Kamis, 18 September 2014

Tak Kuat, Tessa Kaunang Layangkan Gugatan Cerai


Tessa Kaunang, Kaget Suami Pindah Keyakinan

Tahun 2014, Tessa Kaunang dikejutkan dengan perubahan sikap dari Sandy Tumiwa, suaminya. Ia sudah mulai merasakan komunikasi yang tidak lancar dengan suaminya. Sandy juga jarang pulang ke rumah. Tessa semakin terkejut ketika Sandy justru membawa kabar jika sudah pindah keyakinan.  Ya, Sandy memutuskan jalan hidupnya untuk menjadi seorang mualaf pada bulan April 2014.  

Tessa yang sudah membina rumah tangga dengan Sandy selama tujuh tahun lamanya, mencoba mengerti. mencoba memahami dengan perubahan Sandy. 
"Toleransi pasti. Saat ini saya mencoba mengerti," kata Tessa.
Namun Tessa dilema. Dahulu ia pernah gagal ke pelaminan karena persoalan beda keyakinan. Kini, ia yang sudah lama membina rumahtangga, terbentur persoalan keyakinan lagi. 

Tessa takut perbedaan prinsip ini akan lebih menyulut api dalam rumahtangganya.  Ia sadar, disudutkan dengan pilihan yang berat antara tetep melanjutkan rumahtangga  dengan berbeda keyakinan atau mengikuti keyakinan Sandy.  "Itu bedanya saya sama Sandy. Saya dari lahir kan begini (non muslim). Beda dengan Sandy dan latar belakangnya (Sandy awalnya seorang muslim)," ujar Tessa .


Tak Kuat, Tessa Kaunang Layangkan Gugatan Cerai

Akhirnya Tessa tak kuasa.  Juli 2014, Tessa memutuskan pilihan yang dinilainya sangat berat. Tessa akhirnya menggugat cerai Sandy Tumiwa. Permohonan cerai tersebut didaftarkan pada 16 Juli 2014.  Jadwal sidang perdana digelar pada 25 Agustus. Dalam gugatannya, Tessa menginginkan hak asuh anak jatuh kepadanya dan harta gono-gini dihibahkan untuk anak-anaknya.
Dalam isi gugatan, Tessa mengaku yang melatarbelakangi ia mendaftar permohonan cerai, bukan karena perbedaan keyakinan. Namun  karena perbedaan prinsip yang menimbulkan pertengkaran dan itu sudah terjadi sebelum Sandy mualaf. 


Di lain pihak, Sandy  Tumiwa  merasa perih harus menerima kenyataan yang pahit tersebut.  Ia sadar tak akan ada lagi mediasi. Karena kesepakatan cerai sudah terjadi sebelum Tessa melayangkan gugatan cerai. Ia hanya sedih akan jauh dari anak-anaknya. "Yang membuat hati saya perih adalah anak-anak. Walaupun perih, saya harus jalanin," ucap Sandy.
Menurut pengakuan Sandy, keputusan Tessa sudah mendapatkan kesepakatan bersama dari keluarga besar. Untuk itu Sandy pun tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa pasrah menerima keadaan.  "Memang semua udah disepakati bersama dengan keluarga besar juga. Saya cuma bisa pasrah karena inilah jalan hidup saya, tolong hargai," ungkapnya.

Gagal dengan Very, Tessa Kaunang Menikah dengan Sandy Tumiwa




Asmara Tessa  Kaunang yang Gagal ke Pelaminan


Tessa pernah menjalin kasih selama 2 tahun dengan pria yang 6 tahun lebih muda, Very Afrizal. Namun hubungan mereka tak dapat dilanjutkan ke jenjang pernikahan karena perbedaan agama.
Sudah menjadi rahasia umum, kalau hubungan cinta dari pasangan artis Tessa Kaunang dan Very Afrizal banyak sekali perbedaannya. Mulai dari keyakinan hingga usia, di mana Tessa lebih tua ketimbang Very. Namun, awalnya bagi Tessa, perbedaan tersebut tidak menjadi penghalang untuk melanggengkan hubungan mereka.
"Aku cukup sadar, kalau di antara kita banyak sekali perbedaannya. Bukan hanya soal agama, tapi juga usia. Tapi itu bukan sebagai penghalang untuk terus berjalannya hubungan ini," ujar Tessa kala itu. 
Ia selalu menyikapi setiap perbedaan yang ada dengan sikap kedewasaan. "Semua aku kembalikan pada yang di atas. Yang terpenting kita selalu berusaha," imbuhnya.

Namun sayang , kendati kedua keluarga baik dari Very Afrizal maupun Tessa Kaunang sendiri sudah sama-sama merestui hubungan cinta mereka, tapi rencana untuk naik pelaminan seperti yang dicita-citakan semula buyar juga. Hal ini seiring dengan keputusan Tessa untuk tak melanjutkan hubungan cintanya dengan Very. Ternyata bukan lantaran hadirnya orang ketiga di tengah mereka berdua. Juga bukan lantaran mereka tak saling mencintai lagi. Akan tetapi lantaran perbedaan keyakinan. Very adalah pemuda Muslim sedangkanTessa seperti diketahui, gadis Nasrani yang taat.

Kendati banyak pasangan selebritis berbeda agama yang tercatat sukses membina rumah-tangga, sebut saja seperti Jamal Mirdad-Lidya Kandou, Mayong Suryo Laksono-Nurul Arifin, Katon Bagaskoro-Ira Wibowo, atau pasangan baru Frans Mohede-Amara Lingua dan Ari Sihasale-Nia Zurkarnaen, namun contoh-contoh baik tersebut tak serta merta membuat keduanya memutuskan untuk meneruskan hubungan mereka ke jenjang perkawinan.
"Aku nggak bisa menjalani perkawinan dengan pasangan beda keyakinan. Begitu juga dengan dia. Ya, terpaksa kita mengambil jalan yang terbaik," jelasnya.

Gagal dengan Very, Tessa Kaunang Menikah dengan Sandy Tumiwa

Setelah putus dari Very, Tessa Kaunang dikabarkan menjalin kasih dengan Donny Ada Band. Namun tessa membantah. Ia pun akhirnya menemukan lelaki idamannya. Pria itu adalah pemain sinetron Sandy Tumiwa. 
Tessa mengaku menyukai pribadi Sandy. "Dia orangnya baik dan yang terpenting dia seiman dengan saya," ucap Tessa.
Akhirnya bertempat di kawasan Kebun Raya, Cisarua, Puncak, Bogor, Jum'at (7/7/2006),  Tessa Kaunang melepas masa lajangnya dengan Sandy Tumiwa.
Tessa kala itu berjanji sehidup semati sebagai suami istri, bersama Sandy di hadapan pendeta Ariel Siregar.


Dalam pemberkatan yang dihadiri keluarga besar kedua mempelai, tampak juga sahabat-sahabat Tessa, seperti Anya Dwinov dan Sandy Harun.
Sandy Tumewa yang mengenakan setelan jas berwarna serba putih rancangan desainer Dimas Mahendra terlihat sangat berwibawa. Sementara Tessa, yang membawa sekuntum bunga mawar putih tampak berkaca-kaca saat prosesi sungkeman.
"Kami sudah melewati prosesi pernikahan. Dan inilah yang terjadi," ujarTessa usai menikah.
Mereka kini dikaruniai dua anak,  Andisa Leota Anabel Tumiwa dan Andisa Latafka Avram Tumiwa

Senin, 15 September 2014

Tessa Kaunang, Sempat Jadi Guru Les Piano




Meski tak mengikuti jejak sang ayah, Tessa Kaunang terbilang sukses di jagad hiburan Tanah Air. Pepatah buah jatuh tak jauh dari pohonnya seperti tak berlaku bagi Tessa. Ia seakan tak mau membawa nama besar ayahnya yang sudah dahulu popular di industri musik Tanah Air.  berikut kisah Tessa Kaunang 


Tessa Kaunang, Sempat Jadi Guru Les Piano

5 November 1976, Tessalonica Indria Roxana Aryani Anes Kaunang lahir di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, akrab dipanggil Tessa Kaunang , adalah model, pemain sinetron, dan presenter. Tessa  merupakan putri musisi Arthur Kaunang, sejak kecil,  ia sudah dibekali dengan berbagai pelajaran seni, seperti les piano dan les tari balet. Bahkan sewaktu SMA, Tessa sempat menjadi guru les piano. Tahun 1993, Tessa mengawali kariernya melalui ajang GADIS Sampul. Setelah itu, wajahnya sering tampil di layar kaca sebagai bintang iklan.

Dunia akting pun  mulai dijajalnya. Ia pun mulai  sering bermain di sinetron, antara lain Tersayang, Melodi Cinta, Istana Kertas, dan Permaisuri Hatiku. Kemudian pada tahun  2002,  mulai merambah dunia layar lebar dengan  bermain dalam film  5 Sehat 4 Sempurna,  arahan sutradara Richard Buntario.
Selain sinetron dan film, Tessa juga menjadi presenter beberapa acara televisi, antara lain Ekspresi Gaya Pelajar (2004) di TPI, Norak Tapi Gaya (antv), Impresario Britama (RCTI), Welcome Dance (RCTI), dan pada tahun 2007 ini memandu acara infotainment Was Was di SCTV.

Tessa Kaunang, Nggak Pede Jadi Penyanyi

Terlahir sebagai anak musisi besar Arthur Kaunang, ternyata tidak membuat Tessa Kaunang serta merta mengikuti jejak sang ayah. Memang, darah seni yang mengalir dalam tubuhnya tidak bisa memisahkannya dari bidang seni. Namun, justru bukan dunia tarik suara yang menjadi pijakannya. Kenapa?
Musik, sebenarnya telah tertanam dalam jiwa Tessa sejak kecil. Bahkan dalam pengakuannya belum lama ini, Tessa adalah sosok yang cinta dengan musik piano. Malah, karena kemampuannya, ketika masih duduk di bangku SMA, Tessa sempat menjadi guru les piano.



Namun modal awal ini tidak serta merta membuatnya mengambil jalur musik sebagai pijakannya ke dunia entertainment. Malah dunia model, sinetron, dan pelawak yang membuat namanya melambung. 
"Aku nggak pede untuk menjadi penyanyi. Mungkin karena sudah merasa enjoy sebagai presenter maupun main sinetron," ujarnya.

Pepatah buah jatuh tak jauh dari pohonnya memang tak berlaku pada Tessa. Meski sang ayah merupakan musisi kondang, Tessa mengaku tidak berminat sama sekali kepada dunia musik yang membesarkan nama sang ayah. Kebetulan, Arthur pun tidak pernah memaksa Tessa untuk mengikuti jejaknya.
"Ayah memang tidak pernah memaksa anak-anaknya untuk terjun ke dunia musik. Tapi, dari kecil kami semua sudah dibekali berbagai pelajaran seni, seperti les piano dan les tari balet. Setelah besar, saya tetap tidak terpicu untuk menggeluti musik secara serius," ucapnya.

Setelah sukses di dunia sinetron, Tessa pun tak lagi sempat melakoni kegiatan bermusik. Waktunya lebih banyak dihabiskan untuk syuting. Namun, khusus untuk balet, Tessa menyempatkan diri untuk berlatih. Menurutnya, balet sangat menunjang profesinya sebagai aktris dan model.

Sabtu, 13 September 2014

Raisa, Hobi Mencipta Lagu dan Fotografi



Raisa dan Haters

Semakin tinggi pohon, maka akan semakin kencang angin menerpanya. Seperti itulah yang dialami Raisa. Di masa-masa kejayaannya, Raisa tak bisa terhindar dari yang namanya haters. Raisa memiliki jumlah followers di Twitter sebanyak 1.9 juta. Namun, tak semua dari mereka itu adalah penggemarnya. Ada yang mem-follow-nya hanya untuk menjatuhkan dirinya.
"Itu bukan sesuatu yang harus dihindari. Tapi yah gimana pun ngebaca fitnah ya bete juga. Cuma bedanya sekarang bete-nya lebih sebentar kalau dulu lama," ungkapnya.

Tapi Raisa bersyukur dengan kehadiran haters karena itu tandanya ia berhasil membuat prestasi. "Ya katanya sih kalau apa yang kita lakukan semua orang suka berarti kita belum melakukan apa-apa. Jadi misal kalau ada yang enggak suka berarti kita sudah melakukan sesuatu," ujarnya. 

Meski begitu, ia lebih bersyukur karena memiliki pendukung setia yakni, YourRaisa, yang selalu hadir di setiap acara yang dihadirinya. Bahkan, ada yang rela terbang dari kota asalnya hanya untuk melihatnya bernyanyi di kota lain.
"Mereka selalu datang dan ngedukung aku. Jadi bukan sekadar di acara yang gede aja. Pokoknya mereka enggak pandang bulu dan milih-milih acara. Yang paling keren mereka bawa spanduk. Tulisannya Raisa, gambarnya kelinci," ungkapnya.

Raisa, Hobi Mencipta Lagu dan Fotografi

Raisa mengaku selalu terjun langsung di setiap penggarapan albumnya. Ia tak hanya datang ke studio lalu langsung take vocal. Jauh sebelumnya, Raisa sudah terlibat, terutama untuk urusan materi lagu-lagu di albumnya.  Sekitar 70 hingga 80 persen, lagu-lagu di albumnya adalah hasil karyanya bersama produsernya. Sisanya adalah lagu ciptaan musisi lain. "Aku memang suka nulis lagu," kata Raisa.

Saat menciptakan sebuah lagu, Raisa paling senang mengambil tema tentang kisah percintaan. Namun, Raisa paling anti menulis kisah cinta pribadinya. "Aku enggak bisa nulis lagu misal kaya aku lagi patah hati banget terus nulis lagu tentang dia. Keenakan banget udah matahin hati gue terus dibikinin lagu," kata Raisa. Raisa tak bisa menentukan kapan ia menulis lagu. Menurutnya, inspirasi itu datangnya tak terduga. Contohnya, ketika sedang terjebak macet tiba-tiba Raisa ingin membuat lagu yang penuh amarah atau bisa juga ketika usai menonton film komedi, Raisa bisa menulis lagu yang ceria.

Yang paling susah dalam menciptakan lagu adalah ketika ia disuruh menulis lagu dengan tema khusus. Jika hal itu terjadi, ia akan mulai berpikir keras. "Iya itu bisa berhari-hari. Bisa bolak-balik ke studio ngerjain itu lagi. Paling cepat sekitar 20 menit. Kaya lagu Could it Be," ceritanya. 

Selain hobi menulis lagu, ia juga gemar fotografi. Namun diakuinya hobinya yang satu ini tak selihai menulis lagu. "Enggak jago bangat sih, tapi emang suka yang sama foto-foto. Ya kadang kalau di mana aja pasti foto-foto juga," ujar Raisa. Penyanyi muda ini gemar mengabadikan moment-moment dalam aktivitas-aktivitas kesehariannya. "Aku suka mengabadikan moment, meski gak semuanya diupload, soalnya menyenangkan," ujarnya.

Dalam kegemarannya mempelajari dunia fotografi, Raisa ingin mengabadikan moment-moment di dasar laut."Aku mau foto di dalam air, seru. Tapi udah ada sih, aku juga aktif di sosial media. Jadi gampang bisa interaksi dengan teman-teman, fans juga dari HP aja bisa langsung jepret dan diupload," tutupnya.


Raisa, Suka Fashion yang Casual dan Chic

Musik tak bisa dilepaskan dari dunia fashion karena keduanya saling menunjang. Nah, begitupula dengan Raisa. Untuk urusan yang satu ini, Raisa dikenal memiliki gaya berbusana yang casual dan chic. Sejak kemunculannya hingga kini pun, Raisa mengaku masih suka berbusana seperti itu. "Aku dari album pertama masih gini aja. Suka bergaya casual, kadang girly kadang engggak. Kadang aku pakai flowery dress tapi aku suka pakai jaket kulit," ungkapnya .



Biasanya, Raisa suka meniru gaya-gaya berbusana dari fashion blogger. Meski begitu, Raisa tetap membatasi fashion blogger mana yang menginspirasinya dalam bergaya. "Aku lagi senang lihat blogger-blogger gitu. Biasanya gayanya seru-seru. Aku kan enggak pengen pakai baju yang terbuka atau pakai hotpants gitu, jadi agak membatasi fashion icon yang aku tuju," ujarnya. 


Dari Penyanyi Kafe, Raisa memulai Karir Bernyanyinya



Raisa, Berawal Dari Vokalis Band

Sejak kecil Raisa Andriana sudah senang bernyanyi. Raisa  tumbuh dengan mempelajari sendiri teknik olah vokal dari lagu-lagu yang sering didengar. 
Mahasiswi Universitas Bina Nusantara Internasional ini mempelajari gaya bernyanyi dari musisi-musisi favoritnya. Raisa ter-influence oleh Brian McKnight, India Arie, Stevie Wonder, JoJo, Joss Stone, Alicia Keys, Mariah Carey, sampai Whitney Houston.

Sejak usia tiga tahun, bakat musik Raisa telah terlihat. Saat itu, ia menyanyikan lagu pertamanya yang merupakan soundtrack dari film Aladdin, A Whole New World.  Saat remaja, tepatnya saat SMA, wanita yang belajar bernyanyi secara otodidak ini juga pernah bergabung di sebuah band garapan Kevin Aprilio, Andante (sekarang lebih dikenal dengan Vierratale)

Bersama Andante, Raisa menyanyikan lagu-lagu ciptaan Kevin yang bergenre power pop dan pop rock. Namun, Raisa memutuskan hengkang dari band tersebut lantaran karakter suaranya yang jazzy tak cocok dengan karakter lagu yang dimainkan oleh Andante. Setelah itu, Raisa memilih memamerkan suaranya di media sosial. Tepatnya pada November 2010, Raisa mem-posting video bernyanyi pertamanya, Can I Walk With You, di YouTube melalui akun raisa6690. Selain itu, Raisa juga menggegerkan YouTube dengan suaranya yang menyanyikan lagu hits seperti Just the Two of Us, What a Wonderful World, How Come You Don't Call Me dan Over the Rainbow. 


Raisa, Sempat Menjadi Penyanyi Kafe

Raisa termasuk beruntung lantaran memiliki teman-teman yang telah terjun terlebih dahulu di industri musik tanah air. Mereka menjadi salah satu faktor kesuksesannya. Namun, kehadiran mereka tak berarti jika Raisa tak memiliki kemampuan yang kuat di bidang ini. Sebelum sesukses sekarang, Raisa pernah merasakan menjadi penyanyi kafe dan vokalis latar untuk grup musik RAN. Sampai pada akhirnya, Asta 'RAN' tertarik dengan suara Raisa. Bersama Ramadhan Handy dan Adrianto Ario Seto dari Soulvibe, Asta membantu Raisa menggarap debut albumnya.


Saat itu, Raisa belum bekerja sama dengan label besar. Ia mengerjakan albumnya secara indie. Single pertama yang diluncurkannya adalah Serba Salah pada tahun 2010. Serba Salah berkisah tentang sepasang kekasih yang telah lama menjalin asmara. Namun, mereka sudah tak memiliki kecocokan lagi. Mereka sering bertengkar, bosan satu sama lain, padahal keduanya masih saling mencintai. 

Untuk mempromosikan single-nya ini, Raisa yang berjalan secara indie kembali memanfaatkan YouTube. Ia mengunggap video dirinya menyanyikan lagu Serba Salah secara akustik. Tak disangka-sangka, video ini mendapat respon positif dari masyarakat. Hal itu membawanya ke sebuah label ternama, Universal Music Indonesia."Produserku, Asta yang memperkenalkan aku kepada Universal," kata Raisa.

Pada tahun 2011, Raisa resmi bernaung di bendera Universal Music Indonesia. Bersama Universal, Raisa meluncurkan album perdananya.

Kamis, 11 September 2014

Cara Raisa Mempertahankan Popularitas

Tak butuh waktu lama bagi Raisa berada di puncak popularitas. Ia menjadi salah satu penyanyi pendatang Baru yang melejit dengan cepat. Sanggupkah Raisa mempertahankan eksistensinya di dunia tarik suara? Berikut perjuangan yang dilalui Raisa hingga menjadi salah satu penyanyi papan atas Tanah Air? 


Raisa, Cepat Berada di Puncak Popularitas

Raisa, perempuan kelahiran  6 Juni 1990 ini menjadi salah satu penyanyi wanita terbaik di Indonesia. Padahal, ia baru terjun ke industri ini sejak tahun 2011. Tiga tahun berkarier ia telah menelurkan dua album yakni Raisa (2011) dan Heart to Heart (2013). Album pertamanya sukses secara komersial. Ia menduduki peringkat pertama pada chart album weekly Indonesia dan menjadi salah satu album terlaris di tanah air sepanjang tahun 2012. Tak hanya itu, single-single di album ini pun selalu menjadi hits. Sebut saja Serba Salah, Apalah (Arti Menunggu) dan Could It Be.

Ternyata, kesuksesan Raisa tak hanya dari segi komersil saja. Kualitasnya pun patut diacungi jempol. Itu terbukti dengan kehadiran dua piala Anugerah Musik Indonesia 2012. Di ajang paling bergengsi bagi insan musik ini, Raisa meraih gelar sebagai Penyanyi Pendatang Baru Terbaik dengan single Serba Salah dan Grafis Desain Album Terbaik. Untuk album keduanya yang dirilis 27 November 2013, Raisa merilis single pertama berjudul Bye - Bye disusul dengan single kedua Pemeran Utama yang juga menjadi hits.

Eksistensinya di industri ini dibuktikan juga dengan penghargaan yang baru ia raihnya sebagai Selebriti Wanita Paling Memikat versi Infotainment Awards 2014. Ia berhasil mengalahkan Agnes Monica, Raline Shah, Pevita Pearce dan Syahrini. Raisa juga mendapat anugerah Ardan Group 2013,  apresiasi terhadap musisi Indonesia yang memiliki airplay tertinggi dalam satu tahun di empat radio yang tergabung dalam Ardan Group yakni, Ardan Radio, Radio B, Radio Cakra dan Solo Radio. Kini, Raisa sedang bersiap diri untuk pagelaran konser tunggalnya yang pertama semenjak berkiprah di industri musik. Tak tangggung, konser tunggalnya dihelat di Star Theatre Singapura pada 1 Oktober 2014. Raisa baru akan mengadakan konser tunggal di Tanah Air pada awal tahun 2015. Kini,


Cara Raisa Mempertahankan Popularitas

Berada di puncak popularitas tak serta merta membuatnya puas diri dan terlena. Selain berusaha mempertahankan yang sudah ada. Raisa juga harus bekerja keras untuk mendapatkan sesuatu yang lebih.
"Terus berusaha bikin yang bagus aja, berusaha kualitas bernyanyinya ningkat terus. Jadi, menurut aku kalau kita bisa bikin (karya) dan nyanyi yang bagus, perform yang bagus, pasti akan tetap (eksis) kok," ujarnya.

Selain itu, juga harus bisa memaksimalkan potensi-potensi yang ada di dalam diri. "Juga jangan pernah mencoba untuk menjadi seperti orang lain, karena di dalam diri kita sendiri ada keunikan," ucapnya.


Rabu, 10 September 2014

Filosofi Kehidupan Nadya




Nadya Hutagalung, Lebih Baik Masuk Penjara Ketimbang Masuk Rumah Sakit 

Berbicara mengenai filosofi kehidupan, secara berandai-andai Nadya
lebih memilih masuk penjara daripada masuk rumah sakit. Alasannya,
karena kesehatan mahal harganya.
“Uang banyak akan tidak lagi berarti jika mengalami sakit karena anda
tidak bisa membeli hidup sehat ketika anda sudah sakit parah. Ini sama
saja seperti ‘dipenjara’, bahkan lebih parah. Sementara kalau di
penjara, anda hanya tidak bisa kemana-mana. Tetapi pikiran, jiwa dan
fisik anda sehat sehingga anda tetap bisa melakukan hal-hal yang
bernilai dan bermanfaat seperti membaca buku, menulis, berinteraksi
dan mengerjakan hal-hal lain secara normal” ucapnya.

Dengan sikapnya yang lebih mengutamakan kesehatan, Nadya hingga saat
ini masih terlihat cantik. Ia pun mengungkap rahasianya. “Aku
menjalani hidup sehat, kebetulan aku adalah vegetarian 80%. Artinya
aku masih mengkonsumsi daging, tetapi dalam porsi yang sangat terbatas
karena aku lebih banyak mengkonsumsi buah dan sayuran. Satu lagi, aku
selalu berusaha untuk bahagia setiap hari” paparnya.

Begitulah Nadya, perempuan blasteran yang sangat bangga sebagai orang
Indonesia, khususnya orang Batak. Meski belum lancar berbahasa
Indonesia, tetapi ketika berada di Indonesia Nadya tampak sangat
bersemangat dan berusaha keras agar kalimat yang dia ucapkan bisa
meluncur dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.
“Hutagalung itu termasuk marga yang sangat susah disebut oleh orang
yang bukan dari suku Batak, juga orang asing. Tetapi saya memilih
tetap menggunakan marga itu dibelakang nama saya karena saya bangga
dengan darah Batak didalam tubuh saya” paparnya.


Nadya Hutagalung, Menyoal Asmara

Nadya Hutagalung tak tertarik hanya dengan lelaki yang kaya, tampan,
ditunjang dengan tubuh tinggi dan ideal. Kalau tak memiliki tingkah
laku yang sopan. “Laki-laki itu harus punya visi, pekerja keras, dan
memperlakukan orang tuanya dengan baik. Baru mereka bisa terlihat
atraktif untuk saya,” ucapnya.
Nadya menikah dengan Desmond Koh di Uma Ubud, Bali pada 16 Desember
2006. Dari pernikahan itu mereka dikaruniai satu anak, Nyla yang lahir
pada Maret 2008.

Sebelumnya, dari pernikahan pertamanya nadya dikaruniai 2 anak
laki-laki yang bernama Tyrone (1994) dan Fynn (2003).
Mengalami kegagalan dalam rumah tangga, dikatakan Nadya jika dirinya
percaya dengan adanya istilah happily ever after. Dia sadar kalau
masih ada stigma kurang baik untuk perempuan dengan sejarah kegagalan
hubungan pribadi.
“Namun untuk saya, itu jangan dipikirkan, karena saya pun masih berhak
untuk mendapatkan sebuah hubungan yang sukses dan bahagia. Yang
terpenting adalah bagaimana saya berusaha untuk membuat hubungan ini
berhasil. I put effort into my marriage, yang seringkali terlupa bahwa
ini juga perlu dipupuk dan terus dirawat,” kisah Nadya.



Oleh karena itu, dirinya selalu mengingatkan diri sendiri untuk
menghargai dan menjaga hubungan. “Saya akan berusaha sebisa saya untuk
melakukan yang terbaik untuk menjaga hubungan. Saya rasa, kunci untuk
berhubungan dengan sukses adalah memberi dengan tulus tanpa ego,
karena ego inilah yang menjadi masalah terbesar untuk hubungan. Ketika
ego bertindak, maka kita akan menjadi pribadi yang merasa benar
sendiri dan tak rela untuk meminta maaf,” paparnya.