Sabtu, 03 Mei 2014

Menikah dengan Mike Lewis



Di akhir tahun 2009, Tamara diketahui menjalin asmara dengan Mike lewis, model dan aktor Indonesia berdarah kanada-China -Malaysia. Kedekatan mereka berawal darI sebuah proyek FTV.

Asmara mereka akhirnya berakhir di pelaminan. Tanggal 20 Februari 2010, Tamara resmi menikah dengan Mike lewis. Namun sayang pernikahan mereka terkesan jauh dari publikasi karena hanya keluarga dekat saja yang hadir. 
Namun setelah beberapa lama setelah pernikahan, beredar foto-foto upacara pernikahan mereka. Secara resmi Tamara dan Mike berhasil menjual foto-foto eksklusif pernikahan mereka sebesar 110 juta rupiah kepada situs hiburan Kapanlagi.com untuk kemudian hasilnya disumbangkan ke Yayasan Maria Monique-Last Wish. 

Tanggal 22 Desember 2010, Tamara melahirkan anak lelaki, Kenzou Leon Blezynski Lewis. Namun sayang, Tamara harus kembali gagal dalam membina rumah tangga. Pernikahan Tamara Bleszynski dan Mike Lewis hanya bertahan tiga tahun. Pada awal tahun 2012, Tamara Bleszynski telah mengajukan gugatan perceraian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan akhirnya dikabulkan dengan putusan pengadilan pada tanggal 28 Mei 2012. Untuk hak asuh anak, Tamara yang mendapatkanya.
Meski sudah bercerai Tamara dan Mike mengaku amsih memiliki hubungan baik. Terutama membicarakan masa depan anaknya yang masih kecil, Kenzou Leon Blezsynski Lewis.

Tamara juga membebaskan Mike untuk bertemu dengan anak sematawayangnya itu. Bahkan, tak jarang pula, ia mengantarkannya ke sekolah. Kesempatan itu merupakan waktu untuk menjadi sahabat bagi anaknya tersebut. Termasuk mengajarkannya berbahasa Inggris.
"Antarkan dia ke sekolah adalah waktunya bersahabat dengan dia (Kenzou). Saya juga mengajarkan bahasa Inggris," ucap Mike.

Anak Tamara dari Teuku Rafli Jadi Idola Remaja Putri

Nama Teuku Rassya Islamay Passha belakangan mulai ramai menjadi pemberitaan. Putra pasangan Tamara Bleszynski dan Teuku Rafli Pasha ini menjadi salah satu anak selebritis yang kini beranjak remaja dan mulai mengikuti jejak orangtuanya. Ia kini jadi idola baru kaum Hawa itu.

Rassya saat ini sedang membuat grup vokal bersama Verel Bramasta . Namun Rassya mengaku tak punya target muluk-muluk di dunia hiburan. 
"Enggak ada persiapan sih, cuma lihat ntar aja gimana," kata Rassya di Jakarta, 29 April 2014.

Rassya sadar dirinya belum punya bekal apapun untuk terjun ke dunia hiburan. Beruntung ia mendapat dukungan dari orangtuanya.
 "Mama sekarang di Bali tapi masing sering telepon-teleponan. Dia support aja, enggak pesan apa-apa, yang penting bermanfaat untuk orang-orang dan aku senang dengan apa yang dilakukan," ungkap Rassya.

Kamis, 01 Mei 2014

Menjadi Mualaf

Kesempurnaan paras Tamara bertambah  indah, karena Tuhan memberikan hidayah yang begitu baik kepada dirinya. Di tahun 1995, perempuan cantik ini mengucapkan dua kalimat Syahadat. Dalam proses memeluk agama islam Tamara mengaku mendapatkan ketenangan hidup,ketentraman hati, dan memahami kaidah halal dan haram dalam menjalani hidupnya.


Menjadi Mualaf 

Saat berada di Australia, Tamara tertarik memperhatikan kegiatan orang muslim. Ia juga senang melihat lambang bulan sabit dan bintang berdekatan di atas kubah masjid. 
"Saya sering mengamati perilaku umat Islam di Australia. Para pemeluk Islam ini sangat taat beribadah, terutama salat lima waktu. Bahkan, disuruh tidak makan pun (puasa) mereka mau. Sungguh Islam merupakan agama yang sarat dengan nilai-nilai filosofi," katanya.

Ketertarikan Tamara pada agama Islam, juga terpaut pada sisi ketaatan pemeluknya. Hal itu membuat Tamara selalu membandingkan agama yang dianutnya dengan Islam. "Saya juga penasaran dengan gambaran sosok Tuhan dan nabi dalam Islam. Saya mengamati, dalam agama lain, sosok Tuhan dan nabi digambarkan secara konkret. Walau pun demikian Tuhan dan Nabi sangat dekat dengan mereka, lebih dekat dari urat leher manusia," ucapnya.

Berawal dari rasa penasaran dan ketertarikan itulah Tamara mulai mempelajari beberapa buku mengenai Islam. Sampai akhirnya hidayah itu datang kepada Tamara. Ia memeluk agama Islam pada tahun 1995 dengan mengucap dua kalimat Syahadat.
"Saya juga membaca Al-Qur'an untuk mengetahui dan membandingkan ajaran yang saya peluk dahulu. Ternyata ajaran-ajaran Al Kitab itu ada juga dalam AlQur'an, seperti kisah Nabi Isa. Namun Al-Qur'an lebih komplit, dan sisi pandangannya berbeda dengan keyakinan yang selama ini saya anut. Setelah melalui proses pengamatan dan belajar selama beberapa bulan, akhirnya saya putuskan untuk memeluk agama Islam,"

Orangtua Tamara bercerai. Ia ikut dengan ayahnya, yang beragama Kristen Katolik. Sedangkan ibunya beragama Islam.
Saat ingin memeluk agama Islam, Tamara berkonsultasi juga kepada ibunya. "Keinginan saya untuk masuk Islam saya sampaikan kepada mama. Keputusan itu membuat mama bahagia. Mama menyambut baik keputusan saya itu. Papa pun tak menghambat niat baik saya itu. Beliau memahami keputusan saya. Keluarga kami memang sangat demokratis," ujarnya.
Dalam proses perpindahan agama, awalnya diakui Tamara cukup berat melakukan penyesuaian dengan agamanya yang baru. Berbagai cara saya lakukan untuk mempelajari Islam, terutama shalat. Antara lain membaca berbagai buku yang berisi tuntunan salat.

"Saya juga menggunakan kaset penduan salat. Mula-mula saya salat memakai earphone, sambil mendengarkan petunjuk dari tape recorder. Tak sampai satu bulan saya sudah hafal semua bacaan dan gerakan salat. Alhamdulillah, saya sudah dapat menjalankan salat lima waktu,"

"Setelah masuk Islam saya merasakan berbagai perubahan yang mencolok dalam hidup saya. Pikiran saya lebih tenang dan terbuka, karena saya punya pedoman dalam menilai yang benar dan salah, yang haram dan halal, juga yang baik dan yang buruk," tuturnya.


Menikah dengan Teuku Rafli 

Pada tahun 1997, Tamara menikah dengan teuku Rafli Pasha. Tamara kala itu berusia 23 tahun dan teuku Rafli, 24 tahun. Teuku Rafli merupakan seorang pemuda muslim dari keluarga keturunan Arab-Aceh. Ia anak kedua dari lima saudara. Rafli anak dari Teuku Syahrul, mantan anggota DPR RI dan Ibu Cut Ida Syahrul. 
Tamara berkata jika dirinya sudah mengenal Rafli sejak lama.  Waktu itu, ia dan Rafli bertemu di sebuah restoran di Jakarta. "Sejak perkenalan itu, dalam tempo satu bulan kami mulai akrab, dan berusaha untuk lebih mengenal satu sama lain," ucapnya mengenang.
Tamara melihat sosok Rafli seorang pekerja keras, taat beribadah, lulusan Nortuidge Military College dan meraih gelar master dari Boston University, Amerika Serikat. "Akhirnya kami saling mencintai, dan juga mendapat restu dari orang tua kami," ucapnya.

Tamara dan Rafli melangsungkan pernikahan di Tanah Suci Mekkah. Akad nikah berlangsung di Masjidil Haram, disaksikan ibunda Tamara dan H. Cecep, guru ngaji Tamara. Usai menikah, Tamara dan rafli melakukan Ibadah Umrah. 
"Saya tak menyesal kawin muda, karena itu ibadah. Dan, suami saya ini sangat berperan dalam memberikan pemahaman tentang Islam kepada saya," ucapnya.


Beruntung, Rafli tak mengekang kegiatan Tamara di dunia hiburan. Tamara dibebaskan untuk beraktivitas, asal mengerti batas.  "Ia  tidak melarang karier yang saya jalani. Walaupun demikian, saya harus membatasi diri. Apa yang baik atau tidak baik untuk keluarga," paparnya. 
Pada 4 Februari 1999, Mereka dikaruniai anak yang diberi nama  Rassya Islamay Passya. Namun sayang pernikahan Tamara dengan Teuku Rafli tak berlangsung lama. Tamara mengajukan gugatan cerai ke pengadilan Agama Jakarta Selatan pada tahun 2005. Setelah melalui proses yang sangat alot, akhirnya pada 3 Januari 2007,   Mahkamah Agung mengabulkan gugatan cerainya di tingkat kasasi berdasarkan Putusan No 349/K/AG/2006 yang menetapkan hak pengasuhan anak berada di tangan mantan suaminya, Rafli. 

Mengenai Tamara menggugat cerai, konon beredar kabar karena Tamara tak tahan dengan perlakuan sodomi yang sering dilakukan oleh Teuku Rafli Pasha.
Kata seorang sumber, yang tidak ingin namanya ditulis, Tamara selalu mengeluh pada ibunya karena sering disodomi suaminya, selama delapan tahun usia pernikahan mereka. “Tamara bercerita kepada ibunya kalau dia sering disodomi oleh Rafli. Sudah gitu, Rafli diceritakan sebagai seorang suami yang malas dan tidak mau bekerja, karena beranggapan bahwa Tamara pandai mencari uang,” kata sang sumber waktu itu.
Masih kata sumber tersebut, perlakuan Rafli membuat keduanya kerap bertengkar hingga menyebabkan Tamara tak tahan dan akhirnya meninggalkan rumah mereka di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Rabu, 30 April 2014

Kepopulernya Berkat Tangan Dingin Jay Subijakto




Sejak kecil Tamara Blezinsky sudah senang dengan dunia seni peran. Ditunjang dengan wajah yang menawan, ia berhasil menembus industri hiburan Tanah Air. Tamara mengawali karier sebagai model sebelum akhirnya dunia seni peran mengakui namanya dengan berbagai penghargaan yang diraihnya. Berikut kisah Tamara Blezinsky

Merintis Karier dari Model

Tamara Natalia Christina Mayawati Blezinsky, begitu nama lahir dari Tamara Blezinsky. Ia lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 25 Desember 1974,  dari ayah Zbignieew Blezynsky yang berdarah Polandia dan Farida Gasik yang berdarah Sunda. Setelah tamat SD, Tamara melanjutkan sekolah di Perth, Australia. Saat menimba ilmu di Australia inilah, Tamara mengasah bakat aktingnya dengan mengambil ekstrakurikuler drama saat masuk sekolah menengah. Tamara mengaku memang sudah menggemari seni peran sejak kecil.

Kendati mencintai dunia kesenian, untuk pendidikan tinggi, Tamara memilih jurusan Bisnis Manajemen di Australia. Ia pun meraih gelar sarjana Bisnis Mangement di St. Bridgis College.
Tak ingin terus berada di negeri orang, setelah lulus kuliah, Tamara kembali ke Indonesia. Dalam sebuah kesempatan, ia bertemu dengan Jay Subijakto di sebuah toko kaset.






Pertemuannya dengan Jay, merupakan lankah awal Tamara merintis karier di Indonesia. Jay yang sudah mengenal industri hiburan Tanah Air, mengajak Tamara untuk menjadi model.Tamara seakan tak menyiakan tawaran dari Jay. Dan nasib baik bagi Tamara. Belum satu tahun terjun ke dunia model, nama Tamara sudah menjadi perbincangan. Kecantikan wajahnya dan keindahan tubuhnya membuat Tamara dengan mudah menjadi terkenal. Ia dengan cepat menuju popularitas.  Bahkan Tamara disebut-sebut sebagai "Cindy Crawford"-nya Indonesia.

Uniliver yang memilikin produk sabun kecantikan berkelas internasional pun memilih Tamara sebagai bintang iklan Lux dan iconnya dari tahun 1992 sampai 1999. "Gaya atau style yang khas dan unik pada diriku. My signature style! Jadi diri sendiri dan tampil apa adanya, nggak berlebihan. Cantik itu inside out," ujar Tamara membeberkan rahasia kecantikannya yang kemudian menginspirasi wanita lainnya.

Menjadi Aktris dengan Bayaran Termahal

Menjadi model terkenal, selain mendapat tawaran menjadi bintang iklan, ia juga ditawari masuk ke dalam dunia seni peran melalui sinetron dan film.
Tamara yang sudah senang dengan dunia seni peran sejak kecil, tak menyiakan untuk bisa berakting di layar kaca. Debutnya sebagai pemain sinetron dimulai melalui perannya dalam Anakku Terlahir Kembali (1996).
Tak disangka, berkat peran antagonis dalam sinetron tersebut, Tamara berhasil menarik perhatian banyak kalangan dan pamornya semakin meningkat tajam. Sinetron itu mampu menjadi idola masyarakat dengan rating tinggi. Bahkan sinetron tersebut sampai dibuat sekuelnya.

Saat itu, Tamara beradu akting dengan Desy Ratnasari yang sedang dalam puncak popularitas. Tak hanya bermain sinetron, Tamara juga menyalurkan ilmunya dalam seni pertunjukan drama teater, bergabung dengan Teater Lembaga pada tahun 1997.  Aktingnya sebagai Calpurnia, istri Julius Caesar dalam pertunjukan teater bertajuk Julius Caesar (1997) menuai banyak ‎pujian. "Saya sangat puas bisa ikut main teater. Banyak hal ‎yang saya dapatkan, terutama soal kedisiplinan. Tapi bukan ‎berarti teater itu lebih sulit," kata Tamara waktu itu.


Selain Julius Caisar, Tamara juga banyak membintangi drama teater. Selain drama, Tamara juga sempat tertarik untuk belajar membaca puisi. ‎Demi mempelajari hal baru tersebut, Tamara memutuskan untuk vakum sementara dari ‎dunia sinetron. "Syuting sinetron itu makan waktu. Apalagi ‎kalau sinetron kejar tayang. Saya benar-benar tak bisa ‎punya waktu untuk belajar hal baru," ungkap Tamara.
Setelah melahirkan, pada tahun 2000 Tamara kembali  melalui sinetron ramadan Do’a Membawa Berkah (2000) yang disutradarai Ahmad Yusuf.
Dari situ, Tamara hampir setiap tahun mengisi harinya dengan main di berbagai judul sinetron seperti sinetron Wah Cantiknya!!!(2001). Ikhlas ( 2003), Gol (2005 ), dan banyak lagi. Sinetron Wah Cantiknya berhasil meraih tempat di hati pemirsa. Bahkan membuat Tamara menjadi aktris dengan bayaran termahal Indonesia waktu itu. Sinetron tersebut sampai dibuat sekuelnya.

Sinetron Hikmah (2004) juga merupakan  sinetron terlaris Tamara yang sukses besar bahkan digandrungi di negara-negara tetangga. Bahkan kabarnya ibu-ibu di negara tetangga rela berbondong-bondong memburu DVD-nya. Berkat sinetron ini pula Tamara meraih Best Favorite Actress 2004 dan 2005. Sepanjang karier di dunia sinetron, sejumlah judul sinetron Ramadan sukses dibintangi Tamara hingga pernah dijuluki sebagai Ikon Sinetron Ramadan.
Sementara karier Tamara di dunia film dimulai dengan berperan apik dalam Issue (2004), kemudian disusul dengan Big Day (2006). Pada tahun 2008, Tamara melebarkan sayapnya ke negeri seberang dengan memainkan peran Rrama (action figure) dalam Cicakman 2: Planet Hitam. Penampilan istimewa Tamara sebagai tokoh antagonis utama di film produksi KRU Studios yang bekerja sama dengan Grand Brilliance tersebut cukup menarik perhatian dan telah diputar di beberapa negara.

Di akhir tahun 2009 Tamara kembali dan membuat kejutan dalam film bergenre slasher (pertama di Indonesia) Air Terjun Pengantin. Totalitas Tamara kembali ditunjukkan dalam film besutan Rizal Mantovani ini. Untuk kepentingan film tersebut selain bela diri, ia juga rela menghitamkan kulitnya (tanning) dan membentuk tubuhnya selama 4 bulan untuk mendapatkan kesan atletis demi peran sebagai Tiara.

Penampilan yang cukup berani dengan berbekal profesionalisme dalam menjalani perannya di film Air Terjun Pengantin, mendatangkan pro dan kontra bagi Tamara. Beberapa adegan yang menampilkan dirinya dalam balutan bikini sporty dianggapnya sebagai tuntutan peran yang harus dijalaninya sebagaimana ia melakonkan peran-peran lainnya secara total di proyek film atau sinetronnya sebelumnya.
“Seksi bukan soal usia, seksi adalah kecantikan wanita dan totalitas dalam berakting,” itulah yang diyakini Tamara Bleszynski saat bermain dalam film yang menjadikannya sebagai bintang film termahal dengan bayaran 1 milyar rupiah itu.

Di dunia selebriti, selain dikenal karena kecantikannya yang memukau dan bakat yang mumpuni ia juga dikenal sebagai artis berdedikasi tinggi di bidangnya. Tamara selalu menunjukkan totalitas di setiap peran yang dimainkannya. Mencoba karakter-karakter baru yang berbeda-beda adalah prioritasnya. Beragam peran pernah dimainkannya dengan baik. Mulai dari peran Ibu Guru di Opera SMU (2002), Pecandu Narkoba di Ikhlas (2003), Jurnalis di Issue (2004), Wanita Antagonis di Anakku Terlahir Kembali (1996), Pelatih Sepak Bola di Goal (2005), Action Figure di Cicakman 2: Planet Hitam (2008), Hingga karakter komedi di Cinta itu Nggak Buta (2007) atau karakter dongeng di Putri Cantik (2004). Perannya yang cukup kompleks dalam FTV Di Balik Jendela Astrid (2002) juga sempat menarik perhatian.

Menyandang gelar Artis Tercantik yang juga Duta Tinju Indonesia, Tamara memiliki perspesi sendiri tentang arti kecantikan seorang wanita. Kecantikan di mata Tamara Bleszynski adalah "Jiwa yang tenang.
“Kalau kita tidak tenang, kita akan stres dan itu akan tampak pada diri kita. Kita perlu jiwa yang tenang dalam berumah tangga dan bekerja. Bagi saya, kekuatanlah yang menjadi kecantikan bagi seorang wanita. Saya selalu berusaha menjadi wanita yang mampu melakukan sesuatu yang berarti, dan berani memperjuangkan tujuan hidup saya.” Ucapnya.

Selasa, 29 April 2014

Asmara Farah Quinn








Tahun 2005,  Farah Quinn menikah dengan Carson Quinn, pria berkebangsaan Amerika setelah dua tahun menjalin asmara. Carson memilih menjadi mualaf.
Farah mengenal Carson saat saat  kuliah dan bekerja di Amerika. Tahun 2003, Farah
mengunjungi seorang temannya yang bekerja di sebuah restoran di Arizona. Namun sayang, Farah tidak berhasil menemui sahabatnya itu karena yang bersangkutan tidak ada di tempat.


Tanpa disengaja, Farah bertemu dengan Carson yang kebetulan ada di tempat temannya. Dari situ, Farah mulai berhubungan baik dengan carson , hingga sepakat pacaran dan mengakhiri petualangan cinta di pelaminan.
"Saat itu umurku sudah 25 tahun. Selain sudah merasa cocok dengan Carson, aku juga ingin memiliki anak karena aku juga sangat suka anak-anak. Aku ingin segera punya anak dan enggak mau menunggu sampai berusia 30 tahun," ujarnya.

Usai menjalani pernikahan dan membentuk rumah tangga,  kecocokan Farah dan Carson bertambah dengan persamaan bidang keahlian yang mereka punya. Keduanya sama-sama suka memasak.
Wanita berdarah Palembang ini memang sudah suka memasak sejak kecil dan sudah berprofesi sebagai koki. Sedangkan sang suami bekerja dan bergerak di bidang industri hotel dan restoran. Jadilah keduanya membangun sebuah restoran bernama Camus di Amerika di tahun 2005 juga. Tak diduga, restoran tersebut laris manis.

Setelah menikah selama 2 tahun, di tahun 2007 Farah akhirnya hamil dan melahirkan anak pertamanya yang diberi nama Armand Fauzah Quinn. Kehamilan yang dialami oleh Farah ini membuat Farah dan suami akhirnya menjual restorannya. Farah memang telah berencana rehat dari dunia kerja setelah melahirkan. 

Sampai akhirnya, saat kembali ke Indonesia Farah mendapatkan tawaran untuk membawakan acara di Trans TV.  Kesempatan pulang kampung ini pun tidak disia-siakan oleh Farah. Apalagi dengan adanya dukungan dari suami Farah yang bersedia ikut pindah.
"Untung Carson berada di industri yang bisa pindah ke mana saja di dunia. Saat pindah, dia juga langsung dapat pekerjaan," katanya.

Keputusan kembali dan berkarier di tanah kelahiran sendiri akhirnya tidak pernah disesali pemilik kulit cokelat ini. Pasalnya, bersama acara masak “Ala Chef”, ibu seksi satu ini mengaku bisa melakukan 2 hal yang paling dia suka, yaitu masak dan jalan-jalan.
"Aku merasa beruntung dapat pekerjaan ini. Aku suka keliling Indonesia, makanya nggak komplain dengan jadwal Ala Chef yang sering ke luar kota," ujarnya.

Gugat Cerai Suami

Sebagai publik figur, rumah tangga Farah Quinn menjadi sorotan media. Rumah tangganya beberapa kali diterpa isu badai prahara. konon karena Farah dikabarkan dekat dengan sejumlah pria, salah satunya Mike lewis. Namun kabar keretakan rumah tangganya selalu dibantah oleh Farah. 
Pada akhirnya, gossip itu benar adanya. Farah mendaftar gugatan cerai terhadap sang suami, Carson Quinn di pengadilan Agama Jakarta Selatan, 26 Maret 2014. 

Farah tak mau bercerita alasan mengapa ia yang melayangkan gugatan cerai terhadap suami.  Bahkan dalam sebuah wawancara, Farah mengaku hubungannya dengan Carson masih terjalin dengan baik. Carson dikatakan Farah masih tinggal serumah dengannya.
"Hubungan saya masih baik," kata Farah.
Selang beberapa waktu setelah mendaftar cerai, rumah Farah di bilangan Kemang, dibobol Maling. Satu mobil dan brankas berisi perhiasan raib digondol maling. Farah menduga maling tersebut sangat hafal dengan kondisi rumahnya.





Farah dan Suami Saling Pamer Foto Mesra dengan Pasangan

Kendati sudah menggugat cerai, Farah selalu menutup-nutupi kondisi rumahtangganya. Ia bahkan berkata jika hubungannya dengan suami masih terjalin baik. Namun menjelang sidang perdana gugatan cerainya, beredar di dunia maya, foto mesra Carson Quinn di sebuah cafe dengan mantan pacarnya yang diketahui bernama Olive Lee.

Seakan tak mau kalah, Farah Quinn mengunggah foto-foto mesranya dengan pria bule saat liburan di pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur.
Dalam salah satu foto, Farah nampak asik bermain Jetsky dengan membonceng sang pria bule. Tak hanya itu, dalam foto lain juga Farah seakan ingin menunjukan kemesraan dengan bersandar di dada dan menggenggam erat lengan teman bulenya.

Dengan saling memamerkan foto mesra, menyiratkan rumah tangga Farah dengan suami bermasalah. 
Farah berjanji akan buka-bukaan mengenai rumah tangganya setelah ia resmi menyandang status janda. "Nanti kalau sudah putus, Farah akan buka semua," kata Rando Hasibuan, selaku pengacara Farah Quinn.

Ditegur Oleh KPI




Pada awal kemunculannya di layar kaca, Farah membawa warna baru dalam dunia kuliner Indonesia. Setiap membawakan demo masak, ia tampil sebagai chef yang fashionable, modis, dan enak dilihat.
Karena gaya busananya yang fashionable, masyarakat menilai Farah sebagai Chef Seksi. Namun, karena perkara pakaian juga, hal itu mengundang reaksi keras dari Komisi Penyiaran Indonesia.

Dalam salah satu tayangan, Farah dinilai terlalu berani dalam berpakaian hingga mengumbar sebagian tubuh pribadinya.  Dalam surat bernomor 81/k/KPI/02/12 / yang dikeluarkan pada 14 Februari 2012, KPI meminta Farah untuk tidak lagi menggunakan pakaian terbuka di televisi.
Menanggapi protes dari KPI, Anti, manajer Farah menilai jika gaya berbusana Farah masih dalam batas wajar.
“Baju yang dia pakai nggak ada perubahan. Itu biasa saja kok. Kostumnya sudah disesuaikan,” kata Anti.

Stasiun televisi yang memilihnya memang cukup jeli mendaulat Farah menjadi host Ala Chef, karena selain cantik dan modis, ia juga memiliki kepribadian yang hangat dan ramah. Gaya berbicaranya pun luwes dipadu dengan aksennya yang kebarat-baratan semakin menambah daya tarik bagi para pemirsanya untuk menyaksikan aksi 
wanita berkulit cokelat itu.




Tak Berminat Jadi Penyanyi, Pemain Film, dan Sinetron  

Meski tawaran datang dari produser film, sinetron dan music, namun tak menyurutkan niat Farah Quinn untuk tetap di jalur hidupnya sebagai Chef.  Ia mengaku hanya ingin menjadi seorang chef sampai kapanpun. Sebab, dunia chef selalu membuatnya lebih nyaman dan merasa dicintai banyak orang melalui hasil racikannya."Harus diakui kalau saya cinta dunia chef, dan hanya ingin menjadi chef selamanya. Saya tidak berminat untuk menjadi artis yang main di sinetron atau film," kata Farah.

Diakui perempuan berkulit cokelat ini, dunia chef memang merupakan impiannya sejak kecil. Saat ini dirinya sudah berhasil mewujudkannya dengan tampil di beberapa acara televisi. Menurutnya, memasak merupakan panggilan jiwanya.
"Inilah passion saya dan memiliki julukan chef itu adalah mimpi saya sesungguhnya. Saya suka masak, saya suka chef , saya cinta dengan dunia masak. Saya tidak mau menjadi artis, saya tidak mau menjadi penyanyi terkenal, saya tidak mau menjadi komedian, saya hanya ingin menjadi chef," ujarnya.



Dia menegaskan, dunia kuliner yang ditekuni sejak lama tidak akan ditinggalkan, mengingat betapa beratnya perjuangan untuk meraihnya.
"Untuk menjadi seperti sekarang ini bukanlah hal mudah, banyak perjuangan yang harus dilalui. Dan ketika sudah menjadi yang diinginkan, maka saya tidak akan melepasnya," tutupnya

Namun, Farah tak mengelak jika ada yang menyebut dirinya sebagai celebrity chef. .
"Saya dibilang celebrity chef? Tidak masalah, kok, lagipula kan memang kerjaan saya sebagai chef," kata Farah.
Sebutan “celebrity”, menurut farah muncul lantaran dirinya sering tampil di layar kaca, seperti kebanyakan pesohor di Tanah Air. Namun, dia tidak ingin serta merta memanfaatkan ketenarannya menjadi artis dengan mencoba bidang tarik suara ataupun akting.

Minggu, 27 April 2014

Koki Seksi Asli Palembang

Kegemaran Farah Quinn menemani sang ibu di dapur sejak kecil, membuatnya lebih senang mempelajari resep masakan ketimbang pelajaran sekolah. Meski sempat terhambat, keinginannya untuk menjadi seorang juru masak pun akhirnya  terwujud. Farah menjadi juru masak terkenal. Tak di hanya di Indonesia, Farah juga tenar di Mancanegara.

Menjadi sosok terkenal, kehidupan pribadi Farah juga menjadi sorotan. Rumah tangganya yang dibina dengan Carson Quinn  dilanda badai prahara. Farah Farah menggugat cerai suaminya, di pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 26 Maret 2014. Berikut kisah singkat Farah Quinn



Perjalanan Farah Quinn Menjadi Juru Masak

Farah Quinn terlahir dengan nama Farah Farhanah Quinn dari pasangan H. Ir. Fauzan Rahim (ayah) dan Nyanyu Rachmawaty (ibu). Meski berdarah Palembang, Farah lahir di Bandung pada 8 April 1980. Masa kecilnya lebih banyak dihabiskan di Sumatera. Sejak kecil Farah sudah memiliki bakat menjadi juru masak. Ia sering menemani ibunya di dapur.

Berdasarkan keinginan ayahnya, selepas SMA, Farah Quinn melanjutkan pendidikan di luar negeri. Ayahnya ingin Farah menjadi eksekutif muda yang sukses.
Keinginan ayahnya itu sebenarnya bertentangan dengan hati nurani Farah. Karena ia mengaku sejak kecil sudah jatuh cinta pada dunia kuliner dan bercita-cita menjadi seorang koki yang hebat. Namun, karena tak ingin mengecewakan sang ayah, Farah mengambil jurusan Keuangan di Indiana University of Pensylvania, Amerika Serikat.


Meski kuliah karena 'terpaksa', Farah dapat merampungkan pendidikannya hingga meraih gelar sarjana. Tapi keinginan ayahnya tak berhenti hingga gelar itu saja dan menganjurkan Farah untuk meneruskan studinya hingga ke jenjang S2.
Kali ini Farah berani menyuarakan apa yang sebenarnya menjadi cita-citanya. Farah memang mengaku tidak berminat untuk menjadi pekerja kantoran. Demi mengejar impiannya menjadi seorang ahli masak yang handal, ia terpaksa menolak permintaan sang ayah.

Ia ingin membuktikan kepada sang ayah jika pilihannya benar. Oleh karena itu, karier sebagai chef pun mulai dirintisnya dengan bekerja di Lydia's Pittsburgh, sebuah restoran Italia terkenal di Pittsburgh, Pennsylvania.
Karena merasa ilmu memasak yang dipelajarinya secara otodidak masih belum memadai, Farah pun kemudian mengambil kelas pastry di Pittsburgh Culinary Institute, mengambil keahlian khusus dalam bidang pastry atau kue-kue.
Usai menamatkan kuliahnya, ia hijrah dari Pittburgh ke Phoenix, Arizona dan bekerja di Arizona Biltmore Resort. Suatu ketika Farah berkesempatan untuk mengikuti World Pastry Championship. Lewat ajang tersebut, ia mendapat kesempatan emas untuk menimba ilmu kuliner pada chef Ewald Notter and Colette Peters.

Pada tahun 2003, ia membuka restoran sendiri "Camus" di Phoenix, Arizona. Restoran itu dianugerahi 4 bintang untuk masakan dan juga banyak penghargaan lainnya. Farah memperoleh banyak ketenaran. Gara-gara restorannya, nama Farah mulai tenar. Ia kerap tampil di beberapa koran dan majalah. "Camus" kemudian telah dijualnya.
Tahun 2005, keberuntungan membawa Farah dalam acara pertemuan G8 di Sea Island Georgia. Di bawah bimbingan Chef James Mullaney, ia menciptakan menu dessert yang spesial. Hidangan penutup itu disajikan untuk beberapa orang seperti Ibu Negara Laura Bush dan delegasi dunia lain.


Merintis Karier di Indonesia

Farah Quinn kembali ke Indonesia dan berniat memulai karier di negeri sendiri. Suatu hari ia menunjukkan portofolionya kepada Helmi Yahya. Presenter kondang itu tertarik dan kemudian mengajak Farah untuk tampil sebagai bintang tamu dalam sebuah acara.
Beberapa lama setelah itu Farah dihubungi oleh stasiun TV TransTV. Ia ditawari untuk membawakan sebuah acara masak-memasak. Farah mengiyakan. Farah Quinnn resmi membawakan acara "Ala Chef" di Trans TV sejak November 2008.

Sejak saat itu, Farah menjadi terkenal. Ia banyak mendapat tawaran bintang iklan dan lain sebagainya.
Pada tahun 2012, Farah menjadi pembawa acara The Big Break yang ditayangkan Asian Food Chanel. Di tahun yang sama, Farah didapuk menjadi duta in-Flight meal maskapai penerbanagan Air Asia.
Farah pun mengaku sangat berterima kasih kepada sang raja kuis yang telah memperkenalkan dirinya di industri pertelevisian. "Berkat Mas Helmi Yahya nama saya jadi dikenal banyak orang," kata Farah.



Farah bertemu Helmi Yahya pertama kali saat diajak seorang sahabatnya. Dari sahabatnya inilah, Helmi mengetahui latar belakang Farah yang jago masak. “Raja Kuis” tersebut pun mengajaknya tampil sebagai bintang tamu acara besutannya.
"Saya pertama kali tampil sebagai bintang tamu, kalau tidak salah acara “Gadis Pantene”. Kebetulan, saya sebagai juri masak yang harus mencicipi makanan," tambahnya.

Mulai dari situlah, perempuan berambut panjang ini perlahan sering tampil di televisi dan acara off air. Farah juga mulai diminta menjadi salah satu pembawa acara tayangan kuliner di salah satu stasiun televisi swasta.
"Awalnya, saya hanya ingin berlibur dan kebetulan diajak bertemu oleh orang dari salah satu televisi swasta. Saya tidak langsung mengiyakan tawaran tersebut," tuturnya.

Diakui pemilik nama asli Farah Fauzan Quinn ini, tawaran yang datang selalu dikomunikasikan dengan sang suami. "Kalau suami tidak mengizinkan, masak saya melangkah sendirian? Kan tidak sopan, karena saya sudah menikah. Puji syukur, suami saya memberikan jalan, makanya saya menerima tawaran sebagai host pada acara ‘Ala Chef’," tutupnya.


Kamis, 24 April 2014

Miskin Ditolak Kaya Dicari

"Ada satu kekurangan saya, ketika saya membenci seseorang, semuanya harus saya hilangankan dari padangan saya," tutur Bopak saat itu. 



Pernikahan Bopak dengan Putri Mayang Sari memang terbilang singkat. Bopak yang dulu adalah lelaki tanpa penghasilan memang dianggap kepala rumah  tangga yang kurang bisa bertanggung jawab. Sehingga, Putri Mayang Sari meninggal dirinya begitu saja. Tetapi Tuhan memang selalu memiliki rencana yang berbeda, karir komedian Bopak mulai moncer, rezeki berlimpah datang begitu deras. Putri pun muncul meminta tanggung jawab Bopak sebagai suami juga sebagai ayah dari anak lelakinya. Berikut perjalana asmara Bopak.

Asmara 

Bopak Castello menikah dengan Putri Mayang Sari pada tahun 2011. Namun rumahtangga mereka seakan tak bahagia. Putri bilang kepada media jika dirinya ditelantarkan Bopak. 
Bopak tak terima disebut pria yang tak bertanggung jawab. Menurut Bopak, Putri yang tidak melayaninya dengan baik dan telah meninggalkannya. Bopak bercerita rumah tangganya tak bahagia setelah hadirnya  Thalat Pasha Indrayana Bidwy. Ia curiga Thalat bukanlah darah dagingnya.
"Saya kenal Putri tahun 2009. Tahun 2011, saya menikahi Putri dalam keadaan hamil. Putri nelepon ngaku hamil. Saat itu Bopak tidak nanya, itu anak Bopak atau bukan," kata Bopak.

Pada bulan Maret 2014, akhirnya Bopak pun melayangkan gugatan cerainya kepada Putri di Pengadilan Agama Depok, Jawa Barat. Namun anehnya dalam gugatan, Bopak meminta hak asuh atas anaknya.
Dalam sidang perdana yang beragenda mediasi, Bopak sudah bulat dengan keputusannya untuk bercerai. 
Sebelum mengaukan cerai, Bopak  sudah dekat dengan beberapa wanita seperti Heppy Utami,  seorang presenter Indonesia dan pedangdut Selvy kitty.
Meski tak mengatakan pacaran dengan kedua wanita itu, sebagai orang dewasa, Bopak tak mau istilah pacaran. Ia ingin langsung melamar jika salah satu dari kedua wanita itu menerima apa adanya dengan kondisinya.

Tes DNA

Bopak menyangsikan Thalat Pasha Indrayana Bidwy merupakan darah dagingnya. Untuk menghilangkan rasa penasarannya, ia pun mengajak Putri dan Thalat untuk melakukan tes DNA.
"Bopak intinya mau cari ketenangan Batin. jadi biar nggak ada buruk sangka," kata Bopak.
Namun sayang, Bopak yang sudah  mengorbankan waktu, tenaga , dan uang untuk tes darah di sebuah rumah sakit kawasan Salemba, kecewa. Sebab, anaknya, Thalat tak diizinkan Putri untuk melakukan tes DNA.

Putri memang sengaj tak mengijinkan anaknya untuk melakukan tes DNA. Karena ia juga kecewa dengan sikap Bopak yang ragu dengan anaknya. Dengan tegas Putri mengatkan, jika Thalat adalah darah dagingnya Bopak.
"Dulu menikah banyak saksi. kenapa nggak dari dulu aja tes DNA," kata Putri.
Dengan sikapnya yang tak mengizinkan Thalat untuk melakukan tes DNA, Putri tak khawatir dengan persepsi masyarakat terhadap dirinya. " Nggak khawatir. mungkin Bopak cari sensasi kali," tuturnya.