Selasa, 14 Januari 2014

Tersangkut Dugaan Korupsi



Belum lama menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum disebut sebut  Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin terlibat dalam tindak pidana korupsi. Anas diduga terlibat dalam mega proyek pembangunan komplek olahraga Hambalang. Berkali - kali Anas menyangkal bahwah dirinya tidak pernah menerima sepeser pun uang dari proyek tersebut. Dengan lantang dan percaya diri Ketua Umum Partai Demokrat ini mangatakan," Satu rupiah saja Anas menerima uang dari proyek Hambalang, gantung Anas di Monas," ujar Anas.

Tuah Lidah Nazaruddin

Nazaruddin menyebut Anas menggelontorkan uang sebesar 7 juta dollar AS terkait pemenangannya sebagai ketua umum dalam rapat koordinasi nasional partai yang berlangsung di Bandung, Jawa Barat. Uang itu, kata Nazaruddin, diperoleh Anas dari proyek Hambalang.  Nazaruddin mengaku tahu betul soal keterlibatan Anas dalam proyek Hambalang.

Terus dikait-kaitkan dengan kasus dugaan korupsi proyek Hambalang, Anas  tampaknya gerah. Ia menegaskan kembali bahwa dirinya tak terlibat sedikit pun dalam kasus itu.

"Saya yakin. Yakin. Satu rupiah saja Anas korupsi di Hambalang, gantung Anas di Monas," ujar Anas di Kantor DPP Demokrat, Jakarta Pusat, Jumat (9/3/2012).

Ia juga mengatakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak perlu repot-repot mengurusi kasus Hambalang tersebut karena kasus itu hanya isu yang beredar di publik. Ia menganggap pernyataan Nazaruddin yang pertama kali menyebut Anas terlibat dalam kasus itu sebagai ocehan dan karangan semata.

"Saya tegaskan, ya, KPK sebetulnya tidak perlu repot-repot mengurus soal Hambalang. Mengapa? Karena itu, kan, asalnya ocehan dan karangan yang tidak jelas. Ngapain repot-repot," ujarnya.




Jadi Tersangka Kasus Dugaan korupsi


Tampaknya  KPK tak percaya begitu saja dengan ucapan Anas, KPK terus menyelidiki keterlibatan Anas dalam proyek Hambalang.

Akhirnya  setelah memiliki bukti kuat , Anas Urbaningrum ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pemberian dan janji dalam kaitan proyek Hambalang dan proyek lainnya. Dalam surat penyidikan KPK, Anas disebut melanggar pasal 12 a, b atau pasal 11 Undang-undang 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi.  
Penetapan tersangka itu berdasarkan hasil gelar perkara pada Jumat, 22 Februari 2013

Setelah dinyatakan tersangka oleh KPK, Anas Urbaningrum akhirnya menyatakan mundur dari jabatan Ketua Umum Partai Demokrat.

"Standar etik pribadi saya mengatakan, kalau saya punya status hukum sebagai tersangka, maka saya akan berhenti sebagai Ketua Umum Partai Demokrat," kata Anas saat jumpa pers di Kantor DPP Demokrat di Jakarta, Sabtu (23/2/2013).

Ia mengatakan, kebetulan standar etik yang dipegangnya sesuai dengan isi pakta integritas yang diminta Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono untuk ditandatangani seluruh kader pengurus Partai Demokrat di seluruh Indonesia. Namun, tanpa pakta itu pun, Anas mengaku sudah memegang prinsip tersebut. "Saya mundur sebagai Ketua Umum Partai Demokrat," ujar Anas kembali.



Hal tersebut, kata Anas, bukan berarti ia mengaku salah. Ia menghormati kebijakan yang dibuat partainya. Anas tetap meyakini tidak terlibat dalam skandal Hambalang yang disebutnya sebagai tuduhan tak mendasar.

Seperti diberitakan, KPK menyangka Anas melanggar Pasal 12 Huruf a atau Huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Pasal 12 UU Pemberantasan Tipikor antara lain menyebutkan, "Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar".

Huruf a dan b dalam Pasal 12 UU Pemberantasan Tipikor memuat ketentuan pidananya, yakni pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya.

Senin, 13 Januari 2014

Anas Urbaningrum Karier Politik Dimulai Ikut PB HMI

Karier politik Anas Urbaningrum amat cemerlang. Ia bahkan sampai menorehkan sejarah dengan menjadi ketua partai termuda di Indonesia. 

Bahkan ia digadang gadang menjadi calon presiden. Namun sayang, karier politiknya harus hancur karena diketahui melakukan tindak pidana korupsi. Berikut kisahnya





Karier Politik Dimulai Ikut PB HMI


Drs Anas Urbaningrum, MA lahir di desa Ngaglik, Blitar, Jawa Timur  pada  15 Juli 1969. Anas memiliki istri bernama Athiyyah Laila. Anas dan istri dikaruniai empat anak, Akmal Naseery, Aqeela Nawal Fathina, Aqeel najih Enayat, dan Aisara Najma Waleefa.

Anas menempuh pendidikan dari SD hingga SMA di Kabupaten Blitar. Setelah lulus dari SMA, ia masuk ke Universitas Airlangga, Surabaya melalui jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) pada 1987. Di kampus ini ia belajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Anas Lulus tahun 1992.

Setelah lulus, Anas melanjutkan pendidikannya di Program Pascasarjana Universitas Indonesia dan  meraih gelar master bidang ilmu politik pada 2000. Tesis pascasarjananya telah dibukukan dengan judul "Islamo-Demokrasi: Pemikiran Nurcholish Madjid". Setelah itu ia mengambil program doctor di Universitas Gajah  Mada, Yogyakarta.

Anas memulai kiprah politiknya  dari organisasi gerakan mahasiswa,  Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Dirinya sempat menjadi Ketua Umum Pengurus Besar HMI pada kongres yang diadakan di Yogyakarta pada periode 1997-1999.

Dalam perannya sebagai ketua organisasi mahasiswa terbesar itulah Anas berada di tengah pusaran perubahan politik pada Reformasi 1998. Pada era itu pula ia menjadi anggota Tim Revisi Undang-Undang Politik, atau Tim Tujuh, yang menjadi salah satu tuntutan Reformasi.

Pada pemilihan umum demokratis pertama tahun 1999, Anas menjadi anggota Tim Seleksi Partai Politik, atau Tim Sebelas, yang bertugas memverifikasi kelayakan partai politik untuk ikut dalam pemilu. Selanjutnya ia menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum periode 2001-2005yang mengawal pelaksanaan pemilu 2004.

Setelah mengundurkan diri dari KPU, Anas bergabung dengan Partai Demokrat sejak 2005 sebagai Ketua Bidang Politik dan Otonomi Daerah.



Jadi Anggota DPR RI  dan Ketua Umum Partai Demokrat

Anas terpilih menjadi anggota DPR RI pada Pemilu 2009 dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VI dengan meraih suara terbanyak.  Setahun kemudian, diusianya yang ke-40,  Anas terpilih sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat untuk masa periode 2010-2015 dalam kongres yang digelar di Bandung, Jawa Barat pada 23 Juli 2010. Dalam kongres tersebut, Anas mengungguli dua rivalnya, yakni Marzuki Alie dan Andi Malarangeng. Anas pun menjadi ketua Partai termuda yang pernah ada di Indonesia. Sebelumnya ia adalah Ketua Bidang Politik dan Otonomi Daerah DPP Partai Demokrat dan Ketua Fraksi Demokrat di DPR RI.

Minggu, 12 Januari 2014

Reza Rahadian Ingin Selalu Total Berakting



Totalitas Reza Rahadian dalam memerakan sebuah karakter memang tak perlu diragukan lagi. Dengan talenta tersebut, membuat Reza menjadi aktor pilihan dengan film -film pilihan pula.

Sudah banyak film yang dimainkan Reza Rahadian. Hampir semuanya sukses di pasaran. Reza mengaku selalu total bermain dalam setiap film yang dimainkannya.
"Yang saya upayakan selalu bermain sebaik-baiknya. Jadi lebih baik sangat dan selalu baik saat tampil, itu yang selaku saya lakukan (saat menerima tawaran bermain film)," katanya.
Agar tampil baik dalam setiap filmnya,  ia tak ingin terlalu banyak main film dalam waktu berdekatan.
"Setiap tahun saya nggak punya terget dalam mengambil sebuah film. Saya nggak pernah mikirin harus berapa atau berapa film yang saya mainkan dalam setahun, dua tahun. Nggak seperti itu," ucap Reza.
Meski sudah tiga piala citra dalam film berbeda telah diraihnya, Reza mengaku bukan seorang pemilih dalam setiap peran yang akan dilakoninya. Baginya, walau bukan menjadi pemeran utama,  jika peran itu menantang, pasti akan dijalaninya."Nggak pernah jadi beban (dapat penghargaan). I'm happy with it," tuturnya.

Jadi Sutradara untuk Bekal Masa Depan





Aktor Reza Rahadian tidak membatasi diri hanya berkecimpung dalam seni peran, tapi juga terbuka menyambut tawaran menyutradarai film yang ia anggap sebagai kesempatan belajar untuk bekal masa depan.
"Belajar jadi sutradara itu bekal yang bisa diasah untuk 5-10 tahun lagi, kalau-kalau saat itu saya tidak seproduktif sekarang lagi," kata Reza.
Setelah membesut film pendek "Sebelah" yang mendapat penghargaan LA Lights Indie Movie 2011, kini Reza menerima tawaran menyutradarai film pendek "Gadis Indigo" yang merupakan bagian dari film omnibus "Isyarat".
Dia mengaku sudah mendapat tawaran untuk membuat film drama panjang. Penggarapan film itu akan dimulai setelah kesibukan syutingnya usai pertengahan tahun depan.
Pria yang memulai karir sebagai model itu kini juga mulai membuat sinopsis film sendiri. 
"Bikin skenario sendiri sih belum ya, sekarang bikin sinopsisnya dulu," imbuh dia.

Sabtu, 11 Januari 2014

Sukses Perankan BJ Habibie dalam Film Habibie & Ainun



Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang. Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada. Aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.

Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik. Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan, Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
Selamat jalan, calon bidadari surgaku ....

B.J. Habibie

Puisi  ini adalah catatan hati seorang lelaki, ketika kekasih hatinya pergi abadi.  Ainun dan Habibie adalah potret cinta yang indah, hangat, dan penuh kebahagian. Banyak orang terinspirasi oleh  kisah cinta mereka, banyak pula tetes air mata para menonton ketika menyaksikan cerita indah cinta Ainun dan Habibie 


Sukses  Perankan BJ Habibie dalam Film Habibie & Ainun 

Reza Rahadian didapuk MD  Entertainment untuk menjadi tokoh  nasional Bacharudin Jusuf (BJ) Habibie dalam film layar lebar Habibie & Ainun.  Sebelumnya Reza harus mengikuti proses casting yang panjang sehingga akhirnya terpilih memerankan tokoh Habibie. Ia berhasil menyingkirkan saingannya seperti Lukman Sardi dan Agus Kuncoro.
Mendapat kesempatan itu, tentu tak disiakan Reza. Ia mengaku akan mengeluarkan kemampuan yang dimilikinya dalam olah acting dan tak mau gegabah memainkan tokoh yang pernah menjabat sebagai Presiden RI itu. 
Memerankan toko Habibie merupakan suatu kehormatan bagi Reza. Apalagi secara pribadi, ia mengagumi sosok Presiden RI ke-3 itu.

"Sosok inspiratif, unik, apa adanya dan menurut saya. Kesederhanaan yang beliau punya membuat saya ingin jadikan sebagai barometer," ucapnya .
Untuk mendalami karakter, Reza  melakukan riset serius. Mulai dari mengamati gesture saat Habibie berbicara, nada berbicara, hingga cara berjalan. Ia juga sampai kursus bahasa Jerman dan sering mengobrol dengan Habibie.



"Hal yang paling sulit adalah cara berjalannya, saya tidak terbiasa dengan jalan cara seperti itu. Dan juga postur kemiringan tubuh pada saat usianya lanjut. Hal-hal tersebut sulit untuk bisa konstiten dan mudah-mudahan baik saja," harapya.
Reza juga mengatakan jika  memerankan tokoh nyata lebih sulit dibandingkan karakter fiktif yang biasa dimainkannya. Ia sangat terbantu dikala Habibie ikut serta melihatnya syuting. 
"Banyak ketakutannya, tapi yang saya yakini apa yang saya terima bisa menjadi masukan positif. Saya merasa sangat terbantu dengan masukan beliau," jelas Reza.
Setelah Film itu diputar, Habibie yang melihat penayangan perdana, memuji akting dari Reza Rahadian. "Excellent. Saya punya cucu umur 4 dan 6 tahun, dia bilang 'kayak eyang', dia nggak bisa bohong. Mereka (Reza dan BCL) telah melaksanakan secara perfect," ujar Habibie.
Film Habibie& Ainun  tayang di bioskop pada 20 Desember 2012. Dalam dua pekan film tersebut sudah menembus hampir dua juta penonton. film itu pun menjadi film terlaris di tahun 2012.  

Raih Piala Citra Ketiga Lewat Habibie& Ainun


Wajah Reza Rahadian sempat tercengang saat mendengar namanya disebut oleh Tio Pakusadewo dan Donny Damara sebagai penerima kategori Pemeran Utama Pria Terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2013 yang digelar di Marina Convention Centre Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (7/12/2013) malam.

Ia begitu antusias dalam meluapkan emosinya di atas podium. Baginya, Piala Citra ketiga yang diraihnya merupakan hal yang paling dirasakannya emosional dan menegangkan.

"Pasti, out of my control. Eskpresif sekali tadi gue di depan. Senang banget bisa dapat (Piala Citra) lagi," ucap Reza usai menerima penghargaan Piala Citra.

Yang membuatnya tak percaya dengan hasil pengumuman pemenang nominasi tersebut adalah keberhasilannya menyingkirkan aktor-aktor sekelas Abimana Aryasatya, Ikranegara, Joe Taslim, dan aktor idolanya, Lukman Sardi.

"Nominator lainnya sangat luar biasa, ada Mas Lukman Sardi, idola saya. Sekali lagi, semuanya pantas mendapatkan Piala Citra ini," tutur aktor berusia 27 tahun itu.

Kamis, 09 Januari 2014

Menjadi Aktor Adalah Impian Reza Rahadian

Menjadi artis merupakan cita-cita Reza Rahadian sejak kecil. Untuk mewujudkan impiannya, sulung dari dua bersaudara itu sudah aktif di dunia teater sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP)




Berawal Dari Model
Saat remaja, Reza Rahadian  rajin mendaftarkan diri di ajang pemilihan model. akhirnya jalan menuju industri hiburan terbuka lebar ketika  Reza  menjuarai ajang pemilihan model Top Guest Aneka Yess! pada tahun 2004. 
Berangkat dari situ, Reza semakin yakin untuk mewujudkan impiannya menjadi seorang aktor ternama. ia pun mulai rajin mendaftar casting untuk sinetron dan film. 



Perjuangannya tak mudah, Reza harus menunggu sampai satu tahun sebelum akhirnya mendapat peran dalam sinetron Culunnya Pacarku produksi Rapi Film.
Pria kelahiran Jakarta, 5 Maret 1987 itu, kemudian terus dipercaya Rapi Film untu sinetron-sinetron selanjutnya seperti  sinetron Inikah Rasanya, Habibi dan Habibah, Cinta SMU 2 dan lain-lain.
Tak ingin terpaku dengan dunia sinetron, Reza mulai merambah dunia film layar lebar. Debut perdananya diawali dengan bermain dalam Film berjudul Film Horor yang tayang di bioskop Indonesia pada tahun 2007. Kemudian Film Pulau Hantu, Queen Bee (2009) dan Hari Untuk Amanda (2009).  Dalam  film-film itu, kemampuan akting dari Reza belum terlihat banyak orang. 

Mulai Menuai Banyak Pujian



Aktingnya mulai bersinar dan sering mendapat pujian saat bermain dalam film Emak Ingin Naik Haji (2009). lewat aktingnya di film itu, ia menyabet gelar Pemeran Utama Terbaik dalam  Festival Film Bandung 2009.
Nama Reza semakin harum ketika ia meraih penghargaan Festival Film Indonesia (FFI),  festival terbesar dan tertua di Indonesia sebagai Pemeran Pria Pendukung Terbaik lewat film Perempuan Berkalung Sorban (2009).
Kualitas akting dari Reza kembali dibuktikan dengan meraih penghargaan piala citra kembali. Bahkan untuk kategori Pemeran Utama Pria Terbaik lewat film 3 Hati 2 Dunia 1 Cinta pada tahun 2010. 
Pada tahun 2013, Reza berhasil meraih Piala Layar Emas IMA untuk kategori Pemeran Utama Pria Terfavorit difilm Habibie & Ainun. Pada ajang Penghargaan Festival Film Bandung 2013 Reza meraih predikat Pemeran Utama Pria Terpuji dalam film Habibie & Ainun. Di ajang Festival Film Indonesia 2013, Reza Rahadian kembali dinobatkan sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik dalam film Habibie & Ainun.

Rabu, 08 Januari 2014

Krisdayanti Jadi Diva Dengan Bayaran Termahal





Setelah menikah, Krisdayanti semakin sukses di industri musik Tanah Air. Puncaknya kerja keras untuk meraih prestasi terbayar dengan disematkannya gelar Diva kepada Krisdayanti. 
Kemudian pada tahun 2006, dengan Titi DJ dan Ruth Shanaya, dua rekannya yang juga memiliki banyak prestasi dalam seni suara membentuk grup 3 Diva bersama Erwin Gutawa sebagai peñata musik dan Jay Subiyakto sebagai peñata artistiknya. Album Semua Jadi Satu  merupakan album perdana 3 Diva yang dirilis pada 2006.

Diva Dengan Harga Show Termahal
Album tersebut meraih sukses. Tak hanya itu, setiap kali 3 Diva mengadakan konser, selalu dipadati penonton. Bahkan popularitas 3 Diva sampai ke negeri seberang, Malaysia.
Kesuksesan 3 Diva tentu saja mengiringi dengan peningkatan honor mereka. Krisdayanti diketahui orang yang mendapat bayaran paling tinggi di antara Titi DJ dan Ruth Shanaya. Untuk sekali konser, KD bisa mendapat rp. 50 juta hingga rp. 60 juta. "Nilai itu sesuai, karena mendapatkannya dengan cucuran keringat," ucap KD.



Perjalanan 3 Diva sempat diwarnai masalah saat berseteru dengan Erwin Gutawa dan Jay Subiyakto pada 2007. Namun akhirnya perseteruan itu berakhir damai dengan berbagai kesepakatan di antara mereka.
Setelah tak bersama Erwin dan Jay, 3 Diva melanjutkan karier. Namun, perjalanan 3 Diva lagi-lagi menemui masalah ketika rumah tangga KD berantakan pada tahun 2009. 3 Diva pun dinonaktifkan atau vakum.
“Ya memang betul kami tersendat-sendat. Ya kita kasih waktu dulu aja sama KD karena dia memang meminta waktu jadi kita harus hargai itu," ujar Titi DJ ditemui Istora Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (14/10/2009) malam.
Nasib 3 Diva yang tidak menentu, akhirnya memutuskan Titi DJ dan Ruth Sahananya untuk membentuk duo bernama 'Truth'. “KD tahu, dia support,," tutur Titi disela-sela pembuatan video klip 'About Us' di Studio Gaharu, Cipete, Jakarta Selatan, Jumat (3/8/2012).

Bercerai dengan Anang Hermansyah
Pada tahun 2009,  publik dikejutkan dengan kabar perceraian Anang Hermansyah dengan Krisdayanti.  Keduanya, telah bercerai secara agama, setelah Anang mengikrarkan kata talak tiga kali kepada istrinya empat hari menjelang ramadan.

Menurut lelaki berusia 40 tahun ini, semua sudah selesai. Termasuk pembagian harta gono-gini dan hak asuh anak. Diva yang akrab disapa KD itu disebut-sebut berani bermain api di belakang suaminya.
Bahkan setelah ikrar talak tersebut,  KD mulai berani memperkenalkan Raul lemos, pria idaman lain KD pada anak-anaknya. Selama menjalani proses perceraian, Anang berpisah rumah dengan KD. Anang di ruko bersama dua anaknya,sedangkan KD di rumahnya.
Akhirnya pada Kamis, 22 Oktober 2009, Pengadilan Agama Jakarta Selatan memutuskan jika KD yang sudah membina rumahtangga dengan Anang selama 13 tahun, resmi bercerai.

Selama mengarungi bahtera rumah tangga dengan Anang, selain Raul, KD juga sempat digosipkan memiliki hubungan dengan berbagai pria seperti pada tahun 2003, KD  digosipkan memiliki hubungan dengan gitaris Tohpati.  pada 2005, KD digosipkan dekat dengan Ari Sigit . Pada Mei 2007, Krisdayanti ditemukan makan siang dengan seorang pengusaha di Jalan Orchard, Singapura. Ia juga digosipkan berselingkuh dengan Dicky Wahyudi

KD Menikah dengan Raul Lemos

Akhirnya asmara KD dengan Raul Lemos berakhir di pelaminan. pada hari Minggu tanggal 20 Maret 2011, mereka melangsungkan pernikahan di Masjid Nurul Iman, Hotel Grand Sahid Jaya.
Wali nikah dalam pernikahan itu adalah ayah dari Krisdayanti, Trenggono.  Mantan wakil presiden H. Tri Soetrisno nampak hadir menjadi saksi dari pihak mempelai wanita. Sementara saksi dari mempelai pria adalah Arif Abdullah Saga.
Selang beberapa hari kemudian, pada hari Jum'at, 25 Maret 2011, mereka melaksanakan resepsi pernikahan di Balroom Hotel Mulia, Senayan, Jakarta. Pernikahan itu terbilang mewah. Dalam pesta pernikahannya, banyak selebritis dan juga pejabat negara yang hadir untuk merestui hubungan mereka
Saat ini, KD dan Raul Lemos telah dikaruniai dua anak, Aryana Amora Lemos yang lahir pada 5 September 2011 dan Kellen Alexander Lemos yang lahir  pada 12 Desember 2012.

Selasa, 07 Januari 2014

Krisdayanti Menikah dengan Anang Hermansyah


Makin aku cinta
Cermin sikapmu yang mampu
Merendam rasa keakuanku
(Mengerti, memahami cinta)

Caramu memanjakan ku

Kau rujuki kesejukan pagi
Memasang hati
Tulus aku, memasrahkan diri

Ya, atas nama cinta dan kebersamaan, Anang dan KD meluncurkan album untuk membiayai pernikahan mereka. Lirik tersebut, merupakan bahasa hati ketika keindahan, ketulusan, dan cinta putih menjadi warna hidup pasangan muda ini.

Menikah dengan Anang Hermansyah






Saat berusia 17 tahun, Krisdayanti sudah memiliki kekasih. Kekasihnya adalah Anang Hermansyah, penyanyi rock asal jember, Jawa Timur.

Jalinan asmara mereka sempat pasang surut karena terganjal restu ibunda Krisdayanti. Kala itu, ibu Krisdayanti tidak suka dengan penampilan Anang yang bergaya rocker. Rambut gondrong dan pakaian yang tak rapi. 

Akhirnya setelah lima tahun menjalin asmara, KD, begitu Krisdayanti biasa disapa melangsungkan pernikahan dengan Anang di Gedung Serbaguna, Senayan, Jakarta pada  Kamis malam,  22 Agustus 1996.Saat itu usaia KD 21 tahun dan Anang 27 Tahun

Pesta pernikahan dirancang agar terkesan mewah dan megah. Di antara ribuan tamu yang hadir, tampak ratusan selebritis dan orang ternama  seperti Paramita Rusady, Chintami Atmanegara, Camelia Malik, Achmad Albar dan Cut Keke, serta Ary dan Eno Sigit, cucu Presiden Soeharto.

di sela acara, pasangan pengantin itu pun menunjukkan kemahirannya dalam bernyanyi kepada para tamu undangan yang hadir. KD berduet dengan Anang melantunkan beberapa buah lagu seperti Hilang Permataku, I Feel Good.

Anang yang rambutnya masih gondrong saat menikah menggunakan busana pengantin kebesaran keraton Yogyakarta, begitupun dengan KD. 

"Terus terang, saya nggak mau pesta gede begini. Ngapain buang uang banyak-banyak, kan sayang, tetapi berhubung kemauan Yanti, ya, sudah," kata Anang

Album Duet untuk Gelar Pesta Pernikahan






Uniknya, untuk biaya pernikahan, pasangan penyanyi itu seperti aji mumpung. Mereka pun membuat demo album duet yang ditawarkan kepada produser musik. 

Produser Handy Wijaya tertarik dengan demo tersebut dan bersedia memodali pernikahan mereka. Album duet yang merupakan duet perdana KD dan Anang diberi judul Cinta. Sebanyak 1.000 keping pertama album tersebut diberikan sebagai kado untuk undangan yang datang ke pernikahan mereka.

Tak disangka album tersebut meledak di pasaran, bahkan bisa menembus penjualan 1 Juta copy. Dari album duet itu banyak hit yang lahir seperti lagu berjudul Cinta, Berartinya Dirimu, Di Hati, dan Dua Hati. Krisdayanti dan Anang juga berhasil meraih penghargaan "Album Pop Terbaik" pada Anugerah Musik Indonesia 1997.

Tak hanya itu, berbagai sponsor juga diketahui ikut menyumbang pesta pernikahan Anang dan KD. Perusahaan komestik Mustika Ratu misalnya, "menyumbangkan" 10 pasang pagar ayu yang berdiri berderet menuju pelaminan. 

Cendera mata berupa lipstik Puteri dibagikan gratis kepada setiap tamu. Kebetulan di produk kosmetik itu, KD menjadi modelnya.