Jumat, 11 April 2014

Suara Dari Porong




Kontorversi Lumpur Lapindo

Dari berbagai penghargaan dan prestasi Ical, ia juga adalah figur yang kontroversial karena dianggap bertanggung jawab atas peristiwa semburan lumpuran Sidoarjo. Perusahaannya juga terlibat dalam kasus tender operator Sambungan Langsung International (SLI), tunggakan royalty batu bara, dan kasus pajak Bumi.

Pada bulan Mei 2006, areal sumur pengeboran gas alam milik Lapindo Brantas Inc., salah satu unit usaha Grup Bakrie, keluar semburan lumpur panas. Bencana itu telah membuat lebih dari 10 ribu orang mengungsi dan 400 hektar lahan terendam, termasuk sawah, rumah, pabrik dan sekolah. Jalan poros menuju kota Surabaya pun rusak dan akibatnya perekonomian Jawa Timur sempat lumpuh.

Pada tahun 2007, Departemen Komunikasi dan Informatika memilih Bakrie Telecom dalam seleksi tender Sambungan Langsung Internasional (SLI), sehingga menyingkirkan dua pesaing utama Bakrie Telecom, PT Excelcomindo Pratama (XL) dan PT Natrindo telepon Seluler (NTS). Hal ini menimbulkan pertanyaan karena Bakrie Telekom dianggap belum mampu memenuhi persyaratan menjadi operator SLI dari segi kesiapan infrastruktur.




Beberapa pekan sebelum pemilihan tender, Menteri Komunikasi dan Informatika Muhammad Nuh juga didapati melakukan perjalanan ke Surabaya bersama pihak Bakrie Telecom. Proses pemilihan tender sendiri tidak dijelaskan secara rinci. Akibatnya, muncul seruan agar Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Dewan Perwakilan Rakyat menyelidiki kasus ini.
Pada pertengahan tahun 2008, Menteri Keuangan Sri Mulyani menemukan bukti bahwa telah terjadi tunggakan royalti batu bara sebesar Rp 7 triliun (menurut Indonesia Corruption Watch bahkan mencapai Rp 16,482 triliun). 

Beberapa perusahaan yang menunggak (yaitu Arutmin dan Kaltim Prima) ternyata dimiliki oleh Keluarga Bakrie, dan muncul kontroversi karena perusahaan-perusahaan tersebut sempat menolak untuk membayar karena mengklaim bahwa kantor pajak masih harus mengembalikan pajak pertambahan nilai yang telah mereka bayarkan. Kasus ini segera melebar menjadi "Sri Mulyani melawan Bakrie" dan Sri Mulyani dalam wawancara dengan Wall Street Journal menuduh Bakrie sebagai salah satu orang di balik Panitia Khusus Hak Angket Bank Century karena dianggap tidak menyukai agenda reformasi Sri Mulyani.

Pada tahun 2009, petugas pajak mendapati bahwa akuntan-akuntan Bumi merekayasa pembayaran pajak pada tahun 2007 sebesar Rp 376 miliar, dan Bakrie pada saat itu merupakan salah satu pemegang saham di Bumi. Kasus ini juga dianggap dapat memanaskan kembali hubungan antara Sri Mulyani dengan Bakrie.
Selama krisis keuangan global pada tahun 2008, saham keluarga Bakrie mengalami penurunan sebesar 90%. Untuk melindungi saham-saham Bakrie agar tidak anjlok, pemerintah secara tidak langsung mensuspensi saham-saham utama Bakrie, yaitu saham PT Bakrie & Brothers, PT Bumi Resources, dan PT Energi Mega Persada. Hal ini telah diakui oleh wakil presiden Jusuf Kalla.

Pada tahun 2008, muncul kasus tunggakan dana nasabah oleh PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) karena Bakrie Life mengalami gagal bayar sebesar Rp 360 miliar kepada nasabah Diamond Investa.Hingga tahun 2014, masalah ini masih belum selesai, walaupun utang Bakrie Life ke nasabah sudah berkurang menjadi Rp 270 miliar.Bakrie Life mengaku masih belum bisa melunasi karena kesulitan likuiditas.


Berlibur Ke Pulau Cinta

Belum lama ini, tepatnya pada tanggal 20 Maret 2014, akun "DP News" mengunggah video yang berjudul "Capres ARB Bersama artis Marcella Zalianty di pulau Maladewa" di YouTube. Dalam video yang berdurasi 3 menit dan 22 detik itu, Aburizal Bakrie tampak sedang duduk di dalam sebuah pesawat pribadi bersama Wakil Ketua Komisi III DPR Azis Syamsuddin, Marcella Zalianty, dan Olivia Zalianty.
Selain video, menyebar pula foto-foto mereka di Maladewa, termasuk foto Bakrie saat sedang memeluk boneka teddy bear. Pada tanggal 23 Maret 2014, Bakrie menyelenggarakan konferensi pers bersama istrinya Tatty Bakrie, anak bungsunya Anindra Ardiansyah Bakrie, menantunya Nia Ramadhani, dan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham.




Ical  menyatakan bahwa video tersebut merupakan kampanye hitam dari lawan politiknya, dan mengungkapkan bahwa perjalanan ke Maladewa dilakukan untuk menunjukkan keberhasilan Maladewa dalam mengembangkan pariwisatanya. Idrus Marham juga menyatakan bahwa Marcela dan Olivia merupakan panitia penyelenggara kegiatan organisasi kepemudaan Golkar di Bandung dan diajak ke Maladewa karena dianggap berprestasi. 
Olivia Zalianty juga menjelaskan terkait beredarnya video tersebut. Hanya Marcela yang hingga saat ini belum berkomentar. "Hubungan dengan ARB sangat dekat, main sama anaknya sejak mereka sekolah, saat bapak juga belum menjabat sebagai menteri," katanya.

Rabu, 09 April 2014

ARB

Partai Golkar mengusung Aburizal Bakrie sebagai kandidat Presiden RI pada Pemilu tahun 2014. Pria yang akrab disapa Ical ini sebelumnya sempat  mencoba menjadi calon Presiden dari Partai Golkar pada tahun 2004. Saat itu, Ical bersaing dengan Wiranto, Prabowo Subianto, Akbar Tandjung, dan Surya Paloh. Konvensi tersebut dimenangkan oleh Wiranto. 
Akankah pria yang pernah menjabat sebagai Menkokesra dan Menko Perekonomian ini berhasil menjadi Presiden masa jabatan 2014-2019? Berikut cerita singkat tentang sosok Ical.





Biografi

Aburizal Bakrie atau yang akrab disapa Ical adalah politikus dan pengusaha. Dia lahir di Jakarta pada 15 November 1946 dari keluarga pengusaha Achmad Bakrie yang berasal dari lampung. Ical adalah anak sulung Achmad Bakrie. Ical memiliki tiga adik yakni Roosmania Odi Bakrie, Indra Usmansyah Bakrie, Nirwan Dermawan bakrie.
Ical menikah dengan Tatty Mrnitriati dan dikaruniai tiga anak yaitu Anindya Novyan Bakrie, Anindhita Anestya Bakrie, dan Anindra Ardiansyah Bakrie.
Selepas menyelesaikan kuliah di Fakultas Elektro Institut Teknologi Bandung pada tahun 1973, Ical memilih fokus mengembangkan perusahaan keluarga. Ia memimpin Kelompok Usaha Bakrie dari tahun 1992 hingga 2004. Selama berkecimpung di dunia usaha, Ical juga aktif dalam kepengurusan sejumlah organisasi pengusaha.

Pria yang akrab disapa Ical ini terbukti mampu meneruskan bisnis sang ayah, dan bahkan makin sukses kala beliau memimpin. Pada tahun 1992, Aburizal Bakrie telah dipercaya untuk memegang banyak jabatan penting di Grup Bakrie antara lain direktur, wakil direktur utama, dan direktur utama. Di bawah pimpinannya, Grup Bakrie melebarkan sayap ke berbagai bidang seperti pertambangan, kontraktor, telekomunikasi, informasi, industri baja dan media massa.
Menurut analisis para ekonom, kepiawaian manajemen untuk melihat peluang dan waktu pengambilan keputusan menjadi kunci kesuksesan Bakrie. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla pun pernah menyatakan kebanggaannya pada Ical karena ia adalah orang pribumi pertama yang mendapat titel orang terkaya di Indonesia.

Penghargaan dan Karier

Sebelum memutuskan meninggalkan karier di dunia usaha, ia menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) selama tahun 1999-2004.
Selama menduduki Ketua Umum KADIN, Ical telah berhasil menjadikan KADIN sebagai organisasi yang sangat berpengaruh terhadap kebijakan pemerintah. Pada masa kepemimpinan beliau, KADIN berhasil menuntaskan kasus penyelundupan gula, kayu, beras yang saat itu marak terjadi.
Hingga saat ini pun Ical masih lekat dengan image sebagai ketua KADIN meskipun telah lama turun dari jabatan itu. Selain di kancah bisnis dan politik, beliau ternyata juga pernah mengetuai Bidang Dana PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Indonesia) pada tahun 1985 – 1993.

Pada tahun 2004, Ical memutuskan untuk mengakhiri karier di dunia usaha setelah mendapat kepercayaan sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Kabinet Bersatu. Kemudian, pada tanggal 7 Desember 2005, setelah dilakukannya penyusunan ulang kabinet, ia diangkat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahtraan Rakyat.

Menurut daftar yang dirilis oleh majalah Forbes pada tahun 2007, Bakrie adalah orang terkaya di Indonesia. Bahkan menurut majalah Globe Asia pada tahun 2008, Bakrie adalah orang terkaya di Asia Tenggara. Namun krisis keuangan global pada tahun 2008 segera menjatuhkan peringkat Ical, dan pada tahun 2012 ia tidak lagi bertengger di daftar orang terkaya di Indonesia.
Pada 2009, ia terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar pada tahun 2009. Waktu dan energinya pun tercurah untuk mengurus partai. Pada tahun 2012, ia ditetapkan sebagai calon presiden partai Golkar untuk pemilihan umum Prsdien tahun 2014.




Berikut berbagai daftar lengkap pengalaman Organisai Ical :
1. 2009 - 2014 Ketua Umum DPP Partai GOLKAR
2. 2004 - 2009 Anggota Dewan Penasehat DPP Partai GOLKAR
3. 2000 - 2005 Anggota Dewan Pakar ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia)
4. 1999 - 2004 Ketua Umum KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) periode II
5. 1996 - 1998 Presiden, Asean Chamber of Commerce & Industry
6. 1996 - 1997 International Councellor, Asia Society
7. 1994 - 1999 Ketua Umum KADIN periode I
8. 1993 - 1998 Anggota, Majelis Pemusyawaratan Rakyat ( MPR ) periode I
9. 1993 - 1995 Anggota Dewan Penasehat, International Finance Corporation
10. 1993 -1995 Presiden ASEAN Business Forum (d/h Institute of South East Asian Business) – periode II
11. 1991 -1993 Presiden ASEAN Business Forum (d/h Institute of South East Asian Business) – periode I
12. 1989 - 1994 Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia
13. 1988 - 1993 Wakil Ketua Umum, KADIN Bidang Industri dan Industri Kecil
14. 1988 - 1993 Anggota, Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) – periode I
15. 1985 -1993 Ketua Bidang Dana PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Indonesia
16. 1984 - sekarang Anggota, PartaI Golongan Karya
17. 1984 -1988 Wakil Ketua, Asosiasi Kerjasama Bisnis Indonesia – Australia
18. 1977- 1979 Ketua Umum, HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia)
19. 1976 -1989 Ketua Umum, Gabungan Pabrik Pipa Baja Seluruh Indonesia
20. 1975  Ketua Departemen Perdagangan HIPMI
21. 1973 - 1975 Wakil Ketua Departemen Perdagangan, HIPMI

Penghargaan
1. 2014 Penghargaam "Tokoh Lampung bidang Ekonomi" dari Pemerintah Provinsi Lampung
2. 2012 Penghargaan "Nugraha Karya" dari KADIN karena dianggap berhasil membesarkan nama KADIN selama kepemimpinannya
3. 2011 "Bintang Mahaputera Adipradana" dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
4. 1997 Penghargaan “ASEAN Business Person of the Year” dari the Asean Busines Forum
5. 1995 Pengharagaan “Businessman of the Year” dari Harian Republika
6. 1986 Penghargaan “The Outstanding Young People of the World” dari the Junior Chamber of Commerce

Selasa, 08 April 2014

Kandidat Presiden RI



Kalau Jadi presiden, Sutiyoso  Lepas Jabatan Ketua Partai 

Ketua Umum Partai Keadilan dan Peratuan Indonesia (PKPI)  letjen TNI (Purn) Sutiyoso sesumbar akan meninggalkan jabatannya di partai tersebut jika dirinya terpilih menjadi RI-1 saat pemilihan Presiden 9 Juli mendatang.
"Saya ingin mengurusi seluruh rakyat Indonesia," kata Sutiyoso.
Sutiyoso juga berjanji kepada masyarakat Purnawirawan , warkawuri, dan wredatama yang tergabung dalam LBH purnawirawan untuk memperjuangkan program kaji ulang perubahan UUD 45 dengan mengevaluasi  seluruh hasil amandemen kesatu sampai keempat 1945dan tidak boleh menyimpang dari roh Pancasila sebagai landasan ideologinya.



LBH Purnawirawan melakukan kontrak politik dengan PKPI . Kontrak politik itu ditandatangani Ketua Umum PKPI Letjen TNI (Purn) Sutiyoso dan Sekjen PKPI letjen TNI (Purn) Yusuf Kartanegara sebagai pihak pertama. Sedangkan pihak kedua, LBH Purnawirawan ditandatangani ketua dan wakilnya, Anindyo Darmanto dan Marhaman Hutagalung.
Dalam perjanjian itu juga tertera akan memperjuangkan keberadaan utusan golongan di MPR RI yang proses keberadaannya tidak dilakukan melalui Pemilu , tetapi melalui pengangkatan. Menurut Sutiyoso, anggota TNI/POLRI yang jumlahnya sekitar 2 juta itu mempunyai perwakilan tanpa melalui  pemilu yang nantinya diangkat menjadi anggota MPR RI dengan ditunjuk langsung presiden.
Melalui perjanjian itu juga mantan Gubernur DKI akan meningkatkan kesejahtraan Purnawirawan TNI/Polri. 
    
Sutiyoso Realistis  Jika Berkoalisi

Sutiyoso yakin jika partainya, akan bisa bersaing dengan partai lain. yang penting seluruh Partai berkompetisi secara sehat dan tidak melakukan praktik kecurangan.
"2014 ini kami bertekad Parpol dan peserta tidak boleh gagal, orang akan beri apresiasi bila asas jujur dan adil benar-benar dilakukan." katanya.

Namun begitu, ia siap mengalah untuk tidak  menjadi calon Presiden jika partainya berkoalisi dengan partai lain untuk menghadapi Pilpres 2014.

Sutiyoso mengaku akan realistis mengikuti dinamika politik yang terjadi setelah pemilu legislatif nanti.
"Oh tdak harus, tidak harus jadi capres. kita realistis saja," katanya.

Sebagai partai kecil, target PKPI juga sangat realistis menghadapi Pemilu Legislatif. Sutiyoso menargetkan PKPI bisa lolos ke parlemen . artinya cukup mendapat suara 3,5 persen. "Yang penting bisa lolos ke Parlemen dulu, sisanya kita lihat nanti," ujarnya.


Senin, 07 April 2014

Jadi Ketua Umum PKPI



Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso aktif dalam berbagai kegiatan organisasi. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum PB PBSI periode tahun 2004-2008 dan pada 2010 menjabat Ketua Umum PKPI periode 2010-2015.

Jadi Ketua Umum PKPI

Ia juga memiliki berbagai penghargaan atas prestasinya. Pada 15 Desember 2006, ia menerima penghargaan 2006 Asian Air Quality Mangement Champion Award dari Clear Air Initiative for Asian Cities (CAI). Bekerjasama dengan Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia dan pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta atas prestasinya untuk gagasan pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) terbesar di Asia melalui Busway Penerbitan Perda No.2 tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

Gelar pahlawan pengelolaan kualitas udara di Asia diberikan dengan pertimbangan berhasil dalam mengembangkan angkutan umum Transjakarta (busway) yang mengurangi emisi gas kendaraan bermotor di Jakarta.  Pembentukan fasilitas umum itu meniru sistem Bus Rapid Transportation (BRT) di Bogota (Kolombia) dan menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia  yang mempunyai Peraturan Daerah tentang Pengendalian Pencemaran Udara (Perda No 2/2005).




Mengenai  Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), yang sebelumnya bernama Partai Keadilan dan Persatuan (PKP), adalah partai poltik yang dideklarasikan di Jakarta pada tanggal 15 Januari 1999. PKPI pertama kali ikut serta pemilu pada tahun 1999.

PKPI bermula dengan dibentuknya Gerakan Keadilan dan Persatuan Bangsa (GKPB) pada tahun 1998 yang dikoordinasikan oleh Ir. Siswono Yudhohusodo, Ir. Sarwono Kusumaatmaja, David Napitupulu, dan Tatto S. Pradjamanggala, SH.

Ketika didirikan pada 1999, Ketua umum PKPI adalah Jenderal (purn.) Edi Sudrajat. Kemuidan berdasar Sidang Paripurna Kongres Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, kepengurusan PKPI tahun 2005-2010 masih Edi Sudrajat sebagai  Ketua Umumnya. Namun kepengurusan diganti oleh Meutia Hatta sebagai Ketua Umum periode 2006-2010   menggantikan Edi Sudrajat yang meninggal pada 2006.

Berdasarkan hasil kongres III PKPI 13 April 2010 di Jakarta, untuk kepemimpinan partai tahun 2010-2015 dipegang oleh Letjen TNI (Purn) Sutiyoso sebagai Ketua Umum, Jend. TNI (Purn) Try Sutrisno sebagai Ketua Dewan Penasehat, Prof. Dr. Sri Edi Swasonio sebagai Ketua Dewan Pakar,  Sekretaris Jendral dipegang Letjen (Purn) M Yusuf Kartanegara.

Lebih lanjut, PKPI dinyatakan Komisi pemilihan Umum (KPU) lolos sebagai peserta terakhir yang ikut serta Pemilu 2014 dengan mengantongi nomor urut 15.
Dengan demikian Pemilu 2014 akan diikuti 12 partai nasional dan 3 partai lokal Aceh. 12 partai nasional adalah Partai Demokrat, Partai Golkar, PDI Perjuangan, PAN, PKS, PPP, PKB, Gerindra, Hanura, Partai NasDem, PBB, dan PKPI.
Sebelumnya KPU  menolak putusan Bawaslu soal PKPI  sebagai peserta pemilu 2014. KPU mempersilakan PKPI untuk menggugat ke PTTUN jika tak puas dengan keputusan KPU itu.


Ditunjuk Bakal Capres PKPI untuk Pemilu 2014

Musyawarah Kerja Nasional III Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) pada 2013,  menetapkan Sutiyoso untuk dimajukan sebagai bakal calon presiden pada Pemilu 2014.
"Kami membandingkannya dengan calon partai lain karena PKPI tidak ingin memilih secara asal-asalan," ujar Wakil Sekretaris Jenderal PKPI Rully Soekarta.

Sementara Sutiyoso menilai rekomendasi mukernas PKPI  sebagai amanah bagi dirinya. Namun dia meminta para kader bekerja lebih keras untuk bisa memperoleh suara sebanyak-banyaknya.
"Saya anggap itu sebagai amanah tapi saya tantang para kader untuk bertempur habis-habisan," katanya.



Minggu, 06 April 2014

Kisah Hidup Sutiyoso



Partai keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) mengusung mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menjadi calon Presiden 2014. Sebelumnya , Sutiyoso juga pernah maju menjadi calon presiden pada pemilu presiden 2009. Siapakah Sutiyoso ? Berikut kisah singkat tentang Sutiyoso

Biografi

Sutiyoso lahir di Semarang, 6 Desember 1944. Ia merupakan anak keenam dari delapan bersaudara. Ia adalah putra pasangan Tjitrodihardjo dan Sumini. Setelah tamat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Semarang  dan sempat setahun kuliah di jurusan Teknik Sipil Universitas 17 Agustus, ia masuk Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang. Ia  lulus tahun 1968. Ia 
berpindah-pindah tugas di kesatuan militer.

Periode 1998-1992, ia menjabat Asisten Personil, Asisten Operasi, dan Wakil Komandan Jenderal Kopassus.  Sosoknya mulai mencuat saat terpilih sebagai komandan resimen terbaik se-Indonesia ketika menjabat Kepala Staf Kodam Jaya pada 1994. Prestasi yang digenggamnya itu kemudian ikut menghantarkannya pada jabatan Panglima Kodam Jaya.  

Semasa menjadi panglima itu, namanya kian dikenal terutama lewat acara Coffee Morning. Lewat acara yang digelar sebulan sekali itu, Sutiyoso berdiskusi dengan sesepuh dan tokoh masyarakat dalam kaitan dengan kemanan ibukota. 




Posisinya sebagai panglima, kemudian merentangkan jalan menjadi gubernur DKI Jakarta pada 1997. Gaya kepemimpinannya disebut-sebut banyak meniru mantan Gubernur Ali Sadikin.
Sutiyoso menikah dengan Setyorini pada tahun 1974 dan dikaruniai dengan dua orang putri, Yessy Riana Diliyanti dan renny Yosnita Ariyanti

Menjadi Gubernur DKI Jakarta

Dalam usia 52 tahun. Tepatnya pada 6 Oktober 1997, Sutiyoso resmi dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 1997-2002, menggantikan Gubernur sebelumnya, Surjadi Soedirdja. Saat itu ia menjabat Panglima Kodam Jayakarta.

Sebenarnya, Sutiyoso tak pernah membayangkan bahwa pada akhirnya ia berkarier di pemerintahan sipil. Sebagai tentara ia lebih berharap dapat menjadi Panglima TNI. Namun semua berubah, karena perintah presiden.
Bagi tentara, Presiden adalah Panglima Tertinggi, dan tak ada pilihan bagi seorang prajurit selain menjalankan perintah itu. Perintah yang ia terima adalah memenangkan pemilihan Gubernur DKI Jakarta sekaligus memimpin 
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta jika ia terpilih.

Memang, Sidang paripurna DPRD DKI Jakarta akhirnya memilih Sutiyoso menjadi Gubernur DKI Jakarta. Artinya, selain dari presiden, ia juga mendapat perintah dari rakyat –dalam hal ini warga Jakarta- untuk memenangkan “peperangan” mengatasi berbagai permasalahan yang membelit Jakarta waktu itu.
Sikapnya yang taat menjalankan perintah pimpinan, kesetiaan kepada negara dan bangsa serta kesiap siagaan menjalankan konstitusi serta perundang-undangan membuat ia selalu tegar menghadapi pancaroba politik yang sangat keras saat transisi dari era Orde Baru ke era reformasi.




Dalam rentang perjalanan sejarah Provinsi DKI Jakarta, Gubernur Sutiyoso adalah kepala daerah yang paling unik. Ia memimpin Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta meniti jembatan tranformasi dan era Orde Baru ke Era Reformasi. Karena itu ia sempat bersentuhan langsung dengan lima Presiden RI, yakni Presiden Soeharto, B J Habibie, K H Abdurachman Wahid, Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono.
Awal kehadirannya sebagai orang nomor 1 di Balai Kota Jalan Medan Merdeka Selatan, ia sempat dicurigai sebagai “orang Orde Baru,” namun seiring dengan perjalanan waktu, Sutiyoso yang akrab disapa “Bang Yos,” menjadi sahabat akrab warga Jakarta.

Ia pula yang menjadi nahkoda saat badai krisis ekonomi mendera Indonesia dan sejumlah negara di Asia. Karena itu setiap kali berkisah tentang pengalamannya selama 10 tahun memimpin Ibukota Jakarta, Bang Yos selalu membaginya dalam dua tahap yakni:
Tahap Pertama (1997-2002) masa survival yang penuh tantangan dan disebutnya “mendayung di tengah dua karang.” Selanjutnya Tahap Kedua (2002-2007) masa yang memungkinkan baginya membangun Kota Jakarta.

Kamis, 03 April 2014

Mengejar Mimpi Menjadi Orang Nomor Satu



Elektabilitas Dahlan Iskan Tertinggi di Konvensi Capres  Partai Demokrat

Lembaga survey menyatakan tingkat elektabilitas Dahlan Iskan tertinggi dalam bursa Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat, mengalahkan 10 peserta lainnya.
Menteri BUMN itu berada pada posisi teratas dengan elektabilitas mencapai 24,7 persen, disusul oleh Marzuki Alie 3,3 persen, Gita Wirjawan 2,7 persen, Ali Masykur Musa 2,1 persen, dan Anies Baswedan 1,6 persen.
Selanjutnya, Pramono Edhie Wibowo meraih 1,4 persen, disusul Irman Gusman 1,2 persen, Sinyo Harry Sarundajang 1,1 persen, Hayono Isman 0,4 persen, Endriartono Sutarto 0,3 persen, dan di posisi buncit Dino Pati Djalal dengan 0,3 persen. Adapun sisa 60,8 persen adalah jumlah responden yang tidak tahu dan tidak memilih.
Menanggapi hal itu, chairman dan chief executive officer (CEO) Jawa Pos periode 1984-2005 itu mengaku siap kalah dalam kontestasi yang digelar partainya itu.

"Alhamdulillah saya ranking tertinggi dibanding peserta lain. Ini hasil dari berbagai lembaga survei yang selama ini melihat konvensi," kata Dahlan. 

Meski elektabilitasnya tertinggi, mantan direktur utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) ini menyadari bukan berarti ia akan menjadi pemenang dalam konvensi kali ini. "Dalam politik, satu tambah satu bukan berarti dua. Bisa satu atau yang lain," katanya.

Ia juga menyadari semua risiko, mengingat para tokoh yang ikut dalam konvensi ini masing-masing mempunyai kekuatan yang harus diperhitungkan. Ini yang sering menjadi kejutan di akhir sebuah kegiatan.

"Saya siap kalah. Saya siap menang. Saya sudah perhitungkan semua. Saya harus terima itu bila terjadi. Saya optimistis, persaingan berat," katanya.


Dahlan Iskan dan Harmoko
Mengawali Karier Menjadi Wartawan

Pada tanggal 17 Oktober 2011, Dahlan Iskan ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  sebagai pengganti Menteri BUMN Mustafa Abubakar yang menderita sakit. Dahlan dilantik menjadi menteri BUMN pada 19 Oktober 2011.

Ditunjuk menjadi menteri, Dahlan terisak dan terharu. Bukannya senang, Dahlan mengaku sedih ketika harus meninggalkan PLN."Sebetulnya saya menangis dan saya menangis karena harus meninggalkan PLN," ujar Dahlan kala itu.



Kesedihan itu bukan tanpa alasan karena menurutnya PLN dalam kepemimpinannya sedang dalam semangat tinggi dan ia harus pergi untuk menjabat sebagai Menteri BUMN. 

"Kenapa saya menangis saat diangkat menjadi menteri? Karena saya masih punya utang, khususnya belum bisa menyelesaikan listrik di Sumut.
Karena saat itu untuk mendapat izin saja sulit sekali. Sehingga saya perang terbuka dengan gubernur saat itu. Tapi akhir tahun ini akan selesai, karena pembangkit 2 x 200 MW sudah selesai di Pangkalan Susu," tutur Dahlan dalam seminar yang diadakan di GBI Medan Plaza,  2013 lalu.

Dengan diangkatnya Dahlan menjadi Menteri, ia menjadi wartawan kedua setelah Harmoko yang sukses menjadi menteri.

Karier Dahlan Iskan dimulai sebagai calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda (Kalimantan Timur) pada tahun 1975. Tahun 1976, ia menjadi wartawan majalah Tempo. Sejak tahun 1982, Dahlan Iskan memimpin surat kabar Jawa Pos hingga tahun 2009. Jawa Pos kemudian digantikan putranya Azrul Ananda.


Sedangkan Harmoko adalah politikus Indonesia yang pernah menjabat sebagai Menteri Penerangan Indonesia pada masa Orde Baru, dan Ketua MPR pada masa pemerintahan BJ Habibie. Dia pernah menjabat sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia, dan kemudian menjadi Menteri Penerangan di bawah pemerintahan Soeharto.

Pada permulaan tahun 1960-an, setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas, Harmoko bekerja sebagai wartawan dan juga kartunis di Harian Merdeka dan Majalah Merdeka. Pada tahun 1964 ia bekerja juga sebagai wartawan di Harian Angkatan Bersenjata, dan kemudian Harian API pada 1965. Pada saat yang sama, ia menjabat pula sebagai pemimpin redaksi majalah berbahasa Jawa, Merdiko (1965). Pada tahun berikutnya (1966-1968), ia menjabat sebagai pemimpin dan penanggung jawab Harian Mimbar Kita. Pada tahun 1970, bersama beberapa temannya, ia menerbitkan harian Pos Kota.

Rabu, 02 April 2014

Sakit, Dahlan Iskan Sempat Kehilangan Harapan Hidup





Tahun 2005, Dahlan Iskan mengalami sakit yang amat parah. Bahkan, ia sudah hampir kehilangan harapan hidup. Sepanjang saluran pencernaannya sudah penuh dengan gelembung darah yang siap pecah dan akan diikuti dengan muntah darah atau buang air darah. Kondisinya ini baru diketahui setelah dia mengalami muntah darah.
Dalam kondisi seperti itu, Dahlan masih aktif menjalankan tugasnya sebagai pimpinan Grup jawa Pos maupun sebagai CEO perusahaan daerah Jatim yang lagi giat-giatnya membangun tiga proyek besar yakni pabrik conveyor belt, gedung ekspo, dan shorebase.


Sakit, Dahlan Iskan Sempat Kehilangan Harapan Hidup

Harapan hidup semakin tipis setelah diketahui limpanya sudah membesar. hatinya dipastikan sudah penuh kanker. Ukuran kankernya sudah besar-besar, 2 cm, 4 cm, dan 6 cm. Bibit-bibit kanker lain masih puluhan jumlahnya.
"Sudah tiga kali lipat lebih besar dari normal. Itu berarti limpa tersebut sudah siap meledak yang menjadi penyebab kematian kapan saja. Apalagi status hati saya yang terkena virus hepatitis B pun sudah meningkat menjadi sirosis, mengeras dan tidak berbentuk hati lagi," Dahlan menjelaskan kondisinya saat itu.
Saking parahnya kondisi hati Dahlan, hanya transplantasi yang bisa menyelamatkan. Pada tahun 2007, akhirnya Dahlan memutuskan operasi transplantasi hati. Dokter ahli yang mengani berkata jika operasi berhasil hanya akan  

“Kalaupun itu bisa didapat dan kalaupun itu nanti sukses, paling hanya bisa menambah umur lima tahun,” kata dokter ahli di Singapura, seperti dikutip dalam blog dahlaniskan.wordpress.com.

“Tapi, tambah umur lima tahun kan lumayan. Waktu itu nanti umur Anda kan sudah 61 tahun. Sudah lebih pantas meninggal,” kata dokter itu. Dahlan dan dokter itu cukup akrab sehingga sekeras apapun ucapan dokter itu tak membuat Dahlan kecewa. 

Dahlan mengakui tekadnya untuk melakukan transplantasi sempat kendur. Alasannya, biayanya mahal sekali tapi belum tentu berhasil. Kalau pun berhasil hanya untuk lima tahun dan belum tentu tambahan umur itu bisa dinikmati dengan baik karena kualitas hidup pascaoperasi hati sangat rendah. 

"Tapi, orang hidup itu tidak boleh pesimistis. Tidak boleh putus asa," kata Dahlan. "Tapi, saya juga tidak terlalu berharap banyak. Takut kecewa. Orang yang tidak berharap banyak bisa lebih bahagia."

Setelah dioperasi, kenyataan berkata lain. Prediksi dokter meleset. Dahlan bisa hidup lebih lama dari lima tahun dalam kondisi yang baik. Senin, 6 Agustus 2012, genap lima tahun "hidup baru" Dahlan.




Genap lima tahun pasca operasi Dahlan berucap syukur. "Hari ini, genap lima tahun saya "hidup baru". Allahu Akbar," tulis Dahlan di blognya, dahlaniskan.wordpress.com.

"Kalau teringat begitu parahnya kondisi badan saya lima tahun lalu, rasanya tidak terbayangkan saya masih bisa hidup hari ini. Apalagi dengan kualitas hidup yang nyaris sempurna seperti sekarang ini. Allahu Akbar!" dia menambahkan dalam blognya.

Kisah Hidup Dahlan Iskan Dibuat Film

Setelah film biografi Habibie & Ainun, muncul film-film biografi lainnya seperti Soekarno, Jokowi, Sang Kyai, dan Sang pencerah. Menteri BUMN Dahlan Iskan pun ikut kebagian kisah hidupnya diangkat ke layar lebar.

Film itu diberi judul Sepatu Dahlan  yang dibuat berdasarkan buku best-seller berjudul sama. Film Sepatu Dahlan berkisah tentang masa kecil Dahlan Iskan yang ingin memiliki sepatu dan sepeda untuk pergi ke sekolah. Karakter masa kecil Menteri BUMN tersebut akan diperankan oleh Aji Santosa.

Rizal berharap film ini bisa menginspirasi generasi muda sekarang. “Semoga pesan yang ingin disampaikan di film ini bisa menginspirasi anak-anak dan generasi muda bangsa,” harap Rizal Kurniawan selaku produser film tersebut.

Sepatu Dahlan akan diarahkan oleh sutradara Benni Setiawan yang pernah membesut Laskar Pelangi Sekuel 2 Edensor. Bintang-bintang lain yang turut memeriahkan film ini antara lain Donny Damara, Kinaryosih dan Ray Sahetapy.

Sepatu Dahlan kisah nyata seorang bocah bernama Dahlan, yang hidup dibawah garis kemiskinan namun memiliki cita-cita yang sangat tinggi. 

Mengetahui kisahnya akan diangkat ke layar lebar, Dahlan Iskan merasa terharu lantaran masih ada orang-orang yang peduli dengan cerita hidupnya, yang juga dimuat dalam sebuah novel.

"Saya merasa terharu, masih ada orang yang tergerak hatinya untuk mengeluarkan sebagian uangnya demi membuat film bagi anak-anak desa. Saya terharu sekali dengan ini," ungkap Dahlan.





Lebih lanjut, ia juga menceritakan tentang proses perijinan yang dilakukan produser dan ekskutif produser film Sepatu Dahlan untuk dapat mengisahkan perjalanan hidupnya menjadi sebuah karya layar lebar.  
"Saya suatu pagi sedang senam didaerah Monas, tiba-tiba Riza dan Thamrin datang mengikuti saya sampai kekantor dan mereka meminta ijin novel saya untuk difilmkan. Saya bilang tidak memiliki hak untuk mengijinkan atau tidak mengijinkan langsung saja tanya sama penulis novelnya,"ujar Dahlan Iskan.

Selain itu selama proses produksi film ini,ia mengaku tidak sama sekali ikut campur atau menitipkan apapun dalam pembuatannya. Dahlan memberikan kebebasan sepenuhnya kepada sang sutradara untuk membuat film ini.

"Satu lagi ketika saya tahu novelnya akan difilmkan, saya tidak menitipkan atau memberikan pesan apapun karena saya tahu karya sastra itu tidak untuk dititipkan atau dibebankan," katanya.
Film Sepatu Dahlan  mulai dirilis di bioskop pada 10 April 2014.