Kamis, 17 April 2014

Balada Sang Legenda




Iwan Fals adalah legenda hidup  musik Indonesia. Ia tak hanya fenomenal dalam jagad tarik suara. Berkat kejujuran dan sikap kritisnya dalam mengamati dan merefleksikan hidup dan kehidupan, ia memiliki kharisma yang begitu kuat, terlebih di kalangan jutaan penggemarnya yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara.

Berkat itu pula, ia kemudian banyak diperbincangkan dalam wacana yang lebih luas. Iwan menjadi superstar, lebih dari dunia musik yang digelutinya. Salah satu dunia yang kerap menempatkan nama Iwan dalam daftar pembicaraan, adalah dunia politik. Namun Iwan yang jelas, Iwan tak mau terjun ke dunia politik.  Berikut kisah singkat Iwan Fals.


Awal Karier

Iwan Fals yang bernama lengkap Virgiawan Listanto, lahir 3 September 1961 di Jakarta. Ia lahir dari Lies (ibu) dan Kolonel Anumerta Sucipto (Ayah). Ia mempunyai ayah tiri Haryoso (almarhum).
Masa kecil Iwan Fals dihabiskan di Bandung. Bermain gitar dilakukannya sejak masih muda. Bahkan ia mengamen untuk melatih kemampuannya bergitar dan mencipta lagu.

Bicara tentang perjalanan karier musiknya, Iwan Fals mengaku semua dimulai ketika ia aktif ngamen di Bandung saat masih berumur berumur 13 tahun atau masih duduk di bangku SMP.

Iwan Fals belajar memainkan gitar dari teman-teman nongkrong. Setiap kali teman-temannya bermain gitar dan memainkan lagu-lagu Rolling Stones, Iwan Fals suka memperhatikan hingga akhirnya ia nekat memainkan gitar.

Untuk menarik perhatian teman-temannya, Iwan Fals membuat lagu-lagu yang liriknya lucu, humor, bercanda-canda, merusak lagu orang.



Ketika di SMP 5 Bandung, Iwan Fals juga menjadi gitaris kelompok paduan suara sekolah.

Dulu Iwan Fals memilki manajer bernama Engkos, seorang tukang bengkel sepeda motor. Karena kerja di bengkel yang banyak didatangi orang, dia selalu tahu kalau ada orang yang punya hajatan. Karena itulah Iwan Fals pun mulai sering tampil di acara-acara hajatan.

Karier bermusik Iwan Fals makin terbentuk saat ada produser musik dari Jakarta ke Bandung dari Jakarta. Waktu itu Iwan Fals baru sadar kalau ternyata lagu-lagu yang ia ciptakan sudah terkenal di Jakarta.
Ia lalu menjual sepeda motornya untuk biaya membuat master. Iwan rekaman album pertama bersama rekan-rekannya, Toto Gunarto, Helmi, dan Bambang Bule yang tergabung dalam Amburadul, namun album tersebut gagal di pasaran dan Iwan kembali menjalani profesi sebagai pengamen. Album ini sekarang menjadi buruan para kolektor serta fans fanatik Iwan Fals.

Setelah dapat juara di festival musik country, Iwan ikut festival lagu humor. Lagu-lagu humor milik Iwan sempat direkam bersama Pepeng, Krisna, dan Nana Krip serta diproduksi ABC Record. Namun sayang lagu itu juga mengalami kegagalan dan hanya dikonsumsi oleh kalangan tertentu saja.

Sampai akhirnya, Iwan masuk Musica Studio. Sebelum ke Musica, Iwan sudah rekaman sekitar 4-5 album. Di Musica, barulah lagu-lagu Iwan digarap lebih serius. Lagu Sarjana Muda , misalnya

Saat rekaman di Musica, Iwan tetap menjalani profesinya sebagai pengamen. Ia mengamen dengan mendatangi rumah-rumah satu demi satu, kadang di Pasar Kaget atau Blok M.  Album Sarjana Muda ternyata banyak diminati dan Iwan mulai mendapatkan berbagai tawaran untuk bernyanyi. Ia kemudian sempat masuk televisi setelah tahun 1987.


Nama Fals

Iwan Fals sempat tinggal di Jeddah, Arab Saudi ikut saudaranya selama 8 bulan. Selama di Jeddah itu, Iwan Fals selalu menyanyikan dua lagu untuk hiburannya, yaitu Sepasang Mata Bola dan Waiya.

Ketika pulang dari Jeddah, lahir nama Fals yang hingga kini disandangnya. Nama Fals didapat sewaktu dalam perjanan dari Jeddah kembali ke Jakarta. Waktu pulang dari Jeddah pas musim Haji, di pesawat orang-orang pada bawa air zam-zam, Iwan hanya menenteng gitar kesayangannya.

Melihat ada anak kecil bawa gitar di pesawat, membuat seorang pramugari heran. Pramugari itu lalu menghampiri Iwan dan meminjam gitarnya. Tapi begitu baru akan memainkan, pramugari itu heran. Suara gitar milik Iwan terdengar fals.

Setelah membetulkan steman nada gitar, pramugari itu lalu mengajari Iwan memainkan lagu Blowing in the Wind-nya Bob Dylan. Peristiwa itulah yang menginspirasi Iwan menambahkan Fals di belakang namanya yang hingga kini dipakainya.


Selasa, 15 April 2014

Gagal di Konvensio Partai Demokrat



Mantap Mengikuti Konvensi Capres 2014 Partai Demokrat

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan hari ini mengatakan niatnya semakin mantap untuk mengikuti konvensi calon presiden 2014 yang digelar Partai Demokrat. Konvensi berlangsung mulai Juni 2012.
“Kalau diperkenankan, saya siap, Insya Allah,” kata Gita.
Ia juga siap bersaing dengan tokoh-tokoh nasional lain seperti Ketua DPR Marzuki Alie, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Pramono Edhie Wibhowo, Irman Gusman, Ali Masykur Musa, Anies Baswedan, Hayono Isman, Sinyo Harry Sarundajang, Endriartoro Sutarto, dan Dino pati Djalil.
“Ini kan demokrasi. Semakin banyak semakin baik. Saya siap,” ujarnya.






Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Kastorius Sinaga menilai Menteri Perdagangan Gita Wirjawan paling siap mengikuti konvensi capres Demokrat.
“Dari seluruh tokoh nasional yang tertarik mengikuti konvensi capres, yang mengatakan telah siap adalah Gita Wirjawan. Dengan demikian dia mengedukasi masyarakat bahwa ini konvensi yang profesional,” kata Kastorius.
Kastorius berpendapat, tokoh yang ingin bertarung dalam konvensi Partai Demokrat setidaknya harus memiliki jabatan selevel menteri. Selain itu mereka juga harus memenuhi 4 faktor utama, yaitu elektabilitas, sumber daya ekonomi, visi, dan tampilan.
“Dari kriteria yang ada, saya lihat Gita memiliki visi ekonomi teruji yang telah diakui dunia internasional. Dia cukup berhasil membawa ekonomi Indonesia ke abad 21,” ujar Kastorius.



Pada 31 Januari 2014,  Gita Wirjaman mundur dari posisinya sebagai Menteri Perdagangan untuk fokus mengikuti konvensi calon Presiden Partai Demokrat 2014. Posisinya sebagai Menteri perdagangan digantikan Muhammad Luthfi.
Ia memutuskan ikut konvensi tidak ada pihak yang mendesak dia mundur dari jabatan Menteri Perdagangan. Gita mengaku keikutsertaan dalam konvensi capres adalah niat pribadi. Dia akan maksimal dan terus berusaha untuk bisa menjalani konvensi dengan baik.
Hingga usai pemilu legislative 2014, Partai Demokrat belum juga mengumumkan siapa calon presiden dari Partai berlambang Mercy tersebut.  
Gita Wirjawan yakin memiliki peluang besar terpilih sebagai capres dari partai tersebut.
"Saya yakin yang terbaik yang akan dipilih, siapapun. (Yang dilakukan) Doa saja dan ikhtiar," ujarnya usai melakukan pencoblosan di TPS 005, Jalan Setia Budi VIII, Jakarta Selatan, Rabu (9/4/2014).

Gita mengatakan, untuk menghimpun dukungan, dirinya telah banyak melakukan kunjungan ke daerah untuk bertemu dengan masyarakat dan tokoh-tokoh.
"Saya sering ke daerah bertemu dengan rakyat dan tokoh-tokoh masyarakat yang sangat care dengan negara kita, saya selalu menyuarakan siapapun yang dipilih itu yang terbaik agar kita bisa lebih baik ke depan," lanjutnya.

Mengenai tahapan selanjutnya sebagai bagian dari proses konvensi tersebut, Gita mengatakan hanya tinggal menunggu keputusan partai mengenai siapa yang akan terpilih untuk maju sebagai calon presiden.
"Yang saya dengar tidak ada lagi (ajang debat peserta konvensi). Hari ini saya rasa akan menentukan percakapan ke depan karena untuk kepentingan politik kita ke depan," jelasnya.

Sementara itu merujuk hasil Quick count sejumlah lembaga, suara Partai Domokrat masih di kisaran 9 persen. Angka ini jauh dari target.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Nurpati  mengatakan partainya tak bersikeras mengajukan calon presiden. Lalu bagaimana nasib kelanjutan konvensi Capres partai Demokrat?
Ketua komite Konvensi Capres Partai democrat Maftuh Basyuni saat dikonfirmasi masih belum mengetahui belum mendapat arahan apapun dari Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono terkait hasil Pemilu egislatif 2014. Namun jika melihat hasil hitung cepat, Maftuh pesimis Partai democrat bisa mengajukan Capres.
“Sebetulnya kalau logikanya konvensi jadi kurang berperan . kalau Capres , kan dapat 20 persen. Dapat 15 persen saja bagus dan bisa koalisi,” kata Maftuh seperti dikutip Kompas.
Meski dianggap tak lagi relevan lagi untuk dilanjutkan, Maftuh mengatakan akan tetap melaksanakan tugasnya hingga tuntas. Tahapan yang dilakukan saat ini adalah survey akhir dari 11 peserta konvensi untuk menjadi 1.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengakui kekalahan partainya dan mengucapkan selamat kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Golkar, dan Partai Gerindra yang mendapatkan suara di atas Partai Demokrat. 
Dalam jumpa pers pada Rabu (9/4/2014) malam itu, SBY juga menyatakan bahwa Demokrat membuka koalisi dengan siapa pun, termasuk Partai Gerindra, yang sudah menyatakan Prabowo Subianto sebagai bakal capresnya.





Dijagokan sebagai Cawapres  


Partai Demokrat berada pada urutan empat dalam hasil hitung cepat Pemilu legislatif 2014 dengan angka berkisar 9 persen. Ketua DPP Demokrat Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, dalam jumpa pers, Rabu (9/4/2014),  mengakui kekalahan Partainya dan meberi selamat kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Golkar, dan partai Gerindra yang mendapat suara di atas partai Demokrat.

SBY juga menyatakan bahwa Demokrat membuka koalisi dengan siapapun.

Sementara itu, Gita Wirjaman, namanya sering disebut-sebut cocok untuk menjadi pendamping Joko Widodo yang menjadi Capres dari PDI Perjuangan.
Disinggung mengenai itu, Gita hanya menyatakan dirinya tidak bisa mengambil keputusan sebelum proses konvensi di Partai Demokrat selesai dilakukan.

"Saya sangat menghormati kalau saya disukai oleh orang banyak. Tapi saya juga sangat menghormati konvensi, jadi saya tidak bisa mengambil sikap apapun sebelum konvensi ini tuntas. Kan ini tinggal tiga minggu lagi, saya rasa sabar saja," ucapnya.





Tak hanya dijagokan untuk mendampingi Jokowi, menurut LSM Lingkaran Nurani, cawapres yang ideal mendamping Prabowo subianto adalah Gita Wirjawan. Hal ini lantaran sepak Gita Wirjawan dinilai sukses dalam hal ekonomi.

"Duet Prabowo dan Gita Wirjawan bisa lebih fokus mengembangkan sektor ril di Tanah Air dan memberikan angin segar bagi iklim investasi karena ada kepercayaan asing (magnet Gita)," kata Sekjen LSM Lingkaran Nurani Ahmad Azhar kepada Liputan6.com di Jakarta, Sabtu (12/4/2014).

Dia menambahkan, Gita adalah tokoh muda yang berprestasi pada bidang ekonomi dan tokoh senior sepert Prabowo memberikan kesempatan kepada generasi muda memimpin dan berkontribusi bagi bangsa.

"Saat ini think tank-nya Prabowo sudah  sangat serius dan intens. Menggodok satu nama yang pas dan akan melengkapi Prabowo sebagai presiden RI," kata Azhar.

Azhar menyebutkan, salah satu pensiunan jenderal dalam lingkaran Prabowo menyatakan karekter Gita sangat kuat dan terbukti secara berani mengambil keputusan mundur sebagai Mendag. "Inilah yang membuat Prabowo terbius karakter Gita Wirjawan," sambung dia.

Dia yakin cawapres yang akan mendampingi Prabowo Subianto sebagai presiden akan jatuh pada sosok yang berkakter, tokoh muda, dan pintar serta berani mengambil keputusan.

"LSM lingkaran nurani sangat berkeyakinan Gita bisa membawa bangsa ini jauh lebih baik ke depan jika berpasangan degan Prabowo Subianto dan koalisi Gerindra dan Demokrat dimana Prabowo dan Gita sebagai capres-cawapres akan membangkitkan semangat bangsa dan memaksimalkan kepercayaan diri rakyat bahwa sesungguhnya Indonesia bisa lebih baik dari hari ini," tandas Ahmad.

Senin, 14 April 2014

Menjadi Ketua Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI)




Pada tanggal 14 Desember 2012, Gita resmi menjabat sebagai ketua PBSI periode 2012-2016  setelah terpilih dalam Munas PBSI di Yogyakarta pada 20-22 September 2012.
Dalam masa kepemimpinannya, Gita melakukan perombakan di PBSI. Salah satu hal terpenting yang dilakukan GW adalah menempatkan para pemain sebagai pusat perhatian. Dengan tangan dinginnya, Gita berhasil menarik banyak sponsor dan sebagian besar uang yang masuk itu dialirkan untuk meningkatkan kesejahteraan para pemain.  83 atlet di pelatnas mendapat individual sponsorship. Penghasilan pemain dan pelatih naik 50-100 persen.

Gita juga melibatkan para bintang bulutangkis senior untuk melatih para calon bintang muda ataupun terlibat dalam struktur kepengurusan PBSI. Dari Tan Joe Hok, Rudy Hartono, Christian Hadinata, Lius Pongoh, sampai Ricky Subagja serta Rexy dan Richard Mainaky kini terlibat dalam pembinaan pemain muda. Ivanna Lie bahkan berhasil diajak terlibat walau bintang legendaris itu pernah menyatakan tak akan mau membantu bulutangkis Indonesia, bertahun-tahun yang lalu.

Gita percaya pada pembinaan sejak kecil. Salah satu sponsor terbesar adalah perusahaan Coca Cola yang berkomitmen menyediakan jutaan raket gratis bagi anak-anak Indonesia agar budaya bulutrangkis kembali tumbuh di masyarakat.

Di bawah Gita, PBSI membangun sekolah atlet di pusat pelatihan di Cipayung. Sekolah ini sengaja didirikan dengan tujuan menjaga agar pendidikan para atlet yang berada di kamp pelatihan tidak terabaikan. Gita tak ingin bahwa para atlet sampai kehilangan kesempatan memperoleh kualitas pendidikan terbaik hanya karena mereka mendedikasikan diri dalam dunia bulutangkis.



Ketika Gita diangkat menjadi Ketua PBSI, dalam waktu setahun, bulutangkis Indonesia kembali berkibar setelah sekian tahun terpuruk. Salah satu puncak prestasi pada 2013 adalah ketika dua pasangan Indonesia menyabet dua medali emas di Kejuaraan Dunia di Cina. Apalagi kemenangan itu diraih di kandang Cina, di hadapan ribuan penonton Cina fanatik, sementara Indonesia hanya didukung oleh sekitar 35 penonton.
Atas prestasi yang diraihnya, Gita dinobatkan sebagai pembina olahraga terbaik oleh Komite Olimpiade Indonesia (KOI).
“Kami memberikan awards kepada mereka yang berprestasi dan berkontribusi terhadap dunia olahraga Indonesia pada 2013,”  kata Ketua KOI, Rita Subowo.

Sementara  itu, Gita Wirjawan mengatakan, penghargaan yang didapatnya didekasikan untuk para pelatih, atlit dan pemanku kebijakan di Bulutangkis Indonesia.

“Kami cukup bangga dengan prestasi yang selama ini diraih untuk cabang olahraga bulu tangkis. Semoga bulu tangkis bisa tetap berjaya dan tetap menjadi primadona,” tuturnya.


Minggu, 13 April 2014

Kisah Hidup Gita



Gita Wirjaman mundur dari posisinya sebagai Menteri Perdagangan untuk fokus mengikuti konvensi calon Presiden Partai Demokrat 2014.  Mampukah Gita bersaing dengan 10 peserta konvensi lainnya?  Berikut cerita singkat mengenai sosok Gita Wirjaman


Perjuangan Meraih Gelar Sarjana 

Gita Wirjaman lahir di Jakarta, 21 September 1965. Ia merupakan putra dari pasangan Wirjaman Djojosoegito dan paula Warokka Wirjaman.
Sejak muda, Gita telah menempuh pedidikan di luar negeri. Gita menghabiskan masa remaja di Bangladesh dan India mengikuti orang tuanya. Ayahnya dokter ahli kesehatan masyarakat yang diberi tugas sebagai perwakilan Indonesia di WHO.

Matematika dan musik adalah dua mata kuliah utama yang dipelajarinya di Amerika. Namun ibunya Paula Warokka tak suka dia belajar musik karena khawatir Gita tak mudah mencari kerja. 
Karena kecintaannya pada sang ibu, Gita banting stir mengambil kuliah ekonomi. Akhirnya Gita lulus Master of Business Administration di Baylor University, Amerika Serikat tahun 1989.

Sebelumnya Gita harus menjalani masa-masa sulit dengan  bertahan hidup dan meneruskan kuliah di Amerika Serikat. Ayahnya saat itu sudah pensiun dan memberinya bekal tidak lebih dari seperempat biaya kuliah di sana. 
Saat sulit, Gita selalu teringat kata-kata Winnie the Pooh "You're bigger than what you think you are"
Dia menunjukan ketangguhannya bertahan di masa sulit dengan memanfaatkan banyak kesempatan. Berbagai pekerjaan kasar pernah dilakoni untuk mengumpulkan uang. Mulai menjadi pembersih toilet, pencuci piring di restoran, supir hingga sempat berjualan kulit ular. Di sela-sela libur kuliah, dia juga rajin memberi les piano. Di situlah dia bertemu pertama kalinya dengan Yasmin Stamboel, cucu pahlawan Otto Iskandar Dinata yang kemudian menjadi istrinya.





Berangkat dengan beasiswa musik, Gita berhasil pulang membawa kebanggaan ibunya dengan tiga gelar bidang akuntansi, administrasi bisnis dan ilmu administrasi publik
Gita mendapatkan Bachelor Degree in Accounting (BBA) di University of Texas, Austin, Amerika Serikat pada tahun 1988. Lulus sebagai akuntan, Gita meraih lisensi Certified Public Accountant untuk negara bagian Texas. Untuk memperluas pengetahuannya, Gita melanjutkan pendidikan Master of Business Administration (MBA) di Baylor University, Amerika Serikat, pada tahun 1989. 
Gita sempat pulang dan berkarier di Indonesia sebelum kemudian menempuh pendidikan lagi di Amerika Serikat dan memperoleh gelar Master of Public Administration (MPA) di Kennedy School of Government, Harvard University, Amerika Serikat pada tahun 2000.



Menjadi Menteri Perdagangan 

Setelah berhasil menamatkan kuliah S2 nya di Harvard , Gita  bekerja di Goldman Sachs Singapura hingga tahun 2004. Goldman Sachs adalah sebuah bank yang didirikan oleh Marcus Goldman. Pada tahun 2005 ia pindah bekerja ke ST Telekomunikasi, Singapura. Di perusahaan tersebut, ia bekerja selama kurang lebih satu tahun sebelum akhirnya berlabuh ke JP Morgan Indonesia.
Dalam tugasnya sebagai Presdir JP Morgan Indonesia inilah Gita mencium adanya gelagat bakal terjadinya resesi ekonomi di Amerika, yang dampaknya akan meluas ke seluruh dunia. Ia berusaha memberitahukan pandangannya tersebut kepada pemerintah, ekonom, serta kalangan pengusaha, namun tidak ada pihak yang menggubrisnya. Karena itulah ia berancang-ancang mendirikan perusahaan investasi sendiri dan mulai mempersiapkan dana untuk membeli saham-saham perusahaan yang diperkirakan akan jatuh terimbas krisis global nantinya.

Tahun 2008, Gita mewujudkan ambisinya untuk mundur dari JP Morgan dan mendirikan Ancora Capital. Perusahaan barunya ini berfokus pada investasi di sektor energi dan sumber daya alam. Tangan dinginnya mengelola Ancora harus diakui saat hanya dalam hitungan bulan, perusahaan ini mengambil alih sebagian saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk, PT Bumi Resources Tbk, PT Multi Nitrat Kimia, perusahaan properti di Jakarta, dan sebuah perusahaan properti di Bali.



Ancora Capital telah berhasil menghimpun dana investasi (private equity fund) dari para investor asal Timur Tengah, Malaysia, dan Brunei yang mencapai 300 juta dollar AS. Private equity fund yang dibentuk Ancora Capital ini merupakan private equity fund pertama yang didirikan dan memenuhi ketentuan syariah (sharia-compliant private equity fund).
Pada 11 November 2009, Gita bergabung dengan Kabinet Indonesia Bersatu jilid II sebagai Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM). Gita sukses membuktikan kepemimpinannya dengan meningkatnya realisasi investasi. Ia dianggap sebagai pemasar andal bagi investor asing untuk menanamkan modalnya di negeri ini. 

Selanjutnya pada tahun 2011, ia mendapatkan kepercayaan yang lebih besar dengan ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Menteri Perdagangan menggantikan Mari Elka Pangestu. Baru beberapa hari menjabat, Gita terlihat memiliki sikap yang tegas dan jelas terkait masalah produk impor. Prinsipnya, ia tidak setuju kalau impor justru menimbulkan ketergantungan. Selain itu, ia menyatakan akan berfokus pada perdagangan.
Meski telah disibukkan oleh aktivitas pemerintahan dan bisnis yang begitu padat, Gita tidak bisa seratus persen pergi dari musik dan golf yang dicintainya. Ia juga memiliki label rekaman (Omega Pacific Production) yang telah menghasilkan beberapa album jazz dan pop. Gita juga mendirikan Ancora Golf, sebuah sekolah golf untuk mencetak para pegolf muda berbakat yang memiliki fasilitas bagus dan di mana ia juga mendanai biaya hidup bagi para siswa di sana. 

Kepedulian Gita terhadap pendidikan salah satunya terwujud dengan mendirikan Ancora Foundation, sebuah yayasan yang bergerak di bidang kemanusiaan khususnya pendidikan. mendirikan Ancora Foundation memfokuskan diri pada donasi pendidikan untuk pemuda Indonesia dengan membuat beberapa program beasiswa untuk bersekolah di beberapa universitas ternama di dalam dan luar negeri.
Pada 31 januari 2014, ia menyatakan mundur dari posisinya sebagai Menteri Perdagangan  untuk fokus mengikuti konvensi Partai Demokrat 2014. Posisinya sebagai Menteri Perdagangan diganti Muhammad Lutfi.

Calon Presiden Tunggal Versi Golkar




Aburizal Bakrie Jadi Calon Presiden Tunggal dari partai Golkar  

Aburizal Bakrie terpilih sebagai ketua umum baru Partai Golkar, mengalahkan pesaing terdekatnya , Surya Paloh, dengan keunggulan sekitar 50 suara. Aburizal Bakrie meraih 297 suara dan Surya Paloh 239 suara.
Usai pengesahan Ketum Terpilih, Aburizal Bakrie resmi menggantikan Mohammad Jusuf Kalla yang menjadi Ketua umum DPP Partai Golkar masa bakti 2004-2009. Dengan demikian, Aburizal, menjadi Ketua Umum Partai Golkar terpilih untuk masa 2009-2014.

Pada Juni 2012, Aburizal Bakrie dipilih  sebagai calon presiden tunggal dari Partai Golkar. Namun terpilihnya  Aburizal membuat konflik internal partai. Akbar Tandjung selaku Ketua Dewan Pertimbangan  meminta untuk mengevaluasi ulang pencalonan  Aburizal bakrie sebagai calon presiden tunggal dari partai Golkar.
Namun sikap Akbar Tandjung mulai realistis dan  melunak seiring berjalanannya waktu.  Ia menjelaskan tidak ada alasan mengevaluasi ARB. Sekalipun elektabilitas ARB masih rendah.
Mendekati pemilu legilatif,  Partai Golkar didera dengan beredarnya video Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, yang pergi berlibur ke kepulauan Maladewa bersama dua artis cantik, Marcella Zalianty dan adiknya Olivian Zalianty.  

Seiring merebaknya pemberitaan itu, Akbar Tandjung menyatakan kesediaannya untuk dipinang sebagai calon wakil presiden dari partai lain. Akbar menyatakan kesiapannya sebagai calon wakil presiden di kediamannya di Jalan Purnawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (31/3/2014). Akbar Tandjung menyatakan hal itu setelah ia ditanya oleh relawan Jaringan Indonesia (JARI) yang memintanya maju.

Deklarasi menjadi Cawapres,  sama sekali belum pernah dikoordinasikan dengan Aburizal Bakrie yang sudah ditetapkan Partai Golkar sebagai calon presiden.
Kepada wartawan mantan Ketua Umum Partai Golkar itu mengatakan penentuan sikapnya tidak berkaitan dengan black campaign soal ARB, mau pun dengan pemilihan legislatif (Pileg) pada 9 April.
Mengenai potensi perpecahan suara Partai Golkar jika Akbar jadi dipinang partai lain, Akbar tidak mau berspekulasi. Ia meminta kepada semua pihak untuk melihat hasil akhir dari keputusannya bersedia dipinang partai lain.



Awal Mula Aburizal Bakrie  Dipanggil ARB

Kini, Aburizal Bakrie popular dengan nama ARB, tidak lagi Ical.  Mengenai panggilan ARB untuk Aburizal Bakrie setelah dirinya ditetapkan  sebagai calon presiden dari Partai Golkar pada Juni 2012.
Ia pun menyusun berbagai program kampanye. Beberapa tim khusus dibentuk untuk mempermak tampilan dan performa Ketua Umum Partai Golkar itu.

Tim kampanye partai Golkar mengusung kata ARB yang merujuk pada singkatan nama Aburizal. Demi kampanye panggilan popular Ical disingkirkan, diganti dengan ARB.

Wakil Ketua Umum Golkar Sharif Cicip Sutardjo menuturkan, semula nama panggilan Ical tetap akan dipakai dengan alasan sudah populer. Namun, Aburizal tak setuju dan minta nama itu segera diganti. Sebab, Ical berarti "hilang" dalam bahasa Jawa atau "dijual" dalam bahasa Sunda. 

Muncul pula usul panggilan Rizal. "Tapi sulit pengucapannya," kata Cicip. Perdebatan sempat seru karena Rizal Mallarangeng berkeras tetap menggunakan Ical. "Dengan gaya Amerikanya, dia bilang: what is a name?" ujar Cicip. Pada akhirnya, disepakati inisial ARB digunakan.



Jumat, 11 April 2014

Suara Dari Porong




Kontorversi Lumpur Lapindo

Dari berbagai penghargaan dan prestasi Ical, ia juga adalah figur yang kontroversial karena dianggap bertanggung jawab atas peristiwa semburan lumpuran Sidoarjo. Perusahaannya juga terlibat dalam kasus tender operator Sambungan Langsung International (SLI), tunggakan royalty batu bara, dan kasus pajak Bumi.

Pada bulan Mei 2006, areal sumur pengeboran gas alam milik Lapindo Brantas Inc., salah satu unit usaha Grup Bakrie, keluar semburan lumpur panas. Bencana itu telah membuat lebih dari 10 ribu orang mengungsi dan 400 hektar lahan terendam, termasuk sawah, rumah, pabrik dan sekolah. Jalan poros menuju kota Surabaya pun rusak dan akibatnya perekonomian Jawa Timur sempat lumpuh.

Pada tahun 2007, Departemen Komunikasi dan Informatika memilih Bakrie Telecom dalam seleksi tender Sambungan Langsung Internasional (SLI), sehingga menyingkirkan dua pesaing utama Bakrie Telecom, PT Excelcomindo Pratama (XL) dan PT Natrindo telepon Seluler (NTS). Hal ini menimbulkan pertanyaan karena Bakrie Telekom dianggap belum mampu memenuhi persyaratan menjadi operator SLI dari segi kesiapan infrastruktur.




Beberapa pekan sebelum pemilihan tender, Menteri Komunikasi dan Informatika Muhammad Nuh juga didapati melakukan perjalanan ke Surabaya bersama pihak Bakrie Telecom. Proses pemilihan tender sendiri tidak dijelaskan secara rinci. Akibatnya, muncul seruan agar Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Dewan Perwakilan Rakyat menyelidiki kasus ini.
Pada pertengahan tahun 2008, Menteri Keuangan Sri Mulyani menemukan bukti bahwa telah terjadi tunggakan royalti batu bara sebesar Rp 7 triliun (menurut Indonesia Corruption Watch bahkan mencapai Rp 16,482 triliun). 

Beberapa perusahaan yang menunggak (yaitu Arutmin dan Kaltim Prima) ternyata dimiliki oleh Keluarga Bakrie, dan muncul kontroversi karena perusahaan-perusahaan tersebut sempat menolak untuk membayar karena mengklaim bahwa kantor pajak masih harus mengembalikan pajak pertambahan nilai yang telah mereka bayarkan. Kasus ini segera melebar menjadi "Sri Mulyani melawan Bakrie" dan Sri Mulyani dalam wawancara dengan Wall Street Journal menuduh Bakrie sebagai salah satu orang di balik Panitia Khusus Hak Angket Bank Century karena dianggap tidak menyukai agenda reformasi Sri Mulyani.

Pada tahun 2009, petugas pajak mendapati bahwa akuntan-akuntan Bumi merekayasa pembayaran pajak pada tahun 2007 sebesar Rp 376 miliar, dan Bakrie pada saat itu merupakan salah satu pemegang saham di Bumi. Kasus ini juga dianggap dapat memanaskan kembali hubungan antara Sri Mulyani dengan Bakrie.
Selama krisis keuangan global pada tahun 2008, saham keluarga Bakrie mengalami penurunan sebesar 90%. Untuk melindungi saham-saham Bakrie agar tidak anjlok, pemerintah secara tidak langsung mensuspensi saham-saham utama Bakrie, yaitu saham PT Bakrie & Brothers, PT Bumi Resources, dan PT Energi Mega Persada. Hal ini telah diakui oleh wakil presiden Jusuf Kalla.

Pada tahun 2008, muncul kasus tunggakan dana nasabah oleh PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) karena Bakrie Life mengalami gagal bayar sebesar Rp 360 miliar kepada nasabah Diamond Investa.Hingga tahun 2014, masalah ini masih belum selesai, walaupun utang Bakrie Life ke nasabah sudah berkurang menjadi Rp 270 miliar.Bakrie Life mengaku masih belum bisa melunasi karena kesulitan likuiditas.


Berlibur Ke Pulau Cinta

Belum lama ini, tepatnya pada tanggal 20 Maret 2014, akun "DP News" mengunggah video yang berjudul "Capres ARB Bersama artis Marcella Zalianty di pulau Maladewa" di YouTube. Dalam video yang berdurasi 3 menit dan 22 detik itu, Aburizal Bakrie tampak sedang duduk di dalam sebuah pesawat pribadi bersama Wakil Ketua Komisi III DPR Azis Syamsuddin, Marcella Zalianty, dan Olivia Zalianty.
Selain video, menyebar pula foto-foto mereka di Maladewa, termasuk foto Bakrie saat sedang memeluk boneka teddy bear. Pada tanggal 23 Maret 2014, Bakrie menyelenggarakan konferensi pers bersama istrinya Tatty Bakrie, anak bungsunya Anindra Ardiansyah Bakrie, menantunya Nia Ramadhani, dan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham.




Ical  menyatakan bahwa video tersebut merupakan kampanye hitam dari lawan politiknya, dan mengungkapkan bahwa perjalanan ke Maladewa dilakukan untuk menunjukkan keberhasilan Maladewa dalam mengembangkan pariwisatanya. Idrus Marham juga menyatakan bahwa Marcela dan Olivia merupakan panitia penyelenggara kegiatan organisasi kepemudaan Golkar di Bandung dan diajak ke Maladewa karena dianggap berprestasi. 
Olivia Zalianty juga menjelaskan terkait beredarnya video tersebut. Hanya Marcela yang hingga saat ini belum berkomentar. "Hubungan dengan ARB sangat dekat, main sama anaknya sejak mereka sekolah, saat bapak juga belum menjabat sebagai menteri," katanya.

Rabu, 09 April 2014

ARB

Partai Golkar mengusung Aburizal Bakrie sebagai kandidat Presiden RI pada Pemilu tahun 2014. Pria yang akrab disapa Ical ini sebelumnya sempat  mencoba menjadi calon Presiden dari Partai Golkar pada tahun 2004. Saat itu, Ical bersaing dengan Wiranto, Prabowo Subianto, Akbar Tandjung, dan Surya Paloh. Konvensi tersebut dimenangkan oleh Wiranto. 
Akankah pria yang pernah menjabat sebagai Menkokesra dan Menko Perekonomian ini berhasil menjadi Presiden masa jabatan 2014-2019? Berikut cerita singkat tentang sosok Ical.





Biografi

Aburizal Bakrie atau yang akrab disapa Ical adalah politikus dan pengusaha. Dia lahir di Jakarta pada 15 November 1946 dari keluarga pengusaha Achmad Bakrie yang berasal dari lampung. Ical adalah anak sulung Achmad Bakrie. Ical memiliki tiga adik yakni Roosmania Odi Bakrie, Indra Usmansyah Bakrie, Nirwan Dermawan bakrie.
Ical menikah dengan Tatty Mrnitriati dan dikaruniai tiga anak yaitu Anindya Novyan Bakrie, Anindhita Anestya Bakrie, dan Anindra Ardiansyah Bakrie.
Selepas menyelesaikan kuliah di Fakultas Elektro Institut Teknologi Bandung pada tahun 1973, Ical memilih fokus mengembangkan perusahaan keluarga. Ia memimpin Kelompok Usaha Bakrie dari tahun 1992 hingga 2004. Selama berkecimpung di dunia usaha, Ical juga aktif dalam kepengurusan sejumlah organisasi pengusaha.

Pria yang akrab disapa Ical ini terbukti mampu meneruskan bisnis sang ayah, dan bahkan makin sukses kala beliau memimpin. Pada tahun 1992, Aburizal Bakrie telah dipercaya untuk memegang banyak jabatan penting di Grup Bakrie antara lain direktur, wakil direktur utama, dan direktur utama. Di bawah pimpinannya, Grup Bakrie melebarkan sayap ke berbagai bidang seperti pertambangan, kontraktor, telekomunikasi, informasi, industri baja dan media massa.
Menurut analisis para ekonom, kepiawaian manajemen untuk melihat peluang dan waktu pengambilan keputusan menjadi kunci kesuksesan Bakrie. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla pun pernah menyatakan kebanggaannya pada Ical karena ia adalah orang pribumi pertama yang mendapat titel orang terkaya di Indonesia.

Penghargaan dan Karier

Sebelum memutuskan meninggalkan karier di dunia usaha, ia menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) selama tahun 1999-2004.
Selama menduduki Ketua Umum KADIN, Ical telah berhasil menjadikan KADIN sebagai organisasi yang sangat berpengaruh terhadap kebijakan pemerintah. Pada masa kepemimpinan beliau, KADIN berhasil menuntaskan kasus penyelundupan gula, kayu, beras yang saat itu marak terjadi.
Hingga saat ini pun Ical masih lekat dengan image sebagai ketua KADIN meskipun telah lama turun dari jabatan itu. Selain di kancah bisnis dan politik, beliau ternyata juga pernah mengetuai Bidang Dana PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Indonesia) pada tahun 1985 – 1993.

Pada tahun 2004, Ical memutuskan untuk mengakhiri karier di dunia usaha setelah mendapat kepercayaan sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Kabinet Bersatu. Kemudian, pada tanggal 7 Desember 2005, setelah dilakukannya penyusunan ulang kabinet, ia diangkat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahtraan Rakyat.

Menurut daftar yang dirilis oleh majalah Forbes pada tahun 2007, Bakrie adalah orang terkaya di Indonesia. Bahkan menurut majalah Globe Asia pada tahun 2008, Bakrie adalah orang terkaya di Asia Tenggara. Namun krisis keuangan global pada tahun 2008 segera menjatuhkan peringkat Ical, dan pada tahun 2012 ia tidak lagi bertengger di daftar orang terkaya di Indonesia.
Pada 2009, ia terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar pada tahun 2009. Waktu dan energinya pun tercurah untuk mengurus partai. Pada tahun 2012, ia ditetapkan sebagai calon presiden partai Golkar untuk pemilihan umum Prsdien tahun 2014.




Berikut berbagai daftar lengkap pengalaman Organisai Ical :
1. 2009 - 2014 Ketua Umum DPP Partai GOLKAR
2. 2004 - 2009 Anggota Dewan Penasehat DPP Partai GOLKAR
3. 2000 - 2005 Anggota Dewan Pakar ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia)
4. 1999 - 2004 Ketua Umum KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) periode II
5. 1996 - 1998 Presiden, Asean Chamber of Commerce & Industry
6. 1996 - 1997 International Councellor, Asia Society
7. 1994 - 1999 Ketua Umum KADIN periode I
8. 1993 - 1998 Anggota, Majelis Pemusyawaratan Rakyat ( MPR ) periode I
9. 1993 - 1995 Anggota Dewan Penasehat, International Finance Corporation
10. 1993 -1995 Presiden ASEAN Business Forum (d/h Institute of South East Asian Business) – periode II
11. 1991 -1993 Presiden ASEAN Business Forum (d/h Institute of South East Asian Business) – periode I
12. 1989 - 1994 Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia
13. 1988 - 1993 Wakil Ketua Umum, KADIN Bidang Industri dan Industri Kecil
14. 1988 - 1993 Anggota, Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) – periode I
15. 1985 -1993 Ketua Bidang Dana PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Indonesia
16. 1984 - sekarang Anggota, PartaI Golongan Karya
17. 1984 -1988 Wakil Ketua, Asosiasi Kerjasama Bisnis Indonesia – Australia
18. 1977- 1979 Ketua Umum, HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia)
19. 1976 -1989 Ketua Umum, Gabungan Pabrik Pipa Baja Seluruh Indonesia
20. 1975  Ketua Departemen Perdagangan HIPMI
21. 1973 - 1975 Wakil Ketua Departemen Perdagangan, HIPMI

Penghargaan
1. 2014 Penghargaam "Tokoh Lampung bidang Ekonomi" dari Pemerintah Provinsi Lampung
2. 2012 Penghargaan "Nugraha Karya" dari KADIN karena dianggap berhasil membesarkan nama KADIN selama kepemimpinannya
3. 2011 "Bintang Mahaputera Adipradana" dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
4. 1997 Penghargaan “ASEAN Business Person of the Year” dari the Asean Busines Forum
5. 1995 Pengharagaan “Businessman of the Year” dari Harian Republika
6. 1986 Penghargaan “The Outstanding Young People of the World” dari the Junior Chamber of Commerce