Sabtu, 13 September 2014

Raisa, Hobi Mencipta Lagu dan Fotografi



Raisa dan Haters

Semakin tinggi pohon, maka akan semakin kencang angin menerpanya. Seperti itulah yang dialami Raisa. Di masa-masa kejayaannya, Raisa tak bisa terhindar dari yang namanya haters. Raisa memiliki jumlah followers di Twitter sebanyak 1.9 juta. Namun, tak semua dari mereka itu adalah penggemarnya. Ada yang mem-follow-nya hanya untuk menjatuhkan dirinya.
"Itu bukan sesuatu yang harus dihindari. Tapi yah gimana pun ngebaca fitnah ya bete juga. Cuma bedanya sekarang bete-nya lebih sebentar kalau dulu lama," ungkapnya.

Tapi Raisa bersyukur dengan kehadiran haters karena itu tandanya ia berhasil membuat prestasi. "Ya katanya sih kalau apa yang kita lakukan semua orang suka berarti kita belum melakukan apa-apa. Jadi misal kalau ada yang enggak suka berarti kita sudah melakukan sesuatu," ujarnya. 

Meski begitu, ia lebih bersyukur karena memiliki pendukung setia yakni, YourRaisa, yang selalu hadir di setiap acara yang dihadirinya. Bahkan, ada yang rela terbang dari kota asalnya hanya untuk melihatnya bernyanyi di kota lain.
"Mereka selalu datang dan ngedukung aku. Jadi bukan sekadar di acara yang gede aja. Pokoknya mereka enggak pandang bulu dan milih-milih acara. Yang paling keren mereka bawa spanduk. Tulisannya Raisa, gambarnya kelinci," ungkapnya.

Raisa, Hobi Mencipta Lagu dan Fotografi

Raisa mengaku selalu terjun langsung di setiap penggarapan albumnya. Ia tak hanya datang ke studio lalu langsung take vocal. Jauh sebelumnya, Raisa sudah terlibat, terutama untuk urusan materi lagu-lagu di albumnya.  Sekitar 70 hingga 80 persen, lagu-lagu di albumnya adalah hasil karyanya bersama produsernya. Sisanya adalah lagu ciptaan musisi lain. "Aku memang suka nulis lagu," kata Raisa.

Saat menciptakan sebuah lagu, Raisa paling senang mengambil tema tentang kisah percintaan. Namun, Raisa paling anti menulis kisah cinta pribadinya. "Aku enggak bisa nulis lagu misal kaya aku lagi patah hati banget terus nulis lagu tentang dia. Keenakan banget udah matahin hati gue terus dibikinin lagu," kata Raisa. Raisa tak bisa menentukan kapan ia menulis lagu. Menurutnya, inspirasi itu datangnya tak terduga. Contohnya, ketika sedang terjebak macet tiba-tiba Raisa ingin membuat lagu yang penuh amarah atau bisa juga ketika usai menonton film komedi, Raisa bisa menulis lagu yang ceria.

Yang paling susah dalam menciptakan lagu adalah ketika ia disuruh menulis lagu dengan tema khusus. Jika hal itu terjadi, ia akan mulai berpikir keras. "Iya itu bisa berhari-hari. Bisa bolak-balik ke studio ngerjain itu lagi. Paling cepat sekitar 20 menit. Kaya lagu Could it Be," ceritanya. 

Selain hobi menulis lagu, ia juga gemar fotografi. Namun diakuinya hobinya yang satu ini tak selihai menulis lagu. "Enggak jago bangat sih, tapi emang suka yang sama foto-foto. Ya kadang kalau di mana aja pasti foto-foto juga," ujar Raisa. Penyanyi muda ini gemar mengabadikan moment-moment dalam aktivitas-aktivitas kesehariannya. "Aku suka mengabadikan moment, meski gak semuanya diupload, soalnya menyenangkan," ujarnya.

Dalam kegemarannya mempelajari dunia fotografi, Raisa ingin mengabadikan moment-moment di dasar laut."Aku mau foto di dalam air, seru. Tapi udah ada sih, aku juga aktif di sosial media. Jadi gampang bisa interaksi dengan teman-teman, fans juga dari HP aja bisa langsung jepret dan diupload," tutupnya.


Raisa, Suka Fashion yang Casual dan Chic

Musik tak bisa dilepaskan dari dunia fashion karena keduanya saling menunjang. Nah, begitupula dengan Raisa. Untuk urusan yang satu ini, Raisa dikenal memiliki gaya berbusana yang casual dan chic. Sejak kemunculannya hingga kini pun, Raisa mengaku masih suka berbusana seperti itu. "Aku dari album pertama masih gini aja. Suka bergaya casual, kadang girly kadang engggak. Kadang aku pakai flowery dress tapi aku suka pakai jaket kulit," ungkapnya .



Biasanya, Raisa suka meniru gaya-gaya berbusana dari fashion blogger. Meski begitu, Raisa tetap membatasi fashion blogger mana yang menginspirasinya dalam bergaya. "Aku lagi senang lihat blogger-blogger gitu. Biasanya gayanya seru-seru. Aku kan enggak pengen pakai baju yang terbuka atau pakai hotpants gitu, jadi agak membatasi fashion icon yang aku tuju," ujarnya. 


Dari Penyanyi Kafe, Raisa memulai Karir Bernyanyinya



Raisa, Berawal Dari Vokalis Band

Sejak kecil Raisa Andriana sudah senang bernyanyi. Raisa  tumbuh dengan mempelajari sendiri teknik olah vokal dari lagu-lagu yang sering didengar. 
Mahasiswi Universitas Bina Nusantara Internasional ini mempelajari gaya bernyanyi dari musisi-musisi favoritnya. Raisa ter-influence oleh Brian McKnight, India Arie, Stevie Wonder, JoJo, Joss Stone, Alicia Keys, Mariah Carey, sampai Whitney Houston.

Sejak usia tiga tahun, bakat musik Raisa telah terlihat. Saat itu, ia menyanyikan lagu pertamanya yang merupakan soundtrack dari film Aladdin, A Whole New World.  Saat remaja, tepatnya saat SMA, wanita yang belajar bernyanyi secara otodidak ini juga pernah bergabung di sebuah band garapan Kevin Aprilio, Andante (sekarang lebih dikenal dengan Vierratale)

Bersama Andante, Raisa menyanyikan lagu-lagu ciptaan Kevin yang bergenre power pop dan pop rock. Namun, Raisa memutuskan hengkang dari band tersebut lantaran karakter suaranya yang jazzy tak cocok dengan karakter lagu yang dimainkan oleh Andante. Setelah itu, Raisa memilih memamerkan suaranya di media sosial. Tepatnya pada November 2010, Raisa mem-posting video bernyanyi pertamanya, Can I Walk With You, di YouTube melalui akun raisa6690. Selain itu, Raisa juga menggegerkan YouTube dengan suaranya yang menyanyikan lagu hits seperti Just the Two of Us, What a Wonderful World, How Come You Don't Call Me dan Over the Rainbow. 


Raisa, Sempat Menjadi Penyanyi Kafe

Raisa termasuk beruntung lantaran memiliki teman-teman yang telah terjun terlebih dahulu di industri musik tanah air. Mereka menjadi salah satu faktor kesuksesannya. Namun, kehadiran mereka tak berarti jika Raisa tak memiliki kemampuan yang kuat di bidang ini. Sebelum sesukses sekarang, Raisa pernah merasakan menjadi penyanyi kafe dan vokalis latar untuk grup musik RAN. Sampai pada akhirnya, Asta 'RAN' tertarik dengan suara Raisa. Bersama Ramadhan Handy dan Adrianto Ario Seto dari Soulvibe, Asta membantu Raisa menggarap debut albumnya.


Saat itu, Raisa belum bekerja sama dengan label besar. Ia mengerjakan albumnya secara indie. Single pertama yang diluncurkannya adalah Serba Salah pada tahun 2010. Serba Salah berkisah tentang sepasang kekasih yang telah lama menjalin asmara. Namun, mereka sudah tak memiliki kecocokan lagi. Mereka sering bertengkar, bosan satu sama lain, padahal keduanya masih saling mencintai. 

Untuk mempromosikan single-nya ini, Raisa yang berjalan secara indie kembali memanfaatkan YouTube. Ia mengunggap video dirinya menyanyikan lagu Serba Salah secara akustik. Tak disangka-sangka, video ini mendapat respon positif dari masyarakat. Hal itu membawanya ke sebuah label ternama, Universal Music Indonesia."Produserku, Asta yang memperkenalkan aku kepada Universal," kata Raisa.

Pada tahun 2011, Raisa resmi bernaung di bendera Universal Music Indonesia. Bersama Universal, Raisa meluncurkan album perdananya.

Kamis, 11 September 2014

Cara Raisa Mempertahankan Popularitas

Tak butuh waktu lama bagi Raisa berada di puncak popularitas. Ia menjadi salah satu penyanyi pendatang Baru yang melejit dengan cepat. Sanggupkah Raisa mempertahankan eksistensinya di dunia tarik suara? Berikut perjuangan yang dilalui Raisa hingga menjadi salah satu penyanyi papan atas Tanah Air? 


Raisa, Cepat Berada di Puncak Popularitas

Raisa, perempuan kelahiran  6 Juni 1990 ini menjadi salah satu penyanyi wanita terbaik di Indonesia. Padahal, ia baru terjun ke industri ini sejak tahun 2011. Tiga tahun berkarier ia telah menelurkan dua album yakni Raisa (2011) dan Heart to Heart (2013). Album pertamanya sukses secara komersial. Ia menduduki peringkat pertama pada chart album weekly Indonesia dan menjadi salah satu album terlaris di tanah air sepanjang tahun 2012. Tak hanya itu, single-single di album ini pun selalu menjadi hits. Sebut saja Serba Salah, Apalah (Arti Menunggu) dan Could It Be.

Ternyata, kesuksesan Raisa tak hanya dari segi komersil saja. Kualitasnya pun patut diacungi jempol. Itu terbukti dengan kehadiran dua piala Anugerah Musik Indonesia 2012. Di ajang paling bergengsi bagi insan musik ini, Raisa meraih gelar sebagai Penyanyi Pendatang Baru Terbaik dengan single Serba Salah dan Grafis Desain Album Terbaik. Untuk album keduanya yang dirilis 27 November 2013, Raisa merilis single pertama berjudul Bye - Bye disusul dengan single kedua Pemeran Utama yang juga menjadi hits.

Eksistensinya di industri ini dibuktikan juga dengan penghargaan yang baru ia raihnya sebagai Selebriti Wanita Paling Memikat versi Infotainment Awards 2014. Ia berhasil mengalahkan Agnes Monica, Raline Shah, Pevita Pearce dan Syahrini. Raisa juga mendapat anugerah Ardan Group 2013,  apresiasi terhadap musisi Indonesia yang memiliki airplay tertinggi dalam satu tahun di empat radio yang tergabung dalam Ardan Group yakni, Ardan Radio, Radio B, Radio Cakra dan Solo Radio. Kini, Raisa sedang bersiap diri untuk pagelaran konser tunggalnya yang pertama semenjak berkiprah di industri musik. Tak tangggung, konser tunggalnya dihelat di Star Theatre Singapura pada 1 Oktober 2014. Raisa baru akan mengadakan konser tunggal di Tanah Air pada awal tahun 2015. Kini,


Cara Raisa Mempertahankan Popularitas

Berada di puncak popularitas tak serta merta membuatnya puas diri dan terlena. Selain berusaha mempertahankan yang sudah ada. Raisa juga harus bekerja keras untuk mendapatkan sesuatu yang lebih.
"Terus berusaha bikin yang bagus aja, berusaha kualitas bernyanyinya ningkat terus. Jadi, menurut aku kalau kita bisa bikin (karya) dan nyanyi yang bagus, perform yang bagus, pasti akan tetap (eksis) kok," ujarnya.

Selain itu, juga harus bisa memaksimalkan potensi-potensi yang ada di dalam diri. "Juga jangan pernah mencoba untuk menjadi seperti orang lain, karena di dalam diri kita sendiri ada keunikan," ucapnya.


Rabu, 10 September 2014

Filosofi Kehidupan Nadya




Nadya Hutagalung, Lebih Baik Masuk Penjara Ketimbang Masuk Rumah Sakit 

Berbicara mengenai filosofi kehidupan, secara berandai-andai Nadya
lebih memilih masuk penjara daripada masuk rumah sakit. Alasannya,
karena kesehatan mahal harganya.
“Uang banyak akan tidak lagi berarti jika mengalami sakit karena anda
tidak bisa membeli hidup sehat ketika anda sudah sakit parah. Ini sama
saja seperti ‘dipenjara’, bahkan lebih parah. Sementara kalau di
penjara, anda hanya tidak bisa kemana-mana. Tetapi pikiran, jiwa dan
fisik anda sehat sehingga anda tetap bisa melakukan hal-hal yang
bernilai dan bermanfaat seperti membaca buku, menulis, berinteraksi
dan mengerjakan hal-hal lain secara normal” ucapnya.

Dengan sikapnya yang lebih mengutamakan kesehatan, Nadya hingga saat
ini masih terlihat cantik. Ia pun mengungkap rahasianya. “Aku
menjalani hidup sehat, kebetulan aku adalah vegetarian 80%. Artinya
aku masih mengkonsumsi daging, tetapi dalam porsi yang sangat terbatas
karena aku lebih banyak mengkonsumsi buah dan sayuran. Satu lagi, aku
selalu berusaha untuk bahagia setiap hari” paparnya.

Begitulah Nadya, perempuan blasteran yang sangat bangga sebagai orang
Indonesia, khususnya orang Batak. Meski belum lancar berbahasa
Indonesia, tetapi ketika berada di Indonesia Nadya tampak sangat
bersemangat dan berusaha keras agar kalimat yang dia ucapkan bisa
meluncur dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.
“Hutagalung itu termasuk marga yang sangat susah disebut oleh orang
yang bukan dari suku Batak, juga orang asing. Tetapi saya memilih
tetap menggunakan marga itu dibelakang nama saya karena saya bangga
dengan darah Batak didalam tubuh saya” paparnya.


Nadya Hutagalung, Menyoal Asmara

Nadya Hutagalung tak tertarik hanya dengan lelaki yang kaya, tampan,
ditunjang dengan tubuh tinggi dan ideal. Kalau tak memiliki tingkah
laku yang sopan. “Laki-laki itu harus punya visi, pekerja keras, dan
memperlakukan orang tuanya dengan baik. Baru mereka bisa terlihat
atraktif untuk saya,” ucapnya.
Nadya menikah dengan Desmond Koh di Uma Ubud, Bali pada 16 Desember
2006. Dari pernikahan itu mereka dikaruniai satu anak, Nyla yang lahir
pada Maret 2008.

Sebelumnya, dari pernikahan pertamanya nadya dikaruniai 2 anak
laki-laki yang bernama Tyrone (1994) dan Fynn (2003).
Mengalami kegagalan dalam rumah tangga, dikatakan Nadya jika dirinya
percaya dengan adanya istilah happily ever after. Dia sadar kalau
masih ada stigma kurang baik untuk perempuan dengan sejarah kegagalan
hubungan pribadi.
“Namun untuk saya, itu jangan dipikirkan, karena saya pun masih berhak
untuk mendapatkan sebuah hubungan yang sukses dan bahagia. Yang
terpenting adalah bagaimana saya berusaha untuk membuat hubungan ini
berhasil. I put effort into my marriage, yang seringkali terlupa bahwa
ini juga perlu dipupuk dan terus dirawat,” kisah Nadya.



Oleh karena itu, dirinya selalu mengingatkan diri sendiri untuk
menghargai dan menjaga hubungan. “Saya akan berusaha sebisa saya untuk
melakukan yang terbaik untuk menjaga hubungan. Saya rasa, kunci untuk
berhubungan dengan sukses adalah memberi dengan tulus tanpa ego,
karena ego inilah yang menjadi masalah terbesar untuk hubungan. Ketika
ego bertindak, maka kita akan menjadi pribadi yang merasa benar
sendiri dan tak rela untuk meminta maaf,” paparnya.

Selasa, 09 September 2014

Pencinta Lingkungan Sejak Jadi Seorang Ibu



Nadya Hutagalung, Aktivis Peduli Lingkungan

Perempuan pecinta masak ini, suka sekali membaca dan berkomitmen
tinggi untuk menjaga lingkungan sekitarnya dengan hal-hal kecil yang
bisa ia lakukan, salah satunya adalah selalu membawa sedotan kaca ke
mana pun ia pergi agar tidak menggunakan sedotan plastik sekali pakai.
Sebenarnya kebiasaan cinta lingkungan sudah ditanamkan oleh sang ibu
sejak Nadya masih kecil, mulai dari hal-hal yang kecil seperti tidak
membuang sampah sembarangan dan aktifitas daur ulang. Namun karirnya
sebagai model dan VJ yang didominasi oleh lingkungan yang serba glamor
dan gemerlap membuat Nadya tidak bisa fokus dengan gaya hidup seperti
itu.

Nadya baru mulai benar-benar aktif sebagai pecinta lingkungan sejak
menjadi seorang ibu. Nadya mendeskripsikan perannya dengan kalkulasi
50% bekerja untuk diri sendiri & keluarga dan 50% untuk lingkungan.
Setelah memiliki anak, sepertinya Nadya mulai semakin peduli dengan
keadaan bumi di mana anak dan cucunya kelak akan tinggal. Itu sebabnya
dia memiliki lembaga bernama Green Kampoeng yang aktif melakukan
kegiatan serta kampanye yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat
tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mempromosikan gaya hidup
sehat.

Dedikasi Nadya tidak hanya sebatas wacana karena di rumahnya di
Singapura, Nadya menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. Salah satu
contohnya adalah Nadya memodifikasi rumahnya sedemikian rupa agar
keluarganya tidak perlu menggunakan AC untuk penyejuk ruangan. Nadya
juga kemana-mana selalu membawa sedotan kaca sehingga dia tidak perlu
menggunakan sedotan plastik sekali pakai untuk minum yang hanya
menambah debit jumlah sampah plastik yang butuh puluhan tahun untuk
terurai. Lewat akun Twitter &Instagramnya, Nadya juga kerap berbagi
resep dan foto minuman sehat berupa campuran jus buah dan sayur segar,
menginspirasi teman dan penggemarnya menjalani hidup sehat lewat
makanan dan minuman lewat tampilan hidangan yang sangat artistik dan
menggoda selera. Tidak hanya sebatas gaya hidup sehat dan cinta lingkungan, Nadya juga memberi perhatian yang serius terhadap wildlife. Ia menjadi Ambassador for the World Wildlife Fund's Earth Hour untuk Singapura selama empat tahun terakhir.

Nadya Hutagalung dan Penghargaan

Akibat dedikasinya sebagai aktivis peduli lingkungan, pada tahun 2012
Nadya masuk tiga besar dalam The International Green Awards Most
Responsible Celebrity bersama aktivis lingkungan dari Inggris, Livia
Firth dan Ian Somerhalder. Artinya Nadya “mengalahkan” sejumlah nomine
lainnya seperti George Clooney, Penelope CruzRobert Redford, Viviene
Westwood, dan Erykah Badu. Nadya juga bergabung dengan Green School yang berlokasi di Bali dan baru saja mendapat anugerah Greenest School On Earth dari lembaga Green Building Council di Amerika.

Nadya juga pernah mendapat perhatian dari stasiun TV kaliber
internasional CNN pada tahun 2009, menyebut Nadya sebagai Singapore’s
Top 20 Most Influential People dan sebagai pekerja industri televisi
dengan eksistensi yang stabil dan dalam jangka waktu yang lama,
majalah Elle menganugerahi Nadya sebagai Best Host Television pada
2009.



Meski demikian, ibu tiga orang anak ini mengaku masih punya banyak
keinginan. "Aku ingin melakukan banyak hal, karena aku merasa hidupku
baru dimulai. Aku ingin menciptakan sesuatu, membuat film, memasak,
bermimpi, melawan untuk kebebasan, meningkatkan kesadaran untuk
perkara-perkara yang membuatku peduli dan seharusnya membuat yang lain
peduli. Aku ingin menemukan keseimbangan antara pekerjaan, keluarga,
kegiatan sosial, dan praktik spiritual, yang sangat mudah dikatakan
namun luar biasa sulit untuk secara jujur mengatakan apakah kita telah
mencapainya," katanya seperti dikutip dari The Weekender.

Minggu, 07 September 2014

Nadya Hutagalung, Tinggalkan Sekolah Demi Modeling



Nadya Hutagalung merupakan sosok pekerja keras dan tak mudah putus asa. Ia yang mendedikasikan hidupnya untuk lingkungan, bisa menjadi salah satu contoh perempuan sempurna untuk representasi sosok perempuan yang cantik luar dalam. Berikut kisah Nadya Hutagalung.

Nadya Hutagalung, Tinggalkan Sekolah Demi Modeling

Nadya Hutagalung lahir di Sydney, Australia, 28 Juli 1974. Ia
merupakan blasteran, ayahnya dari Indonesia dan ibunya Australia.
Sejak usia 12 tahun, Nadya sudah menggeluti dunia model. Ia rela
meninggalkan dunia pendidikan demi fokus dengan kariernya di dunia
modeling. Nadya kini menetap di Singapura. Berkarier di Australia sebagai model, diceritakan Nadya sangat sulit.Karena ia dianggap bukan sosok yang cantik dan ideal. Oleh karena itu,ia hijrah ke Tokyo, Jepang untuk menapaki kariernya di dunia model. “Karena di sana mereka sudah punya standar perempuan cantik itu seperti apa, yaitu berambut pirang dan seratus persen bule. Sementara aku malah dianggap aneh dengan rambut gelap dan kurus tinggi”, ujarnya

menjelaskan awal musabab karier modelnya justru dimulai di luar
Australia. Pilihannya tak salah. Nadya kemudian menjelma menjadi model top dunia. Tak ayal, banyak produk kecantikan dan produk lainnya mengnginkannya
untuk menjadi model iklan. Di Indonesia, pada tahun 90’an, Nadya dikenal sebagai fotomodel berwajah cantik dan unik yang kerap menghiasi halaman fashion majalah remaja dan pria dewasa. Ia juga kerap terlihat di layar kaca
membintangi berbagai produk iklan.

Tak hanya sukses di dunia modeling, Nadya juga piawai dalam memandu
sebuah acara. Ia dikenal sebagai sosok Video Jockey (VJ) MTV Asia
pertama kali yang mulai mengudara di Singapura pada tahun 1995. Tahun
2012, Nadya dipercaya menjadi host sekaligus juri ajang pencarian
model tingkat Asia : Asia Next Top Model yang diprakarsai supermodel
Amerika, Tyra Bank. Selain itu, Nadya juga dikenal sebagai aktivis peduli lingkungan dan pebisnis handal. Ia memiliki produk perhiasan dan usaha desain dengan nama OSEL yang berarti Cahaya Jernih (Inggris: Clear Light).
Meski sukses tanpa mengenyam pendidikan, tetapi Nadya juga tidak
pernah menekankan soal hubungan kecerdasannya dengan bangku sekolah
yang dulu dia tinggalkan untuk fokus di dunia modeling. Sebab,  Nadya
juga sangat mendukung pentingnya pendidikan.

Nadya Hutagalung, Lebih Nyaman Jadi VJ MTV

Sebagai model, kadang Nadya diharuskan para klien memakai busana
dengan gaya tertentu dan diam berpose selama beberapa waktu didepan
banyak orang, dan itu bukan sesuatu yang membuat Nadya merasa nyaman.
“Aku merasa kurang nyaman ketika berada di antara banyak orang dan
harus diam tak bergerak dan tak berbicara karena aku suka berinteraksi
dengan orang, berbagi dan saling bertukar pendapat dan pemikiran”
ucapnya.







Mungkin itu sebabnya ketika ditawari menjadi Video Jockey (VJ) stasiun
TV musik paling terkenal di era 90’an yaitu Music Televison (MTV) yang
baru mengudara pertama kalinya di Asia dengan nama MTV Asia yang
bermarkas di Singapura, Nadya langsung mengambil kesempatan itu.
Program pertama yang di-host Nadya adalah Morning Mania, lalu kemudian
menjadi host untuk progran andalan MTV Asia lainnya seperti MTV Land
dan MTV Most Wanted. Lewat program ini Nadya seperti menemukan medium
yang tepat untuk mengekplorasi bakat di luar modelling. Karena selain
memutar video musik, Nadya juga berinteraksi serta berbagi informasi
ringan dengan pemirsa MTV dimana keahlian public speaking Nadya
benar-benar diuji.

Gagal Ke Senayan, Di Calon Menjadi Walikota Depok



Nurul Arifin, Menyoal Tak Lolos ke Senayan

Sebelum Komisi Pemilihan Umum resmi mengumumkan hasil Pemilihan Legislatif,  Nurul Arifin yang menjabat sebagai wasekjen Partai Golkar pesimis bisa lolos ke Senayan. Prediksinya terbukti. Ia kala itu yakin tidak lolos ke Senayan dengan berbagai alasan kecurangan Pemilu. Nurul mengungkapkan, pemilu legislatif 2014 seperti perang di Suriah. Perang melawan saudara sendiri."Teman makan teman ibarat perang saudara. Pedang itu ibarat uang yang membabat habis saudaranya sendiri," ungkap Nurul.

Dia tak ingin mengatakan siapa yang bermain curang dengan politik uang sehingga dirinya kalah. dia juga tak mau menyebut apakah politik uang dilakukan oleh rekan separtainya. Nurul lebih meimilih legowo menerima kekalahan. "Saya terma dengan legowo. tapi tim saya tidak terima karena banyak kejanggalan," ucapnya.

Nurul yang berada di Dapil Jabar VII ini menjelaskan , kecurangan terjadi diduga dilakukan oleh KPUD. salah satunya surat yang diperjualbelikan dan formulir c6 yang harusnya asli, faktanya foto copy.
"KPU Pusat mungkin sudah benar dalam menjalankan mandat. tetapi di tingkat bawah bahwa oknum ini tidak bekerja sesuai sistem yang bagus," ucapnya.

Nurul Arifin, Kandidat Calon Walikota Depok

Nurul Arifin mengakui hingga saat ini pihaknya banyak menerima usulan dan permintaan dari beberapa kelompok masyarakat dan tokoh masyarakat Kota Depok agar dirinya maju menjadi calon Walikota Depok dalam Pilkada Kota Depok tahun 2015. Namun kata Nurul, dirinya menyerahkan semuanya kepada otoritas Partai Golkar, yang berwenang mengusung siapa calon yang maju dalam Pilkada Depok tahun depan. "Yang terpenting, saya siap jika memang itu sudah merupakan satu keputusan partai," kata Nurul. Karenanya Nurul meminta semua pihak yang berharap dirinya maju agar menunggu keputusan Partai Golkar.

Nurul menyatakan pada 2011 lalu, dirinya mengaku jauh lebih tertarik menjadi calon Wali Kota Depok dibandingkan menjadi Gubernur Jawa Barat.
"Saya gak ingin maju sebagai calon Gubernur Jabar. Mungkin kalau pun saya mau paling jadi Wali Kota Depok," katanya.
Nurul mengaku bercita-cita membangun Kota Depok sebagai salah satu wilayah di Provinsi Jawa Barat yang merupakan daerah penyangga ibu kota DKI Jakarta, agar menjadi lebih baik."Cita-cita saya adalah membangun Kota Depok, sebagai salah satu kota metropolis yang ideal, dan sama majunya dengan kota besar lainnya," kata Nurul.




Tampaknya, keinginan Nurul akan mendapat halangan dari internal DPD Partai Golkar Kota Depok. Nurul yang menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar ini, dianggap tak punya kontribusi apa-apa untuk Partai Golkar Depok serta konstituennya di sana. Sehingga, Nurul, berpeluang tak akan diloloskan menjadi kandidat Wali Kota Depok. Menanggapi hal itu, Nurul Arifin, mengaku sudah tahu adanya anggapan tersebut melalui pernyataan Ketua DPD Partai Golkar Depok, Babai Suhaimi, beberapa waktu lalu. Menurutnya itu hal yang biasa terjadi di internal partai. Yang terpenting, kata Nurul, dirinya kini tinggal menunggu ketetapan dan mandat dari Partai Golkar saja.
Saat ditanya bagaimana peluangnya menjadi calon yang diputuskan DPP Partai Golkar, Nurul mengaku belum tahu. "Belum tahu soal itu. Pilkadanya masih satu tahun lagi. Jadi apapun masih bisa terjadi," paparnya.