Rabu, 12 Maret 2014

Semakin Sukses Lewat OVJ




Semenjak masuk API (Akademi Pelawak Indonesia), Sule banyak tawaran untuk manggung. Kariernya bertambah gemerlap ketika ikut bermain wayang orang modern bertajuk Overa Van Java bersama Parto, Andre Taulani, Nunung, dan Azis Gagap yang tayang di Trans 7.
Dengan penampilannya yang khas. yakni rambut panjang berwarna pirang, Sule dapat menghipnotis penonton, menjadikan tayangan itu meraih tempat di hati pemirsa.



Semakin Sukses Bersama OVJ

Tercatat hingga saat ini, tayangan OVJ masih menjadi tayangan terfavorit sejak tayang perdana pada 2009 lalu. 
Keunikan OVJ adalah lawakan dilakukan dengan improvisasi dan mengandalkan panduan dalang, namun selalu berantakan karena para pelawak pasti melenceng dari garis besar yang dibacakan dalang. Kalau sudah seperti itu, sang dalang sendiri akan turun tangan dengan perasaan kesal karena diabaikan. Ia akhirnya ikut naik ke panggung dan mengawasi cerita, seringkali ikut campur atau bahkan malah dipermainkan.



Sule yang pernah dibimbing pelawak senior Kang Ibing ini sudah memiliki bakat melawak sejak kelas 3 SD. Kala itu Sule kecil sering tampil di acara Agustusan. Ayah dari Rizki (12), Putri (8), dan Rizwan (2) ini selain melawak juga dikenal pintar menyanyi dan pandai membanyol atau melucu. 
Kini Sule sudah menjadi miliarder dengan penghasilan Rp. 1 Miliar setiap bulannya. penghasilan terbesarnya adalah dari OVJ. Dari acara itu, sekali tampil Sule memperoleh penghasilan Rp 50 juta atau naik dibanding sebelumnya yang Rp 20 juta-Rp 40 juta.

Kini hartanya berupa lima rumah di Bandung dan Jakarta. Belum kendaraan mobil, motor yang dimilikinya. Sule mengaku bersyukur karena Tuhan telah memberi jalan. 
"Saya syukuri aja semuanya. Alhamdulillah memang ini jalannya," kata Sule.

Jadi Penyanyi dan Pemain Film 

Selain aktif di OVJ, Sule juga membintangi beberapa judul sinetron, ftv dan Film. Beberapa judul film yang pernah dibintangi Sule adalah Arwah Kuntilanak Duyung (2011), Sule, Ay Need You (2012), Sule Detektif Tokek (2013).
Sule juga dengan keahliannya bernyanyi, ikut meramaikan industri musik Indonesia.  Sule yang sedang naik daun, pada tahun 2010 masuk dapur rekaman dan meluncurkan single pertama berjudul Susis (Suami Sieun Istri). Tak disangka, lagu Sule yang memiliki lirik sederhana dan jenaka sangat diminati masyarakat pecinta musik. 
Sukses dengan Susis, Sule kembali meluncurkan singel kedua dan selanjutnya berjudul Prikitiew Bye Bye, Bola Salju, Putus Cinta, dan Salingkuh di tahun yang sama. 



Singel yang diluncurkan Sule selalu laris manis. Hal itu membuat produser ingin Sule terus meluncurkan singel. Tercatat Sule sudah meluncurkan banyak singel lagu seperti  Cicilalang  (2011),  Mimin I love you ( 2012 ).
Selain menjadi penyanyi Solo, Sule juga membentuk grup nyanyi Smosh, 7 ikan, dan Super Senior. Beberapa judul lagu duet juga pernah diluncurkan Sule seperti  Smile U don't Cry bersama Andre Taulany ( 2011 ), Saranghaeyo bersama Penyanyi Korea Eru (2013), dan Smile U don't Cry  bersama 3 Djanggo ( 2013).

Berduet dengan penyanyi Korea Eru  adalah hal yang berkesan bagi Sule. Pasalnya, dari sekian banyak penyanyi terkenal di indonesia, Sule yang terpilih. "Dia (Eru) nggak mau selain sama Sule," kata Sule.

Selasa, 11 Maret 2014

Kisah Sukses Entis Sutisna



Sule kini menjadi miliarder. Ia yang dahulu bukanlah siapa-siapa, sekarang menjadi salah satu pelawak dengan bayaran termahal. Bahkan, salah satu media  mencatat jika penghasilan Sule bisa menembus angka rp. 1 Miliar perbulan. Tentu hasil itu didapatkannya dengan perjuangan dan kerja keras. Berikut kisahnya.

Sule Awalnya Kerja Serabutan

Sule terlahir dengan nama Entis Sutisna. Ia lahir di Cimahi, Jawa Barat, 15 November 37 tahun lalu. Sewaktu kecil, Sule bisa dibilang hidup susah atau prihatin.
Sejak kecil ketika masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), Sule Kecil harus membantu ayahnya yang berprofesi sebagai penjual bakso di Cimahi. Pada malam hari, Sule kecil juga harus ikut membantu berjualan jagung rebus keliling dari kampong ke kampung.



Waktu menemani sang ayah berjualan, ia sering melihat ayahnya melawak kepada pembeli. Bakat melawak dari ayahnya itu menular kepada dirinya.
Meski hidup dalam serba kekurangan, Sule yang tak ingin bodoh, berhasil lulus Sekolah Tinggi Seni Bandung.  Tampaknya hidup serba kekurangan masih terus berlanjut setelah Sule berumah tangga.

Sule menikah dengan Lena pada tahun 1997. Beberapa tahun berumah tangga, Sule masih belum dapat merubah kondisi hidupnya yang prihatin. Sule kesulitan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya seperti membeli kebutuhan istri dan anak-anaknya
Ia kala itu hidup mengontrak rumah kecil dengan penghasilan pas-pasan sebagai pelawak. Untuk mencari tambahan penghasilan, Sule rela jadi  pedagang ayam dan penjual baju kebaya. Penghasilan Sule saat itu hanya Rp. 20 ribu per hari.


Ikut Audisi Lawak awal Kesuksesan Sule
Masa-masa sulit bagi Sule tinggal kenangan. Kini pelawak yang serba bisa itu sudah menjadi miliarder. Keberuntungan Sule datang ketika grup lawak yang dibentuk Sule dengan dua rekannya, Ogi Suwarna dan Obin Wahyudin,  SOS lolos audisi lawak API (Akademi Pelawak Indonesia) di TPI. 
Dan selanjutnya, wajah Sule pun sering muncul di TPI (saat ini berganti nama menjadi MNCTV).

Awalnya Sule yang sudah tidak betah hidup serba kekurangan, ia nekat mengadu nasib di Jakarta dengan berbekal keahlian menari.  Sule mengaku bercita-cita menjadi pembawa acara berita televisi sehingga nekat pindah dari Jawa Barat ke Jakarta. Alumnus STSI Bandung ini kemudian berkelana dari satu tempat ke tempat lainnya di Jakarta.
Kesempatan mengikuti Audisi Pelawak Indonesia (API) adalah jalan pintas menuju sukses Sule. Tidak sampai setahun setelah menjuarai Superstar Show, sebuah acara duet selebriti di Indosiar, karier Sule pun terus menanjak.




Namanya pun masuk dalam jajaran pelawak papan atas. Tahun 2009 dan 2010 adalah tahun-tahun keemasan bagi Sule. Kini Sule sudah layak disejajarkan dengan Tukul Arwana, Komeng, Eko Patrio, Parto, ataupun Olga Syahputra yang sempat dinobatkan sebagai Lima Pelawak Termahal Indonesia.

Minggu, 09 Maret 2014

Kronologi Wafatnya Jojon



Jagad hiburan Tanah Air berduka. Satu lagi seniman terbaik Indonesia tutup usia. Pelawak senior Jojon menghembuskan nafas terakhir dalam usia 66 tahun pada Kamis, 6 Maret 2014 akibat serangan jantung.
Djuhri Masdian atau dikenal Jojon diketahui sejak lama mengidap penyakit asma. Namun, banyak yang tidak menyangka jika Jojon memiliki penyakit jantung.

Seminggu sebelum meninggal, Jojon tampak sehat. Bahkan masih kuat menjalani syuting sinetron kejar tayang Mak Ijah Pengen ke Mekkah yang  tayang setiap hari di SCTV.

Baru pada Senin, 3 Maret 2014, kesehatan Jojon melemah dan harus dibawa ke Rumah Sakit Ramsey Premier, Jatinegara, Jakarta Timur. Jojon merajuk minta dibawa ke rumah sakit. Asma yang 30 tahun lebih bersarang di tubuhnya itu membuat Jojon memutuskan untuk menginap di rumah sakit.

Tiga hari menginap di rumah sakit, kondisi Jojon semakin menurun. Puncaknya pada Kamis (6/3/2014) dini hari.  Jojon mengalami koma yang membuatnya tak sadarkan diri.

“Saya ditelepon 'cepat ke sini (rumah sakit), papa nih, cepat ke sini'. Jadi jam 23.00 WIB, saya langsung ke sana. Jam 1.00 WIB dia koma, labil jantungnya," kata Adi Jojon, anak sulung Jojon.

Sesaat sebelum wafat, semua anggota keluarga berkumpul di Rumah Sakit. Mereka menunggui Jojon hingga pagi hari. Akhirnya pada pukul 6.10 WIB, nyawa Jojon tak tertolong. Pelawak yang dikenal dengan kumisnya itu menghembuskan napas yang terakhir. Tangis keluarga pun  pecah melepas kepergian kepala keluarga yang dihormatinya.



Jenazah kemudian diantar ke rumah duka di Imperial Golf Estate, Sentul City, Kabupaten Bogor. Setelah di semayamkan selama dua jam, jasad Jojon dibawa ke Masjid Al Munawwarah untuk disalatkan.

Pada pukul 13.20 WIB, mobil ambulans pembawa jenazah Jojon tiba di TPU Kebon Pedes, Bogor, Jawa Barat. Jasad Jojon pun dikebumikan.

Selamat Jalan Sahabat.



TPU Blender Tempat Peristirahatan Terakhir Jojon

Ratusan pelayat yang bercampur dengan warga sekitar memadati Tempat Pemakaman Umum (TPU) Blender, Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor, untuk menghadiri dan memberikan penghormatan terakhir terhadap mendiang komedian senior Jojon yang dikuburkan hari ini, Kamis, 6 Maret 2014, siang.

Warga sekitar mengaku semasa hidupnya almarhum Jojon sering ke TPU Blender bersama keluarganya karena di sana termasuk tempat pemakaman keluarga Jojon juga.



"Saat itu, Jojon masih jaya-jayanya di dunia hiburan. Karena dikerubuti warga yang ingin foto bareng dan salaman, anaknya sempat jatuh kegulung warga hingga terpaksa dibawa ke rumah sakit. Nah, sejak itulah almarhum sudah enggak pernah datang ke sini lagi," kata Romlah, pemilik warung yang tak jauh dari tempat dimakamkannya jenazah Jojon.

Antusiasme warga sekitar untuk melihat jenazah Jojon dimakamkan terlihat di pintu masuk hingga sekitar liang lahat yang sudah digali petugas TPU. Mereka yang didominasi perempuan, ibu-ibu dan anak-anak datang sejak pagi hingga jenazah tiba sekitar pukul 13.00 WIB. Jenazah datang didampingi oleh rombongan keluarga beserta sejumlah artis, seperti Deswita Maharani, Eko Patrio, Akri Patrio, Tukul Arwana, Tarsan, Dorce, dan lainnya.


“Jojon adalah Guru Besar Pelawak”

Doyok merupakan salah satu pelawak yang mengenal Jojon sejak lama. Ia berkata jika Jojon merupakan pelawak senior yang juga adalah guru besarnya.

“Saya kenal sejak tahun 80’an dengan almahrum. Beliau adalah senior kita, guru besar dan juga bapak kita yang sering memberikan pelajaran dari segi rumah tangga, profesi. Kita sangat kehilangan sosok seniman pelawak yang sangat multitalenta, legendaries,” kata Doyok.



Doyok berdoa untuk sang sahabat agar Jojon dilapangkan kuburnya dan diampuni segala khilaf dan dosa saat hidup.

“Semoga beliau diterima di sisiNya dan yang ditinggalkan diberi ketabahan,” doa Doyok.




Sabtu, 08 Maret 2014

Dua Ciri Khas Jojon



Kumis dan Celana Ngatung

Penampilan Jojon dengan kumis ala Charlie Chaplin menjadi pembeda Jojon dengan pelawak lainnya. Bukan hanya itu, mengenakan celana gombrong di atas udel dan ngatung juga menjadi ciri khas Jojon.
“Dulu saya itu ganteng. Awal saya mau ngelawak, bingung mau gimana . Terus saya bercermin dan coret-coret ini,” kata Jojon sambil menunjuk kumisnya.


“Sudah pakai kumis terus saya berpikir bisa menyatu nggak nih jiwa saya dengan kumis. Pas saya pakai kumis, terus main, ternyata orang senang dan ketawa,” kata Jojon bercerita saat menjadi bintang tamu acara Bukan Empat Mata.

Displin dalam Bekerja
Cahyono bercerita jika Jojon semasa hidup adalah seorang pelawak yang disiplin dan profesional dalam bekerja. Sebagai ketua dan sutradara grup Jayakarta, Cahyono mengaku senang bekerja sama dengan Jojon.  
“Jojon itu serius banget menghayati perannya. Dia professional, disiplin, tiada duanya. Pintar dan alami. Saya sebagai sutradara senang sekali,” .
Selain itu, Jojon merupakan sosok periang dan bijaksana. “Dia gembira terus.  Dia juga orang yang bijaksana, kalau saya emosi dia yang suka meredakan emosi saya. Dia bilang ‘No kerjaan kita menghibur orang. Kita juga harus bahagia’,” kata Cahyono mengenang sosok Jojon.
Ucapan Cahyono juga diamini Henny, istri Jojon. “Dia sangat disiplin dan serius dalam pekerjaan,” kata Henny.


Jojon Membimbing Cahyono

Setelah vakum dari kegiatan lawak, pendiri Jayakarta Grup, Cahyono meluangkan waktu dengan lebih banyak menjadi pendakwah. Sebelumnya Cahyono beragama Nasrani. Ia mengaku mengenal Islam lewat teman-temannya di Jayakarta Grup. Saat pertama kali memeluk agama Islam, Cahyono dibimbing oleh  Jojon.
“Jojon itu lulusan Ponpes Wanaraja. Nah dialah yang menjadi guru ngaji saya pada awal-awalnya (masuk islam).” Kata Cahyono.
Cahyono bercerita jika ia yakin untuk memeluk agama Islam ketika suatu malam, ia bermimpi. ”Mungkin mimpi ini yang lantas mengubah pendirian saya,” kenangnya.
Dalam mimpinya, dia bertemu dan dikejar-kejar mahluk mengerikan. Saking takutnya, Cahyono berdoa dan menyebut nama Tuhannya. Namun mahluk itu justru bertambah besar. Semakin lantang disebut nama Tuhannya, sang mahluk makin membesar.





”Pada kondisi yang putus asa, saya teringat nama tuhannya Jojon. Sekonyong-konyong, saya takbir dalam mimpi itu, Allahuakbar, dan seketika lenyaplah mahluk tadi,”kisahnya.
Paginya, Cahyono langsung menemui Jojon. ”Tuhanmu manjur Jon,” katanya.
Pada tahun 1992, Cahyono resmi memeluk agama islam dibimbing Jojon.

Kamis, 06 Maret 2014

Jojon dalam Kenangan


Pelawak senior Jojon dikenal dengan ciri khas celana ngatung dan kumis ala Charlie Chaplin. Ia menghembuskan nafas terakhir pada Kamis 6 Maret 2014 diusia 66 tahun karena menderita penyakit jantung dan asma. Ia adalah pelawak yang eksis sejak tahun 1970’an. Selain merambah dunia lawak, Jojon juga merambah dunia layar lebar dan tarik suara. Ia juga sempat menjadi produser musik. Berikut kisahnya.

Terkenal Lewat Jayakarta Grup

Jojon terlahir di Karawang, 5 Juni 1947 dengan nama Djuhri Masdjan. Istrinya bernama Henny Mariana. Dari pernikahannya, Jojon memiliki tujuh anak.
Nama Jojon mencuat pada tahun 1970’an saat bergabung dengan grup lawak Jayakarta Grup bersama Uu, Ester, dan Cahyono. Grup itu sangat popular di masyarakat. Namun pada tahun 1990’an, grup itu bubar karena personelnya memilih jalur solo.


Sebelum bergabung dengan grup Jayakarta,  Jojon sudah akrab dengan dunia kesenian. Ia menekuni dunia kesenian reog dan ludruk.
“Jadi sebelum saya di jayakarta, saya di reog dulu,” kata Jojon semasa hidup.
Jojon merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Ia sewaktu kecil bercita-cita menjadi tentara karena sering bermain perang-perangan dengan kawan-kawannya.

Cita-cita Jojon menjadi tentara dilarang ibunya. Ia pun memilih untuk berkesenian dengan bermain Reog. "Ibu saya melarang saya untuk jadi tentara," kata Jojon semasa hidup.  
Singkat cerita Jojon mengadu nasib ke Jakarta berawal dari saran temannya. Di Jakarta, ia bertemu dengan Cahyono. Kemudian dengan Ester dan Uu mereka membentuk grup lawak bernama Jayakarta di mana Cahyono sebagai sutradara dan juga pemainnya.

Bisa Bersaing dengan Pelawak Muda

Di tengah persaingan industri hiburan, Jojon yang sudah tidak bersama grup lawaknya, Jayakarta grup masih terus eksis dengan membintangi berbagai program tv. Dia juga pernah bermain film dan sinetron.
Beberapa judul film yang dibintanginya adalah Tiga Dara Mencari Cinta (1981), Apa Ini Apa Itu (1981), Okey Boss (1981), Barang Antik (1983), Vina Bilang Cinta (2005), Setannya Kok Beneran ? (2008), Doa yang Mengancam (2008), Mau Dong Ah (2009), Badai di Ujung Negeri (2011). Jojon juga  pernah mengeluarkan album pop Sunda berjudul Pamali.
Jojon belum lama ini sering nongol di televisi membintangi sinetron Mak Ijah Pengen Naik Haji yang tayang di SCTV.





Menurut Jojon, kunci suksesnya terus bisa eksis sampai ajal menjemput adalah dengan terus belajar menutupi kekurangan.
"Seni itu tidak memandang tinggi rendah, besar kecil. Seni itu luas. Makanya kita harus terus belajar kekurangan kita. Jangan pernah berpikir aku sudah mampu, aku sudah pinter. Itu nggak ada. Menjadi seniman itu pasti ada kekurangan. Makanya belajarlah dalam kekurangan. Terutama saling menghormati. Walaupun seniman itu masih kecil. kita harus hargai," kata Jojon.

Rabu, 05 Maret 2014

Roger Danuarta Ditangkep Saat Over Dosis di Tengah Jalan Raya



Sempat diisukan jadi pemakai narkoba bersama Sheila Marchia, Roger Danuarta akhirnya kesandung juga. pada Minggu, 16 Februari, malam, Roger ditangkap polsek Pulo Gadung karena kedapatan mengkonsumsi narkoba.
Sebelum penangkapan, Roger yang menggunakan mobil Mercedes-Benz bernomer polisi B 386 RY sempat membuat heboh warga sekitar lantaran mobil yang dikenakannya terhenti di tengah jalan Kayu Putih Tengah Kecamatan Pulogadung  Kayu Putih, Jakarta Timur.  

Mobil Roger jadi pusat perhatian karena membuat macet jalan. Setelah diintip, Roger sedang tergolek lemah  di belakang kemudi dengan jarum suntik masih menempel di lengan kanan.

Melihat gelagat yang mencurigakan, beberapa orang melaporkan  pada polisi. Saat petugas kepolisian datang, Roger langsung digelandang ke Mapolsek Pulo Gadung.

Namun, membawa Roger ke kantor polisi bukan perkara mudah. Petugas sempat kesulitan memindahkan tubuh Roger dari dalam mobil karena dia sempat melawan. Warga pun akhirnya turun tangan membantu upaya polisi itu.
“Itu juga keluarinnya susah, karena melawan. Dia kayak orang linglung. Diborgol jempolnya. Dia megang setir terus. Ditarik warga, cuma nggak mau,” kata seorang petugas keamanan setempat bernama Gugun.

Dari hasil penggeledahan di dalam mobil yang dibawa Roger, polisi kemudian juga menemukan 1 bungkus narkotika jenis putaw di kursi depan sebelah kiri mobil. Ditemukan pula satu bungkus daun ganja kering dan satu bungkus lainnya di dalam sebuah tas. 
Setelah beberapa jama berada di tahanan polsek Pulo Gadung, Polisi  resmi menyatakan Roger sebagai tersangka dalam kasus penyalahgunaan narkoba.
“Saat diperiksa yang bersangkutan mengaku berinisial RD umur 33 tahun. Hasil tes urine dinyatakan positif putaw,” jelas Kapolres Jakarta Timur, Kombes Pol Mulyadi Kaharni di Polsek Pulogadung, Jakarta Timur, Senin 17 Februari 2014.

Dengan bukti itu, bisa dipastikan Roger akan menghadapi ancaman hukum yang tak ringan. “Yang bersangkutan dijerat Pasal 111, Pasal 112 subsider Pasal 127 UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara dan maksimal 12 tahun,” kata Mulyadi.
Semnetara Roger yang sudah siuman, pada  Senin siang ia membenarkan sudah menjadi pengguna narkoba. Dari penjelasaanya, ia menyangkal jika sudah menggunakan narkoba sejak lama. Bahkan menjadi pecandu. 
“Kejadian ini, saya bisa bilang dari salah pergaulan kali. Aku juga bereksperimen masalah drug. Aku baru tiga bulan mencoba drug. Dan aku anggap semua ini ada hikmahnya dan bersyukur dengan masalah ini,” ujar Roger.

Kendati demikian, dia menolak disebut overdosis saat ditemukan warga dan aparat kepolisian di tengah jalan Raya Kayu Putih. Menurut Roger, ketika itu dia kelelahan sehingga mengantuk dan akhirnya tertidur pulas.
“Saya sedang tertidur. Iya, ngantuk dan tertidur pada saat itu,” kata Roger tanpa menjelaskan kenapa ada jarum suntik yang masih menancap di lengan kanannya


Roger Tak Betah di Sel Penjara

Sejak mendekam di dalam tahanan Kantor Polisi Sektor Pulo Gadung, Jakarta Timur, Roger Danuarta sulit tidur.

"Kata dua orang teman selnya, dia setiap malam terbangun, lalu tidur lagi dan terbangun lagi," kata Kepala Polsek Pulo Gadung Komisaris Polisi Zulham Effendy.



Roger terus menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap pria misterius berinisial M. Kepada polisi Roger mengaku mendapatkan narkoba dari M yang hingga kini masih diburu polisi. 

"Dia sudah kasih tahu ciri-ciri fisik M dan tempat nongkrongnya." Polisi masih terus mendalami kasus ini karena M merupakan tokoh kunci.



Kehilangan Arah Setelah Ayah Meninggal Dunia

Kabar Roger Danuarta menggunakan narkoba sudah lama terdengar oleh Benny Contoh,  sahabat Roger. Ia menduga, semenjak kematian sang ayah, Roger menjadi kehilangan arah. Sehingga pergaulan Roger menjadi tak terkontrol.  




“Orang untuk mengatasi masalah, mengatasi stres beda-beda. Bapaknya sudah lama tidak ada (meninggal). Roger juga sudah lama tidak aktif di dunia entertainment. Mungkin dia jadi lebih stres, nggak ada yang bantuin, nggak ada yang kontrol jadi lebih hilang arah,” kata Benny Contoh kepada wartawan melalui telepon, Senin (17/2/2014).

Sementara itu, Roger dalam keterangan persnya mengaku baru mengkonsumsi narkoba sejak tiga bulan lalu. ia mengkonsumsi narkoba bukan karena masalah yang tenagh dihadapi. “Masalah enggak ada. Enggak ada apa-apa," tuturnya.

Selasa, 04 Maret 2014

Antara Agnes Monica, Leony, dan Sheila Marcia




Roger Danuarta menjadi bintang sinetron yang banyak dielukan wanita. Selain memiliki wajah ganteng, popularitas Roger sedang di puncak karier.

Roger sempat digosipkan menjalin asmara dengan Agnes Monica dan Leony Vitria Hartanti. Mereka diduga terlibat cinta lokasi dalam judul sinetron yang sama.

Dikonfirmasi mengenai hal itu, Roger mengelak jika memiliki hubungan asamara dengan Agnes maupun Leony.

"Aku nggak pilih dua-duanya buat jadi pacar. Karena saya belum menemukan gadis yang sesuai dengan kriteria yang saya mau yaitu yang ramah, pintar, sopan, nggak sombong dan nggak sok tahu," kata Roger kala itu.

Roger mengaku jika hubungannya dengan Agnes dan Leony hanya sekedar teman disaat terlibat syuting bareng. 

"Kami jarang ketemu karena tidak satu produksi lagi. Dalam masalah ini saya memilih untuk bersikap diam dan tidak mau banyak komentar. Dalam arti saya nggak mau berkomentar tentang hal-hal yang saya anggap tidak penting. Sebagai lawan main, Leony dan Agnes sangat kooperatif dan sama baiknya," tuturnya.





Setelah gosip itu mereda, Roger terlibat asmara dengan aktris Sheila Marcia. keduanya bahkan sudah manyatakan untuk menuju ke pelaminan. Namun sayang,  hubungan mereka kandas dan rencana mereka untuk melangsungkan pernikahan batal terlaksana. 

Penyebabnya, ketika Sheila Marcia kesandung kasus narkoba pada 2008 silam.   Bahkan ketika itu, Roger sempat menghilang. Kabarnya Roger turut terlibat saat pesta narkoba bersama Sheila

Sheila Marcia ditangkap tangan Mapolsek Penjaringan pada hari Kamis, 7 Agustus 2008 sedang pesta narkoba di apartemen Golden Sky Pluit lantai 7 kamar 8 bersama 4 orang lainnya.