa, Djaduk Ferianto, mantan Menneg Pemberdayaan Perempuan Khofifah Indar Parawansa serta Abdurrahman Wahid dan istri. 



Rieke Diah Pitaloka, Mengikis Image Oneng

Suskses berperan sebagai Oneng di sitcom bajaj Bajuri, rupanya membuat Rieke Diah pitaloka jengah. Imej Oneng terus melekat di dirinya. Dengan menjajal dunia teater, ia berharap bisa melepaskan imej Oneng yang selama bertahun-tahun melekat padanya.

"Aku ingin image Oneng yang o'on hilang dari diriku makanya lewat pementasan ini aku akan coba mengikis image tersebut sedikit demi sedikit," ungkapnya pada acara jumpa pers pementasan teater yang berjudul 'Cipoa' yang digelar di pertengahan Juni 2007. 

Tandem presenter Ferdy Hasan dalam acara Good Morning Trans TV ini mengakui masyarakat memang sudah mengenal dirinya sebagai Oneng dan itu tidak dapat dipungkiri namun menurutnya hal itu tidak baik kalau dibiarkan terus menerus.



Rieke mencontohkan Didi Petet yang waktu itu sudah melekat dengan tokoh bencong bernama Emon yang ia perankan dalam film Catatan Si Boy. Namun karena sedikit demi sedikit dikikis akhirnya image tersebut hilang dari diri Aktor Didi Petet. "Aku ingin mencontoh langkah Kang Didi yang sukses menghilangkan image tokoh Emon," demikian Rieke mengungkap tekadnya.

Dalam panggung teater, ia pernah ikut dalam pementasan teater bertajuk Jangan Menangis Indonesia bersama Teater Mandiri pimpinan Sastrawan Putu Wijaya pada tahun 2003. Di tahun yang sama, Rieke juga tampil dalam pertunjukan teater Ekstrim!! bersama Shakespeare Theatre. Jika sebelumnya ia hanya tampil sebagai pemain di tahun 2008, Rieke mulai mengembangkan kemampuannya sebagai pemain sekaligus produser dan penulis naskah dalam pertunjukan teater Monolog Perempuan Menuntut Malam.

Kamis, 09 Oktober 2014

Nico Siahaan, Juga Sukses dalam Bisnis




Nico Siahaan, Juga Sukses dalam Bisnis

Nico Siahaan, artis asal Batak ini  patut menjadi contoh. Selain sukses menembus Senayan dengan menjadi anggota DPR untuk periode 2014-2019, Nico sukses di dunia entertaint dengan mengawali karier menjadi presenter sejak tahun 1990’an. Berkat kerja keras dan ketekunannya, ia meraih setiap impiannya. Ia juga diketahui sukses dalam berbisnis.   

Pada tahun 2008, berawal dari menyukai masakan khas Sunda, Leunca, ia kemudian bekerjasama dengan temannya membuka restoran dengan menu andalan masakan khas Sunda di Bandung. "Kebetulan yang punya teman kampus gue, akhirnya gue kerjasama, semi franchise," katanya. Sebelumnya, Nico juga merintis restoran Jepang.

Selain bisnis restoran, Nico Siahaan juga menjadi salah satu selebriti yang sukses menjalankan bisnis EO selama puluhan tahun.  Sebelum membangun bisnis EO, awalnya Nico berniat membangun sebuah manajemen artis. Namun, secara tidak disengaja niat tersebut malah berubah menjadi bisnis EO.
"Ketika melihat orang lain mengerjakan sesuatu, rasanya ingin membantu," tutur ayah dari dua anak ini.



Kedekatan Nico dengan dunia EO sudah terjalin sejak tahun 90-an. Sebagai salah satu karyawan di divisi off air Radio Oz Bandung, Nico banyak belajar seluk-beluk menyelenggarakan sebuah acara, mulai dari lomba debat hingga konser musik. Konser Sendiri milik mendiang Chrisye yang diselenggarakan di Eldorado pun menjadi pintu yang memperkenalkan Nico dengan para profesional di dunia EO dari Jakarta. "Sampai di Jakarta, saya sempat bekerja dengan mereka untuk belajar," tambahnya.

Meskipun sudah banyak menggelar acara, namun ada acara yang membekas dalam memori Nico. Salah satu yang paling diingatnya adalah ketika ia dan tim mengerjakan acara perubahan logo salah satu stasiun TV swasta di Indonesia.
"Itu adalah acara besar pertama yang kami gelar, dengan menghadirkan banyak artis. Klien juga terlihat puas. Acara itu adalah batu loncatan bagi kami," ungkapnya.

Melihat klien bahagia akan suksesnya acara adalah salah satu hal yang memberi kepuasan tersendiri bagi Nico dalam menjalani bisnis EO. "Satu hal yang sama dari pekerjaan di dunia hiburan dan EO adalah keinginan untuk membahagiakan orang lain," lanjut Nico. "Kita harus menciptakan kreativitas yang dapat menghibur orang. "Saya senang mengerjakan sesuatu yang membuat orang lain tersenyum. Inilah yang membuat kami mau bekerja lebih keras untuk orang lain. Event organizer harus memiliki kreativitas yang tak terbatas." Nico pun membeberkan rahasianya mempertahankan bisnisnya, mengingat usaha EO kini kian menjamur.

"Kalau tidak banyak belajar, pasti akan tertinggal. Salah satunya, kita harus sering memerhatikan konser atau acara apa pun, agar kreativitas kita terus terasah dan mengalirkan ide-ide," tuturnya. 

Kiprah Politik Nico Siahaan




Jokowi, Punya Andil Besar Nico Siahaan Jadi Anggota DPR

Setelah melalui proses perhitungan suara pada pemilihan legislatif lalu, presenter Nico Siahaan akhirnya melaju untuk menjadi anggota legislatif dari PDIP untuk periode 2014-2019.  Nico membeberkan kenapa dirinya bisa meraih suara yang cukup besar, di Dapil Jabar I dengan 64.980 suara.
Menurut Nico hal itu karena sosok Jokowi. Konstituennya sangat mengidolakan Jokowi. Dan kebetulan, ia dari partai yang sama dengan presiden terpilih 2014-2019  tersebut. "Ketika kampanye, banyak warga datangi saya. Mereka tanya 'Apa Jokowi maju jadi presiden? Kalau maju, saya pilih Bang Nico'. Dari situ terlihat kalau peran dan kecintaan masyarakat terhadap Jokowi sangat besar," papar pembawa acara kuis Super Deal 2 Miliar itu.

Nico, dalam kampanyenya juga kerap menceritakan sikap sosok Jokowi yang arif dan tidak pendendam. Meski mendapat cibiran dari banyak pihak,  Jokowi tetap memberi suatu penghormatan kepada orang-orang yang pernah merendahkannya. "Meski dihina oleh atasannya, ketika bertemu, Jokowi tetap bersalaman, itu artinya kalau dia bukan pendendam dan tetap dingin dalam banyak keadaan," kata Nico.

Kiprah Politik Nico Siahaan

Sosok berpengalaman di suatu partai politik tidak serta merta membuat PDI Perjuangan ingin merekrut yang bersangkutan sebagai kadernya. Jika sosok itu tidak laku lagi di parpol asalnya, PDI Perjuangan enggan mencomotnya.

Partai berlambang banteng bermoncong putih ini lebih suka merekrut orang-orang muda berkualitas untuk mempersiapkan pemilu legislative 2014. Pada tahun 2012, PDI Perjuangan  pun menggandeng rapper Iwa K, presenter Nico Siahaan, dan penyanyi Edo Kondologit untuk mejadi kader PDI P. Ketiganya dinilai sebagai sosok-sosok yang berkualitas. "Dalam rekrutmen ini kita ada merekrut 2 orang top yang mau bergabung dengan kita yaitu rapper Iwa K, presenter top yang sudah terkenal Nico Siahaan dan ada juga Edo Kondologit. Saya ingin kita bersaing secara sehat," kata ketua DPP bidang Pemuda dan Olahraga PDIP, Maruarar Sirait.



Sejak saat itu, presenter yang juga bintang film itu mulai aktif berpolitik. Ia jarang muncul di layar kaca dengan menikmati kesibukannya di panggung politik dan berorganisasi. "Sekarang saya memang lebih sibuk di politik dan berorganisasi ya. Menikmati banget, karena rasanya menyenangkan," ungkapnya pada 2013 lalu.
Bintang film Arisan ini menemukan banyak hal baru saat terjun ke politik. Ia pun punya pemikiran berbeda soal adanya anggapan bahwa politik itu kotor. "Saya rasa, saya nggak pernah melihat politik itu kotor. Dalam berorganisasi pun justru banyak hal positif yang bisa kita lakukan salah satunya lewat acara lomba seperti ini," ungkap pria yang juga Sekretaris TMP Jawa Barat itu.

Terjun ke politik juga dilakukan Nico untuk bisa berbuat banyak bagi Masyarakat. Hal itu pula yang mendorong Nico untuk mendaftarkan diri ikut Pemilu legislative 2014. "Saya yakin bisa memberi lebih, salah satu caranya dengan menjadi anggota dewan. Nantinya saya akan mengawal terus dan membenahi mana kebijakan yang pro, dan tidak pro rakyat," kata Pria yang sudah berkiprah di dunia presenter sejak 1995 ini.

Rabu, 08 Oktober 2014

Nico Siahaan, Habiskan Rp. 600 Juta Untuk Jadi Anggota DPR


Presenter berdarah Batak, Nico Siahaan, berhasil lolos ke Senayan menjadi anggota DPR. Ia menjadi salah satu selebriti yang sukses mematahkan persepsi buruk artis gagal dalam pemilu legislatif. Sebelumnya, Nico dikenal sebagai MC papan atas dengan honor yang tinggi. Berikut kisah Nico Siahaan.

Jadi Anggota DPR, Nico SiahaanTanggalkan Atribut Artis

Wajah baru banyak duduk di kursi parlemen. Termasuk dari kalangan artis. Adalah Nico Siahaan, pria asal Batak bernama lengkap Junico Bisuk Partahi Siahaan ini berhasil lolos ke Senayan lewat PDI Perjuangan sebagai kendaraan politiknya. Pria kelahiran 13 Juni 1969 ini merupakan anggota legislatife dari daerah pemilihan Jawa Barat I yang meliputi Bandung dan Kota Cimahi.  
Menjadi anggota DPR, Nico Siahaan mengaku siap melepas atribut keartisannya dengan fokus mengawal suara rakyat, terutama untuk daerah pemilihannya, Jawa Barat I. "Nggak masalah, seperti yang saya bilang, jadi artis juga kerja keras, itu cukup buat saya," ujarnya.

Ia rela fokus menjadi anggota Dewan, meski bayaran menjadi MC dikatakannya jauh lebih besar penghasilannya dari anggota DPR. Hal itu lantaran dirinya ingin mengamban amanat rakyat.Apalagi perjuangan lolos ke DPR, merupakan buah hasil kerja kerasnya yang fokus terjun ke politik. “Semua yang saya dapat sekarang itu butuh kerja keras, sama seperti ini," paparnya.
Sarjana Ekonomi Lulusan Universitas Padjajaran ini, menginginkan diplot di Komisi X DPR. Ia ingin memfokuskan diri pada urusan yang menyangkut pendidikan. "Terserah fraksi, tapi saya punya harapan di Komisi X. Kita mau sama-sama dengan konstituen, membahas pendidikan di luar sekolah," ujarnya.


Nico Siahaan, Habiskan Rp. 600 Juta Untuk Jadi Anggota DPR

Perjuangan Nico Siahaan menjadi anggota DPR, tak hanya bermodal popularitasnya sebagai artis. Ia tak memungkiri, selama  kampanye legislatife untuk bisa melancarkan keinginannya, memerlukan dana yang tak sedikit. Nico yang bertarung di daerah pemilihan Jawa Barat I yang meliputi Kota Bandung dan Kota Cimahi , mengaku menghabiskan dan sekitar Rp. 600 juta. “Kalau ditotal sekitar Rp. 600 juta. Itu semua dari tabungan pribadi saya. Biaya tersebut di anataranya saya gunakan untuk pertemuan dengan warga dan 
membeli alat peraga kampanye,” kata Nico kepadda Antara.




Hasilnya tak sia-sia. Ia mendapat suara banyak dari konstituennya, 64 suara lebih. Namun, bukan uang yang dinilai Nico sebagai penentu dirinya bisa diterima masyarakat. Ia menilai karena keseriusannya dan ketulusannya mendekati masyarakat daerah pemilihannya lah yang berperan penting dalam lolosnya ke DPR. Semenjak Juli 2013, Nico memutuskan tinggal di Bandung agar bisa dekat dengan masyarakat di daerah pemilihannya.
Nico menikah dengan Gabriella Vincy Caroline yang akrab dipanggil Sissy pada 17 Oktober 2003. Dari pernikahan tersebut, lahir putri kembar, Calista Siahaan dan Joanna Siahaan pada tanggal 21 Juni 2004. Disusul putri ketiga yang lahir 6 Agustus 2005.

Selasa, 07 Oktober 2014

Totalitas Desy Ratnasari



Desy Ratnasari, Selalu Total

Desy tidak main-main dengan pilihan panggung barunya. Seperti totalitasnya dibidang seni yang banyak menghasilkan segudang penghargaan, Desy juga ingin total dibidang politik dan siap meninggalkan dunia artis agar bisa fokus mewakili rakyat. “Kalaupun naik panggung, paling menyanyi,” tuturnya.
Sebagai seorang perfeksionis, Desy tidak akan setengah-setengah dipanggung barunya. Dan sebagai bentuk nyata bahwa pilihannya tidak main-main, Desy, sebelum masuk ke Senayan, selalu “blusukan” dengan membawa program “Aksi Nyata”.

Sudah banyak hal yang dilakukan Desy untuk memberdayakan masyarakat di daerah pemilihannya seperti memberikan bantuan 30 mesin jahit, program 1000 masjid, membangun MCK dan program pemberdayaan perempuan dan UKM. Setiap akhir pekan, Desy menggunakan waktunya untuk bersama masyarakat menyerap aspirasi sekaligus sosialisasi. Meskipun sudah populer, Desy merasa perlu bersentuhan langsung dengan hati masyarakat di dapilnya.

Desy ingin sekali bisa membangun Sukabumi melalui program pemberdayaan perempuan dan UKM. “Mudah-mudahan saya bisa menjalankan kepercayaan dari Dapil saya Sukabumi," tuturnya.

Biografi Singkat Desy Ratnasari

Desy Ratnasari lahir di Sukabumi, Jawa Barat, 12 Desember 1973 dari pasangan H.M. Syahminan (alm) dan Hj. Mulyanah. Desy kecil sudah berhasrat menjadi bintang ternama di jagad hiburan Tanah Air. Orangtuanya pun mendukung, mengingat tampang Desy sangat potensial untuk menjadi artis.

Ketika berusia 14 tahun, saat SMP,  Desy mencoba peruntungan dengan mengikuti pemilihan Gadis Sampul. Saat itu Desy berhasil menjadi runer Up.
Menjadi runer up Gadis Sampul, membuka peluang impian Desy untuk memasuki industri hiburan.  Setahun setelah mengikuti ajang Gadis Sampul, Desy pun mendapat tawaran bermain dalam film Jendela Rumah Kita yang tayang di TVRI. Desy pun tak menyiakan kesempatan itu.

Setelah itu, Desy banyak mendapat tawaran main untuk sinetron dan film. Pada era 1990'an merupakan masa kejayaan bagi Desy. Berbagai penghargaan pun diraihnya. Bahkan ia sempat dijuluki sebagai artis dengan bayaran termahal di indonesia dan sebagai ikon kecantikan wajah Indonesia asli. Tawaran iklan, Sinetron, film, presenter, bernyanyi terus menghampirinya.




Kepiawaiannya berakting, selalu menyedot penonton. Hal itu tak ayal menjadikan Desy sebagai artis yang  masih eksis di tengah gempuran bintang-bintang baru. Desy dikenal mampu memadukan popularitas dengan kualitas yang jarang ditemukan dalam dunia hiburan Tanah Air yang sangat cepat berganti-ganti tren.

Selain seni peran, Desy juga merambah ke seni olah vokal. Lagunya yang tenar adalah Tenda Biru. Selain Tenda Biru, Desy juga smenyanyikan beberapa judul lagu seperti Takdir/ Kasihku yang Hilang (ost Sinetron takdir), Saskia (ost film Saskia), Kang kemon (ost film Glen kemon Mudik), Jual Tampang (ost film Jual Tampang), Mengapa (ost Sinetron Melati), Hanya Satu Mutiara (ost Sinetron 

Hanya Satu Mutiara), Cinta Tiada Akhir (ost sinetron Cinta tiada Akhir), dan Hidayah (ost sinetron Hidayah).
Desy juga dikenal paiawai dalam membawakan acara dalam program talk show dan berita.  Ia diketehaui pernah memandu acara Selamat pagi di trans 7, dan Varriety show Gebyar BCA. Pada tahun 2011, Desy Ratnasari merubah penampilannya. Ia menutup auratnya dengan berhijab.

Sabtu, 04 Oktober 2014

Awal Mula Desy Ratnasari Terjun ke Politik



Desy Ratnasari, Layak Jadi Anggota DPR

Ketika artis seangkatannya sudah banyak yang tersisih oleh serbuan para pendatang baru, Desy Ratnasari hingga kini tetap eksis. Desy Ratnasari merupakan artis yang mampu memadukan kecerdasan, kecantikan asli Indonesia, kualitas dan popularitas yang jarang ditemukan pada artis lain.
Di balik kecantikan dan talenta hebatnya sebagai pekerja seni, Desy Ratnasari juga memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Disela-sela kesibukannya sebagai artis, Desy Ratnasari mampu menyelesaikan pendidikannya hingga jenjang strata S-2 pada Program Magister Psikologi, Universitas Indonesia.

Selain itu Desy Ratnasari juga mampu menyelesaikan program profesi psikologi di Unika Atmajaya. Dan kini untuk menyebarkan ilmu psikologi yang dimilikinya, Desy Ratnasari tercatat sebagai dosen pengajar di Fakultas Psikologi Unika Atmajaya. Desy mengaku bangga dan senang jadi dosen karena bisa berbagi ilmu dan pengalamannya kepada para mahasiswa. Dengan menjadi dosen, Desy merasa hidupnya lebih berwarna dan bermanfaat untuk orang banyak. Ada banyak hal unik dan lucu ketika dia mengajar. “Banyak mahasiswa yang meminta foto karena orang tuanya mengidolakan saya,” tuturnya.

Oleh sebab itu, melihat jejak rekam Desy, jauh sebelum Desy terpilih menjadi anggota DPR, banyak pengamat politik memprediksi Desy Ratnasari akan dengan mudah melenggang ke Senayan, meski Desy bertarung di dapil “neraka”. Dari semua kandidat yang akan bertarung di dapil Jabar 4, tidak ada yang mampu menandingi popularitas Desy Ratnasari. PKS melalui survei internalnya telah membuktikan popularitas Desy Ratnasari yang menduduki peringkat pertama.
  
Awal Mula Desy Ratnasari Terjun ke Politik

Setelah hidupnya merasa lengkap, “Miss No Comment” yang juga populer dengan lagu fenomenal "Tenda Biru" nya mulai menapaki panggung barunya di bidang politik pada Pemilu Legislatif 2014. Ia memilih bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN). Jauh sebelum bergabung dengan PAN, Desy mengaku, sudah banyak partai yang menawarinya untuk bergabung. Bahkan menurut Desy, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pernah melakukan survey jelang pilkada Kota Sukabumi dan menempatkan namanya untuk menjadi wakil walikota Sukabumi pada 2012. Namun saat itu Desy menolak karena ingin fokus untuk membesarkan anak semata wayangnya.



Desy mengungkapkan mengapa dirinya akhirnya memilih ikut bursa calon anggota legislative 2014 dengan memilih PAN sebagai kendaraan politiknya.
Ia mengaku sudah merasa siap lahir batin untuk terjun di panggung politik. Pendidikan S-2 Psikologi sudah beres sehingga modal pendidikan cukup, usia untuk siapkan mental juga sudah cukup. “Anak juga sudah ‘risih’ melihat ibunya jadi artis,” ujarnya.
Selain itu dukungan penuh dari pihak keluarga besar juga semakin memantapkan langkahnya. Menurut keluarga, inilah saatnya untuk mengabdi kepada masyarakat dan memanfaatkan ilmu yang dipelajari di jenjang pendidikan hingga S2 untuk ikut membangun bangsa.

Jumat, 03 Oktober 2014

Desy Ratnasari, Dilantik Menjadi Anggota DPR




Cantik, cerdas, dan menjadi idola banyak orang, itulah kesan yang melekat pada sosok seorang Desy Ratnasari. Artis multi talenta yang ramah dan murah senyum ini mengawali karier keartisannya sebagai gadis sampul. Kariernya terus melesat bak meteor hingga menduduki posisi artis papan atas dengan bayaran termahal. Berbagai prestasi bergengsi baik di bidang seni peran maupun tarik suara telah diraihnya. Desy menjadi artis pertama Indonesia yang cap tangannya disimpan di Planet Hollywood. Ia kini menjadi anggota DPR. Berikut kisahnya


Desy Ratnasari, Dilantik Menjadi Anggota DPR

Rabu, 1 Oktober 2014, anggota legislatif terpilih dilantik. Menjelang pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat hari ini, teras ruang rapat paripurna I di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, bak catwalk. Para anggota legislatif yang akan dilantik seolah berlomba datang dengan pakaian eksklusif.
Desy Ratnasari yang terpilih dari Partai Amanat Nasional, hadir dengan kebaya berwarna merah muda kelabu lengkap dengan sanggul dan sepatu hak setinggi 5 sentimeter. Terusan kebaya yang dipadu dengan rok panjang ketat berwarna sama hingga ke atas tumit.

Desy Ratnasari merupakan anggota legislatif dari daerah pemilihan Jawa Barat IV, yang meliputi Kabupaten dan Kota Sukabumi.
Pelantun 'Tenda Biru' yang dua kali menjanda itu tak  mengajak siapa pun pada hari-H pelantikan dirinya sebagai anggota DPR. "Nggak ada, nggak ajak siapa-siapa, saya sendiri aja. Ibu, nenek dan keluarga saya nonton pelantikan saya di televisi saja, biar lebih nyaman," ujar Desy.

Menjadi anggota DPR, Ia ingin menepis keraguan publik terhadap kemampuan artis dalam mengawal aspirasi rakyat di DPR dengan ‘aksi nyata’.
Menurutnya, keraguan semacam itu sah-sah saja karena‎ tugas di DPR memang berat.‎ Tugas sebagai wakil rakyat membutuhkan pengetahuan yang cukup, baik formal maupun informal. Tak hanya artis, anggota DPR dari latar belakang apapun juga membutuhkan bekal semacam itu.

"Apapun profesinya, tugas wakil rakyat tidak mudah, tugasnya sangat besar. Perlu mengasah pengetahuan melalui pendidikan formal. Mudah-mudahan saya bisa menjalankan kepercayaan dari Dapil saya Sukabumi," tuturnya.

Desy Ratnasari, Ingin Duduk di Komisi VIII


Resmi dilantik, Desy berharap bisa duduk di komisi yang nyambung dengan latar belakang pendidikan dan bidangnya selama ini. Makanya, ia mengincar komisi VIII yang membidangi agama, sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
"Saya sudah sampaikan ke DPP memilih untuk masuk ke komisi VIII. Saya seorang psikolog dan saya suka dengan isu soal perempuan dan perlindungan anak, kemudian dengan hal-hal lainnya yang tidak jauh dari pendidikan saya," ucap Desy.


Kalau pun tak ditugaskan di Komisi VIII, alternatif pilihan Desi adalah Komisi V yang membidangi perhubungan, telekomunikasi, pekerjaan umum, perumahan rakyat serta pembangunan pedesaan.
"Tapi semua kembali ke DPP mau ditempatkan di mana yang terpenting saya yakin DPP akan mempertimbangkan masing-masing latarbelakang kadernya untuk ditempatkan di komisi yang sesuai," katanya.