Jumat, 09 Mei 2014

Luapkan Amarah di You Tube






Chaca pernah mengalami keterpurukan dalam hidupnya pada tahun 2009. Saat itu, ia seakan meluapkan amarah yang telah ditimbunnya sejak lama dengan mengunggah beberapa video di YouTube. Di salah satu video, ia menyanyikan lagu Who Do You Think You Are milik Spice Girls.

"Nih lagu buat siapapun yang nyakitin gue! Siapapun! Lagu ini kayaknya paling cocok buat teman-teman SD gue yang musuhin gue waktu gue SD. Gue enggak punya temen, gue struggle kayak orang gila di sekolah gue sendiri.
Yang jahat-jahat! Adinda Mutiara Sabila Purnomo Sidi. Makan nih! Dan semua temen-temen lo yang ngikutin lo. Gue tau, lo ketua, lo apa. Gila.. Lo paling jago dari kelas 1 sampe kelas 6. Lo rangking 1 terus. Whooooo, mantap selamat yah," kata Marshanda di video tersebut.

Perkataannya ditujukan kepada teman-teman SD nya yang pernah mem-bully-nya karena perceraian kedua orangtuanya, Rianti Sofyan - Irwan Yusuf, saat itu.
Peristiwa itu mengakibatkan Chaca harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng selama beberapa pecan.



Depresi Karena Tak Pernah Bersyukur

Chaca mengatakan, rasa depresi yang dirasakan oleh bintang sinetron Bidadari ini berawal dari sifat perfeksionisme yang dimilikinya. Ia selalu melihat ke atas, tak mau cepat puas dan tak bersyukur dengan apa yang diraihnya.
"Aku melihat kegagalan itu kaya ada kerangka pemikirannya yang aku buat sendiri. Di sini aku pernah mengalami kegagalan juga. Teman-teman pasti sudah tahu, tahun 2009 aku sempat meng-upload video di You Tube, dimana disitu menimbulkan banyak pertanyaan, media juga. Hari ini aku ingin cerita apa yang terjadi saat itu,” kata Chaca menceritakan kondisi yang dialaminya pada tahun 2009.
"Saat itu aku sering ditanya, 'Apakah kamu sudah puas dengan karier yang kamu capai?' Lalu aku selalu jawab, 'Enggak. Sebenarnya standar aku lebih tinggi tapi aku masih berada dibawahnya.' Aku selalu bilang gitu,” kata Chaca mengawali ceritanya.




Aku selalu melihat ke atas, selalu membandingkan diri dengan orang lain yang lebih sukses. Aku harus mendaki gunung terus-menerus.
Contohnya pada tahun 2004 saat aku dapat penghargaan. Pas hari itu, mungkin kalau hari ini aku dapat penghargaan ini aku akan nangis dan ngerasa bangga. Tapi waktu itu, aku cuma, 'Oh Yaudah, jangan senang dulu, jangan puas, biasa aja,” kenang Chaca.
“Aku enggak pernah bersyukur dan kemudian Allah marah. Saat itu bersyukur bagi aku susah banget karena aku terkungkung dengan yang namanya perfeksionisme. Aku merasa being perfectionist itu sesuatu yang hebat. Itu yang mendorong aku lebih hebat dan maju.

Dulu aku pengen selalu ideal. Aku pengen keluarga ideal. Aku selalu melihat mama, selalu pengen punya mama yang ada digambaran aku, yang aku inginkan.
Dan kemudian Allah marah dan memberi ujian sebagai bentuk rasa sayangnya." Kata Chaca menceritakan bagaimana awal mula ia depresi sampai mencurahkan isi hati di You Tube.


Mendapat Hikmah

Setelah meluapkan amarah di Youtube, Chaca menghilang dari jagad hiburan. Ia menilai kejadian itu sebagai kegagalan dalam proses perjalanan hidupnya. Namun, ia menemukan hikmah di balik itu semua.
Ia bersyukur setelah kejadian itu, dirinya mulai mengenal dekat dengan Tuhannya dan mulai mempelajari agama lebih dalam.
“Kalau kejadian itu enggak pernah terjadi, kita enggak akan bisa melihat diri kita sendiri, sebagaimana Allah melihat kita. Aku percaya, Allah menciptakan manusia ke dunia pasti punya tujuan yang spesial. Allah itu maha penyayang yang luar biasa. Mungkin saat itu ada yang bilang Cac a payah, cari sensai, cari perhatian, Caca orang yang mempermalukan diri sendiri. Aku mencoba melihat itu. Dan dari situ aku belajar mengenal diriku sendiri dan mulai mengenal Allah." Ucapnya.






Kamis, 08 Mei 2014

Kisah Hidup Chaca






Marshanda tak lama lagi akan menjanda. Rumah tangga yang dibina bersama Ben Kasyafani selama tiga tahun, diterpa prahara. Marshanda menggugat cerai Ben di pengadilan Agama Jakarta Pusat.
Perempuan yang akrab disapa Chaca ini,  perjalanan hidupnya memang tak bisa dibilang mulus. Berikut kisah singkat Marshanda dari kecil sampai sekarang.  

Merintis Karier sejak Kecil

Nama lengkapnya Andriani Marshanda. Ia yang lahir di Jakarta, 10 Agustus 1989, biasa disapa dengan panggilan Chaca.
Chaca adalah seorang Minangkabau yang lahir dari pasangan Irwan Yusuf dan Riyanti Sofyan asal Guguak Tabek Sarojo, Agam, Sumatera barat. Sulung dari tiga bersaudara ini lahir di Jakarta, Indonesia, 10 Agustus 1989. Caca memiliki dua saudara, Adrian dan Allysa.

Chaca sudah memasuki industri hiburan sejak kecil. Ia memulai kariernya dengan menjadi bintang iklan sejak kelas 1 SD.  Saat itu, Caca sedang menemani tantenya yang model terkenal, Chintya Rustam ke biro Iklan. Ternyata, Caca diminta biro iklan tersebut untuk ikut casting. Hingga akhirnya, Caca terpilih membintangi ikla Danamon pada tahun 1997.

Chaca seakan ketagihan. Setelah itu, Chaca membintangi sejumlah iklan televisi maupun media cetak.
Chaca juga gemar menyanyi sejak kecil. Ia bahkan ikut latihan olah vocal di Paranadjaja dan kursus balet. Chaca sangat mengidolakan Christina Aquilera, Britney Spears, dan M2M.

Kemampuannya bernyanyi baru ditunjukannya setelah mendapat kesempatan  bertemu dengan seorang pencipta lagu anak-anak terkenal, Papa T Bob.
Awal pertemuan Chaca dengan Papa T Bob terjadi secara tidak sengaja. Waktu itu Marshanda sering merekam suaranya ketika sedang bernyanyi. Ibunya yang mendengar suara Chaca bagus, mencoba mengirimnya ke agensi.
Singkat cerita Papa T Bob  tertarik. Selanjutnya Papa T Bob langsung membuatkan dua buah lagu untuknya. Papa T Bob menyiapkan lagu khusus yang pas dengan karakter suara Chaca.

Akhirnya Chaca masuk dapur rekaman dengan menjagokan lagu "Gantungkan Cita Cita" ciptaan Papa T Bob diusia 10 tahun. Di ndustri music, Chaca sudah mengeluarkan banyak album dan single.  
Selain menyanyi, bintang iklan, Chaca juga merambah dunia seni peran. Ia main dalam sinetron Jinny oh Jinny dan beberapa judul sinetron. Chaca namanya baru terangkat disaat membintangi sinetron Bidadari bersama Nia Ramdhani pada tahun 2000. Sinetron Bidadari sukses memikat hati pemirsa.
Setelah sinetron Bidadari, Chaca kerap menghiasi layar kaca dengan menjadi bintang sinetron, film dan penyanyi.

Prestasi

Bertepatan dengan hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2004, Chaca dianugrahi penghargaan The Most Brilliant Person pada Asian Award 2004. Penghargaan ini diberikan kepada Chaca karena selain aktif di dunia seni peran, ia juga dianggap berprestasi di sekolah. Ini terbukti dengan keberhasilannya lulus SLTP dengan nilai yang cukup memuaskan. Nilai UAN (Ujian Akhir Nasional) Chaca adalah 23. 



Berarti rata-ratanya delapan. Pada tahun 2006, Chaca dinobatkan sebagai Duta Lingkungan Hidup.
Chaca mengenyam pendidikan di SD Islam Tugasku, Jakarta pada 1995-2001. Kemudian melanjutkan ke SMPN 216 Jakarta (2001-2004), lalu SMA labschool, Kebayoran, Jakarta (2004-2007).
Chaca diketahui melanjutkan pendidikannya ke Universitas Atmajaya, mengambil jurusan psikologi. Namun di tengah jalan, ia memilih pindah ke Universitas pelita Harapan, mengambil jurusan komunikasi.

Selasa, 06 Mei 2014

Berhijab Dan Terjun Ke Politik







Pada tahun 2011, Desy Ratnasari merubah penampilannya. Ia menutup auratnya dengan hijab.  Keinginan berhijab, diakui Desy sudah  lama tersimpan di hati. Hanya saja baru bisa dilaksanakannya.
"Ini (pakai jilbab) niatan yang tertunda, dari saya pulang haji lalu tertunda akhirnya dilanjutkan aja apa yang sudah diniatkan yang sudah tertunda," ungkapnya.

Biasanya, artis sungkan untuk mengenakan hijab karena takut pekerjaan akan berkurang atau sama sekali tidak mendapat pekerjaan di industri hiburan.  
Saat disinggung mengenai hal itu,  Desy mengaku tak terganggu dengan penampilan barunya itu. Bahkan Desy dengan tegas akan menolak tawaran peran jika mengharuskan membuka jilbab.
"Soal pake hijab (jilbab) atau nggak semua dengan kesadaran sendiri tanpa ada paksaan," paparnya.


Terjun ke Politik

Desy ratnasari awalnya selalu menolak tawaran dari berbagai partai politik. Namun pada Pemilu 2014, sepertinya menjadi langkah mantap bagi Desy  menjajal panggung politik. 

Namanya terdaftar sebagai calon legislatif dari Partai Amanat nasional (PAN) untuk Pemilu 2014. Ya, Desy sudah memantapkan hati untuk terjun ke dunia politik. Ia bahkan berjanji  berjanji untuk meninggalkan dunia keartisan jika terpilih jadi wakil rakyat.

"Pasti (dunia selebritis) akan ditinggalkan," kata Desy .
Namun, ia tak sepenuhnya bisa meninggalkan dunia 'entertainment' yang sudah membesarkan namanya. Jika tidak menggangu jadwal kerjanya sebagai wakil rakyat, ia juga ingin juga sesekali melepas kangen.  "Kalaupun naik panggung, ya menyanyi," kata Desy berandai.
Keinginan Desy terjun ke dunia politik didukung pula oleh Nasywa Nathania Hamzah, putri semata-wayangnya. "Nasywa suka agak risih kalau tahu ibunya ini artis," jelas Desy.

Nasywa, cerita Desy, merasa tidak nyaman jika ibunya itu dilihat banyak orang karena pekerjaan sebagai artis. "Dia (Nasywa) sering bertanya ke saya, kenapa sih harus jadi itu (artis). Jadi artis kan  pusing," tutur Desy.
Sebelumnya Desy enggan untuk terjun ke politik praktis. Saat dicalonkan sebagai Wakil Walikota Sukabumi, Jawa Barat pada Pemilukada 2012 oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Desy menolaknya. 
"Dulu ditawarin jadi Anggota DPR juga sama (ditolak). Bukannya sombong tapi tiap tahun ada tawaran. Mungkin nanti setelah anak saya mandiri. Jadi untuk saat ini belum tapi suatu saat Insya Allah kalau ada jalan yang terbaik, mungkin saja," kata Desy kepada wartawan saat menolak tawaran menjadi calon wakil walikota Sukabumi.  


Berpeluang Jadi Wakil Rakyat

Sejumlah artis dipastikan terpilih jadi wakil rakyat dan akan berkantor di Senayan, Jakarta.
Diantaranya adalah Desy Ratnasari yang berasal dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat IV meliputi Kota Sukabumi dan Kabupaten Sukabumi. 
Dalam pemilihan umum calon legislatif tahun 2014 ini, Desy bersama-sama dengan Anang Hermansyah, Ikang Fawzy, dan Lucky Hakim dipastikan akan segera menjadi anggota DPR.
Usai pencoblosan pada 9 April 2014 lalu, Desy yang dibanjiri suara pendukung belum juga memberikan komentarnya. 
Saat ditemui usai mengisi acara, Desy juga memilih menolak berkomentar. 
"Enggak mau ah kalau soal itu, kan belum resmi juga. Belum ada ketetapan," jawab Desy di gedung Trans TV, Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (29/4/2014).
Dicecar dengan berbagai pertanyaan, Desy malah memilih ambil langkah seribu menuju mobilnya. Ia tak ingin mengomentari perolehan suara sementara untuknya.
"Enggak mau, terima kasih," kata pelantun lagu "Tenda Biru" ini





Miss No Coment




Penyanyi Desy Ratnasari terkenal dengan sebutan miss no coment. Hal itu karena Desy yang selalu menjawab no coment pertanyaan dari media yang mengarah seputar kehidupan pribadinya.
Menangapi predikat miss no coment dari masyarakat, Desy tak mau terlalu ambil pusing. Ia mengambil sisi positifnya.
"Alhamdulillah, saya jadi gampang diingat. ambil positifnya aja," kata Desy.
Desy bercerita  jika dirinya selalu bicara no coment karena tak ingin kehidupan pribadinya harus menjadi konsumsi publik. "Say bicara begitu untuk area pribadi saja," ucapnya sambil tersenyum.
Kini, Desy sudah lebih terbuka dengan awak media untuk perihal asmara. Tapi, ia juga masih suka melontarkan kata no coment jika sudah terlalu mengarah ke area pribadinya.

Miss no coment memang sangat melekat dalam diri Desy. Tapi belakangan ini, Desy juga memiliki julukan baru dengan sebutan Desy 'Badak'. Kata-kata itu, tentu saja  bukan umpatan buat Desy.
Desy disapa demikian lantaran belum lama ini  didaulat sebagai duta Badak Jawa. Saat bepergian untuk mensosilisasikan tentang Badak bercula satu, Desy kerap disapa Desy 'Badak'.
 "Makanya saya kalau ke mana-mana dipanggilnya Desy Badak," aku Desy.
Menjadi ikon, Desy kerap bepergian ke luar daerah untuk memberikan informasi tentang pelestarian hewan badak kepada masyarakat dan siswa sekolah.


Asmara

Perihal asmara, Desy memang tertutup. Ia pernah dikabarkan menjalin hubungan dengan Menteri Tenaga Kerja Abdul Latief. Desy pun menjadi buruan media kala itu.
Kabar tersebut kemudian hilang begitu saja ketika Desy memilih menikah dengan Ir. Trenady Pramudya, teman sekolahnya pada 20 Februari 1999 di Masjid Al Mutaqien, Sukabumi. Desy sebelumnya tidak pernah dikabarkan media memiliki hubungan spesial dengan Trenady.
Pernikahan Desy dengan Trenady tak bertahan lama. Tahun 2000, Desy menggugat cerai. Sidang tak berjalan lama, Pengadilan Agama Sukabumi dengan cepat menyatakan Desy resmi menjanda.

Seakan tak mau lama menjanda, pada 2001, Desy menikah dengan seorang pengusaha kaya bernama Sammy Hamzah. Dari hasil pernikahan dengan Sammy, Desy memiliki anak yang diberi nama Nasywa Nathania Hamzah yang lahir pada 21 Juli 2002.
Namun sayang, pernikahan Desy yang kedua juga berakhir dengan perceraian. Desy resmi bercerai dengan Sammy pada 16 maret 2003.
Lama menjanda, kehidupan pribadi Desy tak tercium media. Sampai akhirnya Desy diketahui memiliki hubungan spesial dengan pengusaha jam mewah, Irwan Danny Musri. Anak semata wayang Desy bahkan memanggil Irwan dengan sebutan Daddy.
Desy berkali-kali kepergok media jalan bareng dengan Irwan. Bahkan ada kabar yang menyebutkan Desy sudah menikah dengan Irwan secara diam-diam.

Kabar pernikahan Desy dengan Irwan, sempat dibantah Desy. “Tidak. Saya sih masih adem-adem aja masih apada level yang biasa. Belum ada misi unuk mendaftar ke KUA,” kata Desy kepada wartawan pada tahun 2012.
Desy yang sudah dua kali gagal membina rumah tangga seakan trauma untuk menikah lagi.  “Bukannya nggak mau untuk menikah lagi. Tapi belum siap saja. Siapa sih yang mau gagal lagi,” kata Desy.
Desy menegaskan jika ucapannya membantah kabar telah menikah dengan irwan, adalah jujur. “harus jujur. Jujur pada diri sendiri biar bisa bahagiain orang lain. Kalau nggak jujur, gimana mau bahagiain orang lain,” ucapnya.


Tak berselang lama, beberapa bulan kemudian, Desy membawa kabar jika hubungannya dengan irwan telah kandas. “Aku sudah putus dan tidak berhubungan lagi dengan mas Irwan. Walau begitu, kami masih menjalin hubungan baik,” Kata Desy Oktober 2013.
Menurut Desy, untuk mencari pendamping hidup sekaligus ayah bagi putrinya, tidaklah mudah. Apalagi dengan kegagalan yang pernah dialaminya dalam membina rumah tangga.
“Yang jelas dua kali gagal, saya nggak mau terulang lagi. Jadi buth pemikiran yang matang untuk menikah lagi,” ucapnya.
Memang mau mencari yang seperti apa sih Des? “Inginnya sih mencari pemikiran yang bisa satu visi dengan saya,” ucapnya.

Minggu, 04 Mei 2014

Si Cantik Asli Sukabumi

Karier Desy Ratnasari di jagad hiburan Tanah Air terbilang moncer. Ia Ia sempat meraih predikat aktris dengan bayaran termahal. Tentu hal itu karena kerja keras dalam meraih prestasi. Berbagai penghargaan pun pernah diraihnya.  Namun perjalanan asmara Desy terbilang tak bagus.. Berikut kisah DesyRatnasari



Perjalanan Karier

Desy Ratnasari lahir di Sukabumi, Jawa Barat, 12 Desember 1973 dari pasangan H.M. Syahminan (alm) dan Hj. Mulyanah.
Desy kecil sudah berhasrat menjadi bintang ternama di jagad hiburan Tanah Air. Orangtuanya pun mendukung, mengingat tampang Desy sangat potensial untuk menjadi artis.
Ketika berusia 14 tahun, saat SMP,  Desy mencoba peruntungan dengan mengikuti pemilihan Gadis Sampul. Saat itu Desy berhasil menjadi runer Up.
Menjadi runer up Gadis Sampul, membuka peluang impian Desy untuk memasuki industri hiburan.  Setahun setelah mengikuti ajang Gadis Sampul, Desy pun mendapat tawaran bermain dalam film Jendela Rumah Kita yang tayang di TVRI. Desy pun tak menyiakan kesempatan itu.

Setelah itu, Desy banyak mendapat tawaran main untuk sinetron dan film. Pada era 1990'an merupakan masa kejayaan bagi Desy. Berbagai penghargaan pun diraihnya. Bahkan ia sempat dijuluki sebagai artis dengan bayaran termahal di indonesia dan sebagai ikon kecantikan wajah Indonesia asli. Tawaran iklan, Sinetron, film, presenter, bernyanyi terus menghampirinya.

Kepiawaiannya berakting, selalu menyedot penonton. Hal itu tak ayal menjadikan Desy sebagai artis yang  masih eksis di tengah gempuran bintang-bintang baru. Desy dikenal mampu memadukan popularitas dengan kualitas yang jarang ditemukan dalam dunia hiburan Tanah Air yang sangat cepat berganti-ganti trend.

Selain seni peran, Desy juga merambah ke seni olah vokal. Lagunya yang tenar adalah Tenda Biru. Selain Tenda Biru, Desy juga smenyanyikan beberapa judul lagu seperti Takdir/ Kasihku yang Hilang (ost Sinetron takdir), Saskia (ost film Saskia), Kang kemon (ost film Glen kemon Mudik), Jual Tampang (ost film Jual Tampang), Mengapa (ost Sinetron Melati), Hanya Satu Mutiara (ost Sinetron Hanya Satu Mutiara), Cinta Tiada Akhir (ost sinetron Cinta tiada Akhir), dan Hidayah (ost sinetron Hidayah).
Desy juga dikenal paiawai dalam membawakan acara dalam program talk show dan berita.  Ia diketehaui pernah memandu acara Selama pagi di trans 7, dan Varriety show Gebyar BCA.


Tak Melupakan Pendiikan

Menjadi bintang ternama di jagad hiburan Tanah Air, tak menjadikan Desy lupa dengan tugas sekolah. Ia juga selalu berprestasi dalam sekolahnya. Desy melanjutkan sekolah di SMAN 3 Sukabumi. Kemudian setelah lulus, dirinya melanjutkan kuliah di universitas Atmajaya, jurusan Psikologi. Ia juga melanjutkan jenjang S2 psikologi di Universitas Indonesia dengan subjek Sumber Daya Manusia (SDM). Berkat kerja kerasnya dalam dunia pendidikan, Desy kini menyandang gelar S.PSi, M.Psi. Desy selalu menjadi  lulusan terbaik di sekolah dan Universitas , tempat kuliahnya.

Ditampar Chritine Hakim

Desy dikenal sebagai wanita yang ulet dan tidak mudah menyerah. Dalam menjalani pekerjaan, ia tak mau setengah-setengah. Tak ayal berbagai penghargaan diraih olehnya.
Bicara mengenai penghargaan, Mojang Sukabumi ini, mengaku pernah mendapat penghargaan karena ditampar aktris senior Christine Hakim., saat menjalani syuting sinetron.
“Padahal sudah janjian nggak nampar beneran saat adegan ditampar. Tapi malah ketampar beneran,” kenangnya saat menjadi salah satu bintang tamu di salah satu stasiun televisi swasta pada April 2014.








Ditampar beneran, Desy tak bisa menahan perih. Air matanya pun keluar karena rasa sakit akibat ditampar. “Saya kaget beneran. Jadi nangis karena sakit. Kamera terus nyorot.nggak ada cut,” ucapnya.
Desy saat itu tak habis pikir, Christine hakim yang menjadi lawan mainnya menampar sungguhan. Namunia baru mengerti ternyata, perbuatan Christine untuk menunjang aktingnya agar total dalam berakting.’
“kata Mbak Christine (waktu itu), nanti pasti dapat penghargaan karena adegan itu. Ternyata benar karena adegan itu, aya dapat penghargaan di Festival Sinetron Indonesia,” kata Desy.

Sabtu, 03 Mei 2014

Menikah dengan Mike Lewis



Di akhir tahun 2009, Tamara diketahui menjalin asmara dengan Mike lewis, model dan aktor Indonesia berdarah kanada-China -Malaysia. Kedekatan mereka berawal darI sebuah proyek FTV.

Asmara mereka akhirnya berakhir di pelaminan. Tanggal 20 Februari 2010, Tamara resmi menikah dengan Mike lewis. Namun sayang pernikahan mereka terkesan jauh dari publikasi karena hanya keluarga dekat saja yang hadir. 
Namun setelah beberapa lama setelah pernikahan, beredar foto-foto upacara pernikahan mereka. Secara resmi Tamara dan Mike berhasil menjual foto-foto eksklusif pernikahan mereka sebesar 110 juta rupiah kepada situs hiburan Kapanlagi.com untuk kemudian hasilnya disumbangkan ke Yayasan Maria Monique-Last Wish. 

Tanggal 22 Desember 2010, Tamara melahirkan anak lelaki, Kenzou Leon Blezynski Lewis. Namun sayang, Tamara harus kembali gagal dalam membina rumah tangga. Pernikahan Tamara Bleszynski dan Mike Lewis hanya bertahan tiga tahun. Pada awal tahun 2012, Tamara Bleszynski telah mengajukan gugatan perceraian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan akhirnya dikabulkan dengan putusan pengadilan pada tanggal 28 Mei 2012. Untuk hak asuh anak, Tamara yang mendapatkanya.
Meski sudah bercerai Tamara dan Mike mengaku amsih memiliki hubungan baik. Terutama membicarakan masa depan anaknya yang masih kecil, Kenzou Leon Blezsynski Lewis.

Tamara juga membebaskan Mike untuk bertemu dengan anak sematawayangnya itu. Bahkan, tak jarang pula, ia mengantarkannya ke sekolah. Kesempatan itu merupakan waktu untuk menjadi sahabat bagi anaknya tersebut. Termasuk mengajarkannya berbahasa Inggris.
"Antarkan dia ke sekolah adalah waktunya bersahabat dengan dia (Kenzou). Saya juga mengajarkan bahasa Inggris," ucap Mike.

Anak Tamara dari Teuku Rafli Jadi Idola Remaja Putri

Nama Teuku Rassya Islamay Passha belakangan mulai ramai menjadi pemberitaan. Putra pasangan Tamara Bleszynski dan Teuku Rafli Pasha ini menjadi salah satu anak selebritis yang kini beranjak remaja dan mulai mengikuti jejak orangtuanya. Ia kini jadi idola baru kaum Hawa itu.

Rassya saat ini sedang membuat grup vokal bersama Verel Bramasta . Namun Rassya mengaku tak punya target muluk-muluk di dunia hiburan. 
"Enggak ada persiapan sih, cuma lihat ntar aja gimana," kata Rassya di Jakarta, 29 April 2014.

Rassya sadar dirinya belum punya bekal apapun untuk terjun ke dunia hiburan. Beruntung ia mendapat dukungan dari orangtuanya.
 "Mama sekarang di Bali tapi masing sering telepon-teleponan. Dia support aja, enggak pesan apa-apa, yang penting bermanfaat untuk orang-orang dan aku senang dengan apa yang dilakukan," ungkap Rassya.

Kamis, 01 Mei 2014

Menjadi Mualaf

Kesempurnaan paras Tamara bertambah  indah, karena Tuhan memberikan hidayah yang begitu baik kepada dirinya. Di tahun 1995, perempuan cantik ini mengucapkan dua kalimat Syahadat. Dalam proses memeluk agama islam Tamara mengaku mendapatkan ketenangan hidup,ketentraman hati, dan memahami kaidah halal dan haram dalam menjalani hidupnya.


Menjadi Mualaf 

Saat berada di Australia, Tamara tertarik memperhatikan kegiatan orang muslim. Ia juga senang melihat lambang bulan sabit dan bintang berdekatan di atas kubah masjid. 
"Saya sering mengamati perilaku umat Islam di Australia. Para pemeluk Islam ini sangat taat beribadah, terutama salat lima waktu. Bahkan, disuruh tidak makan pun (puasa) mereka mau. Sungguh Islam merupakan agama yang sarat dengan nilai-nilai filosofi," katanya.

Ketertarikan Tamara pada agama Islam, juga terpaut pada sisi ketaatan pemeluknya. Hal itu membuat Tamara selalu membandingkan agama yang dianutnya dengan Islam. "Saya juga penasaran dengan gambaran sosok Tuhan dan nabi dalam Islam. Saya mengamati, dalam agama lain, sosok Tuhan dan nabi digambarkan secara konkret. Walau pun demikian Tuhan dan Nabi sangat dekat dengan mereka, lebih dekat dari urat leher manusia," ucapnya.

Berawal dari rasa penasaran dan ketertarikan itulah Tamara mulai mempelajari beberapa buku mengenai Islam. Sampai akhirnya hidayah itu datang kepada Tamara. Ia memeluk agama Islam pada tahun 1995 dengan mengucap dua kalimat Syahadat.
"Saya juga membaca Al-Qur'an untuk mengetahui dan membandingkan ajaran yang saya peluk dahulu. Ternyata ajaran-ajaran Al Kitab itu ada juga dalam AlQur'an, seperti kisah Nabi Isa. Namun Al-Qur'an lebih komplit, dan sisi pandangannya berbeda dengan keyakinan yang selama ini saya anut. Setelah melalui proses pengamatan dan belajar selama beberapa bulan, akhirnya saya putuskan untuk memeluk agama Islam,"

Orangtua Tamara bercerai. Ia ikut dengan ayahnya, yang beragama Kristen Katolik. Sedangkan ibunya beragama Islam.
Saat ingin memeluk agama Islam, Tamara berkonsultasi juga kepada ibunya. "Keinginan saya untuk masuk Islam saya sampaikan kepada mama. Keputusan itu membuat mama bahagia. Mama menyambut baik keputusan saya itu. Papa pun tak menghambat niat baik saya itu. Beliau memahami keputusan saya. Keluarga kami memang sangat demokratis," ujarnya.
Dalam proses perpindahan agama, awalnya diakui Tamara cukup berat melakukan penyesuaian dengan agamanya yang baru. Berbagai cara saya lakukan untuk mempelajari Islam, terutama shalat. Antara lain membaca berbagai buku yang berisi tuntunan salat.

"Saya juga menggunakan kaset penduan salat. Mula-mula saya salat memakai earphone, sambil mendengarkan petunjuk dari tape recorder. Tak sampai satu bulan saya sudah hafal semua bacaan dan gerakan salat. Alhamdulillah, saya sudah dapat menjalankan salat lima waktu,"

"Setelah masuk Islam saya merasakan berbagai perubahan yang mencolok dalam hidup saya. Pikiran saya lebih tenang dan terbuka, karena saya punya pedoman dalam menilai yang benar dan salah, yang haram dan halal, juga yang baik dan yang buruk," tuturnya.


Menikah dengan Teuku Rafli 

Pada tahun 1997, Tamara menikah dengan teuku Rafli Pasha. Tamara kala itu berusia 23 tahun dan teuku Rafli, 24 tahun. Teuku Rafli merupakan seorang pemuda muslim dari keluarga keturunan Arab-Aceh. Ia anak kedua dari lima saudara. Rafli anak dari Teuku Syahrul, mantan anggota DPR RI dan Ibu Cut Ida Syahrul. 
Tamara berkata jika dirinya sudah mengenal Rafli sejak lama.  Waktu itu, ia dan Rafli bertemu di sebuah restoran di Jakarta. "Sejak perkenalan itu, dalam tempo satu bulan kami mulai akrab, dan berusaha untuk lebih mengenal satu sama lain," ucapnya mengenang.
Tamara melihat sosok Rafli seorang pekerja keras, taat beribadah, lulusan Nortuidge Military College dan meraih gelar master dari Boston University, Amerika Serikat. "Akhirnya kami saling mencintai, dan juga mendapat restu dari orang tua kami," ucapnya.

Tamara dan Rafli melangsungkan pernikahan di Tanah Suci Mekkah. Akad nikah berlangsung di Masjidil Haram, disaksikan ibunda Tamara dan H. Cecep, guru ngaji Tamara. Usai menikah, Tamara dan rafli melakukan Ibadah Umrah. 
"Saya tak menyesal kawin muda, karena itu ibadah. Dan, suami saya ini sangat berperan dalam memberikan pemahaman tentang Islam kepada saya," ucapnya.


Beruntung, Rafli tak mengekang kegiatan Tamara di dunia hiburan. Tamara dibebaskan untuk beraktivitas, asal mengerti batas.  "Ia  tidak melarang karier yang saya jalani. Walaupun demikian, saya harus membatasi diri. Apa yang baik atau tidak baik untuk keluarga," paparnya. 
Pada 4 Februari 1999, Mereka dikaruniai anak yang diberi nama  Rassya Islamay Passya. Namun sayang pernikahan Tamara dengan Teuku Rafli tak berlangsung lama. Tamara mengajukan gugatan cerai ke pengadilan Agama Jakarta Selatan pada tahun 2005. Setelah melalui proses yang sangat alot, akhirnya pada 3 Januari 2007,   Mahkamah Agung mengabulkan gugatan cerainya di tingkat kasasi berdasarkan Putusan No 349/K/AG/2006 yang menetapkan hak pengasuhan anak berada di tangan mantan suaminya, Rafli. 

Mengenai Tamara menggugat cerai, konon beredar kabar karena Tamara tak tahan dengan perlakuan sodomi yang sering dilakukan oleh Teuku Rafli Pasha.
Kata seorang sumber, yang tidak ingin namanya ditulis, Tamara selalu mengeluh pada ibunya karena sering disodomi suaminya, selama delapan tahun usia pernikahan mereka. “Tamara bercerita kepada ibunya kalau dia sering disodomi oleh Rafli. Sudah gitu, Rafli diceritakan sebagai seorang suami yang malas dan tidak mau bekerja, karena beranggapan bahwa Tamara pandai mencari uang,” kata sang sumber waktu itu.
Masih kata sumber tersebut, perlakuan Rafli membuat keduanya kerap bertengkar hingga menyebabkan Tamara tak tahan dan akhirnya meninggalkan rumah mereka di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.